<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bank Dunia: Berkat Bansos, 8,5 Juta Orang Indonesia Tak Jatuh Miskin</title><description>Tanpa tanggapan bantuan sosial (bansos) dari pemerintah Indonesia, sebanyak 8,5 juta orang Indonesia bisa jatuh miskin.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/17/320/2329284/bank-dunia-berkat-bansos-8-5-juta-orang-indonesia-tak-jatuh-miskin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/17/320/2329284/bank-dunia-berkat-bansos-8-5-juta-orang-indonesia-tak-jatuh-miskin"/><item><title>Bank Dunia: Berkat Bansos, 8,5 Juta Orang Indonesia Tak Jatuh Miskin</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/17/320/2329284/bank-dunia-berkat-bansos-8-5-juta-orang-indonesia-tak-jatuh-miskin</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/17/320/2329284/bank-dunia-berkat-bansos-8-5-juta-orang-indonesia-tak-jatuh-miskin</guid><pubDate>Kamis 17 Desember 2020 11:32 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/17/320/2329284/bank-dunia-berkat-bansos-8-5-juta-orang-indonesia-tak-jatuh-miskin-aBDdyKYr9m.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/17/320/2329284/bank-dunia-berkat-bansos-8-5-juta-orang-indonesia-tak-jatuh-miskin-aBDdyKYr9m.jpeg</image><title>Rupiah (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Simulasi Bank Dunia menunjukkan bahwa tanpa tanggapan bantuan sosial (bansos) dari pemerintah Indonesia, sebanyak 8,5 juta orang Indonesia bisa jatuh miskin tahun ini akibat krisis Covid-19.

Ini juga menunjukkan bahwa paket bansos pemerintah dapat secara signifikan mengurangi dampak ini, jika diterapkan sepenuhnya dan ditargetkan dengan sempurna.
 
Baca juga: RI Beberkan Kondisi Perekonomian hingga Kemiskinan dalam Pertemuan WTO
&quot;Tetapi penundaan dan kesulitan awal dalam menjangkau beberapa kelompok yang terdampak (terutama di sektor informal) sepertinya turut mengurangi dampak dari paket bansos pemerintah,&quot;  tulis Laporan Bank Dunia pada Kamis(17/12/2020).

Temuan ini juga menyoroti bahwa banyak orang yang awalnya tidak tercakup oleh sistem bansos kemungkinan besar jatuh ke dalam kemiskinan, terutama mereka yang kehilangan pekerjaan atau bekerja di sektor jasa dengan frekuensi kontak yang intensif.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Covid-19 Bikin 2,5 Juta Jadi Pengangguran dan 1,4 Miliar Masyarakat Masuk Jurang Kemiskinan
&quot;Kehilangan pendapatan tenaga kerja yang diakibatkan hal ini dapat meningkatkan tantangan dalam keterjangkauan pangan dan ketahanan pangan, terutama di antara kaum miskin yang mengalokasikan sebagian besar pengeluaran mereka untuk makanan,&quot; terang laporan tersebut.Oleh karena itu, cakupan, kecukupan, dan daya tanggap paket bantuan  sosial perlu terus dipantau dan ditingkatkan untuk melindungi masyarakat  miskin dan rentan.

&quot;Simulasi kami menunjukkan bahwa bansos yang cukup besar dari  pemerintah berpotensi untuk meredam dampak kemiskinan akibat krisis  tahun ini. Tetapi peningkatan efektivitas sangat penting untuk  mewujudkan efek penuh dari bansos,&quot; tambahnya.

Sementara itu, perekonomian Indonesia diperkirakan akan mulai pulih  pada tahun 2021 dan secara bertahap menguat pada tahun 2022. Hal ini  didasarkan pada pembukaan kembali perekonomian yang stabil pada tahun  2021 yang diikuti dengan pembukaan kembali dan penurunan jarak sosial  lebih lanjut hingga tahun 2022.

Pertumbuhan akan pulih menjadi 4,4% pada 2021, terutama didorong oleh  pemulihan konsumsi swasta. Hal ini ditunjukkan kepercayaan konsumen  yang meningkat, dan rendahnya kerugian pendapatan rumah tangga berkat  hasil pasar tenaga kerja yang lebih baik dan bansos yang memadai.

&quot;Didorong oleh konsumsi dan investasi yang lebih kuat, pertumbuhan  akan menguat menjadi 4,8% pada tahun 2022 karena kepercayaan masyarakat  meningkat, asalkan vaksin yang efektif dan aman tersedia untuk sebagian  besar penduduk,&quot; tulis laporan tersebut.</description><content:encoded>JAKARTA - Simulasi Bank Dunia menunjukkan bahwa tanpa tanggapan bantuan sosial (bansos) dari pemerintah Indonesia, sebanyak 8,5 juta orang Indonesia bisa jatuh miskin tahun ini akibat krisis Covid-19.

Ini juga menunjukkan bahwa paket bansos pemerintah dapat secara signifikan mengurangi dampak ini, jika diterapkan sepenuhnya dan ditargetkan dengan sempurna.
 
Baca juga: RI Beberkan Kondisi Perekonomian hingga Kemiskinan dalam Pertemuan WTO
&quot;Tetapi penundaan dan kesulitan awal dalam menjangkau beberapa kelompok yang terdampak (terutama di sektor informal) sepertinya turut mengurangi dampak dari paket bansos pemerintah,&quot;  tulis Laporan Bank Dunia pada Kamis(17/12/2020).

Temuan ini juga menyoroti bahwa banyak orang yang awalnya tidak tercakup oleh sistem bansos kemungkinan besar jatuh ke dalam kemiskinan, terutama mereka yang kehilangan pekerjaan atau bekerja di sektor jasa dengan frekuensi kontak yang intensif.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Covid-19 Bikin 2,5 Juta Jadi Pengangguran dan 1,4 Miliar Masyarakat Masuk Jurang Kemiskinan
&quot;Kehilangan pendapatan tenaga kerja yang diakibatkan hal ini dapat meningkatkan tantangan dalam keterjangkauan pangan dan ketahanan pangan, terutama di antara kaum miskin yang mengalokasikan sebagian besar pengeluaran mereka untuk makanan,&quot; terang laporan tersebut.Oleh karena itu, cakupan, kecukupan, dan daya tanggap paket bantuan  sosial perlu terus dipantau dan ditingkatkan untuk melindungi masyarakat  miskin dan rentan.

&quot;Simulasi kami menunjukkan bahwa bansos yang cukup besar dari  pemerintah berpotensi untuk meredam dampak kemiskinan akibat krisis  tahun ini. Tetapi peningkatan efektivitas sangat penting untuk  mewujudkan efek penuh dari bansos,&quot; tambahnya.

Sementara itu, perekonomian Indonesia diperkirakan akan mulai pulih  pada tahun 2021 dan secara bertahap menguat pada tahun 2022. Hal ini  didasarkan pada pembukaan kembali perekonomian yang stabil pada tahun  2021 yang diikuti dengan pembukaan kembali dan penurunan jarak sosial  lebih lanjut hingga tahun 2022.

Pertumbuhan akan pulih menjadi 4,4% pada 2021, terutama didorong oleh  pemulihan konsumsi swasta. Hal ini ditunjukkan kepercayaan konsumen  yang meningkat, dan rendahnya kerugian pendapatan rumah tangga berkat  hasil pasar tenaga kerja yang lebih baik dan bansos yang memadai.

&quot;Didorong oleh konsumsi dan investasi yang lebih kuat, pertumbuhan  akan menguat menjadi 4,8% pada tahun 2022 karena kepercayaan masyarakat  meningkat, asalkan vaksin yang efektif dan aman tersedia untuk sebagian  besar penduduk,&quot; tulis laporan tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
