<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Vaksinasi Covid-19 di AS dan Inggris Jadi Sentimen Positif Bursa Global</title><description>Proses vaksinasi Covid-19 sedang dilakukan dibeberapa negara seperti Amerika Serikat (AS) dan Inggris.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/16/278/2328532/vaksinasi-covid-19-di-as-dan-inggris-jadi-sentimen-positif-bursa-global</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/16/278/2328532/vaksinasi-covid-19-di-as-dan-inggris-jadi-sentimen-positif-bursa-global"/><item><title>Vaksinasi Covid-19 di AS dan Inggris Jadi Sentimen Positif Bursa Global</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/16/278/2328532/vaksinasi-covid-19-di-as-dan-inggris-jadi-sentimen-positif-bursa-global</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/16/278/2328532/vaksinasi-covid-19-di-as-dan-inggris-jadi-sentimen-positif-bursa-global</guid><pubDate>Rabu 16 Desember 2020 10:45 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/16/278/2328532/vaksinasi-covid-19-di-as-dan-inggris-jadi-sentimen-positif-bursa-global-Ndr7mYdjUG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">saham (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/16/278/2328532/vaksinasi-covid-19-di-as-dan-inggris-jadi-sentimen-positif-bursa-global-Ndr7mYdjUG.jpg</image><title>saham (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Proses vaksinasi Covid-19 yang sedang dilakukan dibeberapa negara seperti Amerika Serikat (AS) dan Inggris akan mempengaruhi kinerja indeks global. Namun, ada sedikit kekhawatiran meskipun ada proses vaksinasi ternyata kenaikan angka positif Covid-19 juga meningkat.

Head of Research Panin Sekuritas, Nico Laurens mengatakan, perkembangan vaksin bisa menjadi game changer untuk indeks global. Tetapi, investor mengkhawatirkan jika masyarakat akan melupakan social restriction atau pembatasan sosial untuk mengurangi penyebaran Covid-19 setelah adanya vaksin.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Bursa Saham Dunia Dipengaruhi Vaksin Covid-19
&quot;Sebenarnya kalau kita lihat dari perkembangan vaksin bakal jadi game changer, jadi kalau kita lihat sebenarnya itu vaksinasi sudah jalan ya, cuma ditakutkan sebenarnya ekspektasi orang nanti kalau udah divaksin mereka agak loss tuh dari sisi social restriction yang jadi konsennya investor,&quot; ujar Nico dalam acara Market Opening IDX Channel, Rabu (16/12/2020).

Dia menambahkan, penambahan kasus baru Covid-19 masih banyak terjadi, seperti di Amerika Serikat dimana dalam tujuh hari belakangan sudah mencapai 218.000 kasus per hari dan jika dibandingkan dengan April dan Juli peningkatan cukup tinggi, dimana April 32.000 kasus per hari dan Juli 70.000 kasus per hari.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Covid-19 Buat Pasar Saham Deja Vu Krisis 2008
&quot;Kalau di eropa sebenarnya sama, kalau kita lihat buat Inggris trennya positif belakangan ini, cuma kalau kita lihat dispide sisi dari sisi vaksin baru ada di Inggris, cuma negara lain Jerman dan Itali belum, apalagi dengan kasus baru yang masih tinggi itu yang sebenarnya bikin beberapa negara melakukan pembatasan sosial kembali,&quot; kata dia.Nico juga menyebut bahwa beberapa negara eropa juga akan kembali  menerapkan pembatasan sosial seperti Jerman mulai hari ini, Italia akan  menerapkan parsial lockdown di 24 Desember 2020 sampai 2 Januari 2021.

Dia melanjutkan, seandainya pembatasan sosial masih dilakukan maka  dari sisi momentum perbaikan ekonomi akan sangat lambat dan terlihat  juga dari data bahwa momentum perbaikan ekonomi akan ada sedikit  melambat trennya.

&quot;Kalau misal di Inggris keliatan bahwa job layoff mengalami  peningkatan, di eropa juga sama momentum perbaikannya agak lemah dan itu  jadi konsen buat investor di tahun depan,&quot; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Proses vaksinasi Covid-19 yang sedang dilakukan dibeberapa negara seperti Amerika Serikat (AS) dan Inggris akan mempengaruhi kinerja indeks global. Namun, ada sedikit kekhawatiran meskipun ada proses vaksinasi ternyata kenaikan angka positif Covid-19 juga meningkat.

Head of Research Panin Sekuritas, Nico Laurens mengatakan, perkembangan vaksin bisa menjadi game changer untuk indeks global. Tetapi, investor mengkhawatirkan jika masyarakat akan melupakan social restriction atau pembatasan sosial untuk mengurangi penyebaran Covid-19 setelah adanya vaksin.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Bursa Saham Dunia Dipengaruhi Vaksin Covid-19
&quot;Sebenarnya kalau kita lihat dari perkembangan vaksin bakal jadi game changer, jadi kalau kita lihat sebenarnya itu vaksinasi sudah jalan ya, cuma ditakutkan sebenarnya ekspektasi orang nanti kalau udah divaksin mereka agak loss tuh dari sisi social restriction yang jadi konsennya investor,&quot; ujar Nico dalam acara Market Opening IDX Channel, Rabu (16/12/2020).

Dia menambahkan, penambahan kasus baru Covid-19 masih banyak terjadi, seperti di Amerika Serikat dimana dalam tujuh hari belakangan sudah mencapai 218.000 kasus per hari dan jika dibandingkan dengan April dan Juli peningkatan cukup tinggi, dimana April 32.000 kasus per hari dan Juli 70.000 kasus per hari.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Covid-19 Buat Pasar Saham Deja Vu Krisis 2008
&quot;Kalau di eropa sebenarnya sama, kalau kita lihat buat Inggris trennya positif belakangan ini, cuma kalau kita lihat dispide sisi dari sisi vaksin baru ada di Inggris, cuma negara lain Jerman dan Itali belum, apalagi dengan kasus baru yang masih tinggi itu yang sebenarnya bikin beberapa negara melakukan pembatasan sosial kembali,&quot; kata dia.Nico juga menyebut bahwa beberapa negara eropa juga akan kembali  menerapkan pembatasan sosial seperti Jerman mulai hari ini, Italia akan  menerapkan parsial lockdown di 24 Desember 2020 sampai 2 Januari 2021.

Dia melanjutkan, seandainya pembatasan sosial masih dilakukan maka  dari sisi momentum perbaikan ekonomi akan sangat lambat dan terlihat  juga dari data bahwa momentum perbaikan ekonomi akan ada sedikit  melambat trennya.

&quot;Kalau misal di Inggris keliatan bahwa job layoff mengalami  peningkatan, di eropa juga sama momentum perbaikannya agak lemah dan itu  jadi konsen buat investor di tahun depan,&quot; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
