<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tegas, Hotman Paris Ancam Pidanakan yang Fitnah JNE</title><description>Hotman Paris Hutapea memberikan penjelasaan soal JNE atas pemberitaan afiliasi dengan ormas tertentu yang ramai di media sosial.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/16/320/2328805/tegas-hotman-paris-ancam-pidanakan-yang-fitnah-jne</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/16/320/2328805/tegas-hotman-paris-ancam-pidanakan-yang-fitnah-jne"/><item><title>Tegas, Hotman Paris Ancam Pidanakan yang Fitnah JNE</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/16/320/2328805/tegas-hotman-paris-ancam-pidanakan-yang-fitnah-jne</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/16/320/2328805/tegas-hotman-paris-ancam-pidanakan-yang-fitnah-jne</guid><pubDate>Rabu 16 Desember 2020 15:41 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/16/320/2328805/tegas-hotman-paris-ancam-pidanakan-yang-fitnah-jne-F6ESs3TkyS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hotman Paris (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/16/320/2328805/tegas-hotman-paris-ancam-pidanakan-yang-fitnah-jne-F6ESs3TkyS.jpg</image><title>Hotman Paris (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea memberikan penjelasaan soal JNE atas pemberitaan afiliasi dengan ormas tertentu yang ramai di media sosial.
&quot;Saya ringkaskan dulu, satu, apakah benar JNE itu mendanai teroris? itu yang tertulis di akun-akun media sosial (medsos). Apakah benar JNE itu mendanai teroris? Apakah seorang direktur keuangan JNE yang beragama kristen, orang Chinese seperti Pak Chandra ini mau membiayai teroris? direktur keuangan lho, maka bukan abal-abal,&quot; ujar dia dalam konferensi pers di Jakarta Utara, Rabu (16/12/2020).
Baca Juga: Hotman Paris Buka-bukaan soal Heboh Boikot JNE
 
Kemudian, lanjut dia, poin kedua yang dibahas dalam hak jawab adalah mengenai tuduhan bahwa JNE terafiliasi dengan ormas tertentu yang sekarang menjadi sorotan.
&quot;Lalu ketiga apakah tokoh organisasi tertentu, agama tertentu, maupun tokoh agama tertentu bernama Haikal Hassan maupun Hanny Kristianto ada kepemilikan saham atau kepengurusan di JNE? Apa kaitannya?,&quot; ungkap dia.
Baca Juga: Heboh Boikot JNE, Hotman Paris Pasang Badan
 
Kemudian yang keempat, pihaknya akan memberi klarifikasi mengenai apakah benar bisnis JNE menurunkan karena gosip yang mendera itu. Dirinya juga mengancam orang-orang yang masih saja memfitnah JNE.
&quot;Satu lagi kita akan somasi orang-orang yang masih berusaha membuat fitnah tidak benar. Dan bila perlu melaporkan pidana. Itu 5 poin hari ini,&quot; tandas dia.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/01/10/55284/279855_medium.jpg&quot; alt=&quot;Hotman Paris Minta Polisi Ungkap Penikmat Jasa Vanessa Angel Dibuka ke Publik&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Tanda pagar boikot JNE sempat menjadi trending topik di Twitter akihir pekan kemarin. Netizen  ramai-ramai menyerukan gerakan untuk berhenti menggunakan jasa JNE.
Seperti diketahui, seruan tersebut bermula dari postingan ucapan  ulang tahun yang ke-30 untuk JNE dari Sekjen HRS Center, Ustadz Haikal  Hassan Baras.
Baca Juga: Tanggapan JNE soal Tagar Boikot di Twitter
 
Hal tersebut berbuntut panjang, hingga muncul dugaan bahwa JNE  berafiliasi dengan organisasi kemasyarakatan (ormas) tertentu. Untuk  menjawab tudingan itu, JNE akan didampingi pengacara kondang Hotman  Paris Hutapea.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea memberikan penjelasaan soal JNE atas pemberitaan afiliasi dengan ormas tertentu yang ramai di media sosial.
&quot;Saya ringkaskan dulu, satu, apakah benar JNE itu mendanai teroris? itu yang tertulis di akun-akun media sosial (medsos). Apakah benar JNE itu mendanai teroris? Apakah seorang direktur keuangan JNE yang beragama kristen, orang Chinese seperti Pak Chandra ini mau membiayai teroris? direktur keuangan lho, maka bukan abal-abal,&quot; ujar dia dalam konferensi pers di Jakarta Utara, Rabu (16/12/2020).
Baca Juga: Hotman Paris Buka-bukaan soal Heboh Boikot JNE
 
Kemudian, lanjut dia, poin kedua yang dibahas dalam hak jawab adalah mengenai tuduhan bahwa JNE terafiliasi dengan ormas tertentu yang sekarang menjadi sorotan.
&quot;Lalu ketiga apakah tokoh organisasi tertentu, agama tertentu, maupun tokoh agama tertentu bernama Haikal Hassan maupun Hanny Kristianto ada kepemilikan saham atau kepengurusan di JNE? Apa kaitannya?,&quot; ungkap dia.
Baca Juga: Heboh Boikot JNE, Hotman Paris Pasang Badan
 
Kemudian yang keempat, pihaknya akan memberi klarifikasi mengenai apakah benar bisnis JNE menurunkan karena gosip yang mendera itu. Dirinya juga mengancam orang-orang yang masih saja memfitnah JNE.
&quot;Satu lagi kita akan somasi orang-orang yang masih berusaha membuat fitnah tidak benar. Dan bila perlu melaporkan pidana. Itu 5 poin hari ini,&quot; tandas dia.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/01/10/55284/279855_medium.jpg&quot; alt=&quot;Hotman Paris Minta Polisi Ungkap Penikmat Jasa Vanessa Angel Dibuka ke Publik&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Tanda pagar boikot JNE sempat menjadi trending topik di Twitter akihir pekan kemarin. Netizen  ramai-ramai menyerukan gerakan untuk berhenti menggunakan jasa JNE.
Seperti diketahui, seruan tersebut bermula dari postingan ucapan  ulang tahun yang ke-30 untuk JNE dari Sekjen HRS Center, Ustadz Haikal  Hassan Baras.
Baca Juga: Tanggapan JNE soal Tagar Boikot di Twitter
 
Hal tersebut berbuntut panjang, hingga muncul dugaan bahwa JNE  berafiliasi dengan organisasi kemasyarakatan (ormas) tertentu. Untuk  menjawab tudingan itu, JNE akan didampingi pengacara kondang Hotman  Paris Hutapea.</content:encoded></item></channel></rss>
