<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertahankan Sektor Pangan saat Covid-19, LIPI Singgung Proyek Food Estate</title><description>LIPI mengeluarkan rekomendasi kepada pemerintah agar ketahanan pangan  dapat terjaga selama Pandemi Covid-19 menyerang Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/17/320/2329398/pertahankan-sektor-pangan-saat-covid-19-lipi-singgung-proyek-food-estate</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/17/320/2329398/pertahankan-sektor-pangan-saat-covid-19-lipi-singgung-proyek-food-estate"/><item><title>Pertahankan Sektor Pangan saat Covid-19, LIPI Singgung Proyek Food Estate</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/17/320/2329398/pertahankan-sektor-pangan-saat-covid-19-lipi-singgung-proyek-food-estate</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/17/320/2329398/pertahankan-sektor-pangan-saat-covid-19-lipi-singgung-proyek-food-estate</guid><pubDate>Kamis 17 Desember 2020 13:47 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/17/320/2329398/pertahankan-sektor-pangan-saat-covid-19-lipi-singgung-proyek-food-estate-3D4wxWmGCp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pertanian (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/17/320/2329398/pertahankan-sektor-pangan-saat-covid-19-lipi-singgung-proyek-food-estate-3D4wxWmGCp.jpg</image><title>Pertanian (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pusat Penelitian Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengeluarkan rekomendasi kepada pemerintah agar ketahanan pangan dapat terjaga selama Pandemi Covid-19 menyerang Indonesia.

Peneliti Puslit Ekonomi LIPI Purwanto menyarankan agar pemerintah melanjutkana program perlindungan sosial sepanjang 2021 dengan target dan sasaran yang lebih akurat serta mekanisme penyaluran yang lebih efisien.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 5 Proyek yang Akan Dibangun 2021, Ada Sawah hingga Kawasan Industri
&quot;Pemberian bantuan dalam bentuk sembako yang telah menimbulkan permasalahan hukum bisa digantikan dengan transfer dana ke masing-masing rekening penerima yang dapat digunakan secara fleksibel,&quot; kata Purwanto dalam diskusi virtual, Kamis (17/12/2020).

Selanjutnya, menyempurnakan data single identity number (SIN) dan social safety net (SSN) dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi sehingga database yang dimiliki oleh setiap instansi terkait bisa selalu terupdate.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Food Estate Didanai Anggaran PEN, Ini Kata Wamen BUMN
&quot;Sehinggga, meskipun adanya perubahan data penerima bantuan termasuk dalam mejaring kemungkinan adanya tambahan masyarakat yang seharusnya juga berhak menerima bantuan,&quot; ujarnya.

Selain itu, meningkatkan kapasitas produksi pangan nasional dengan semakin memperluas areal tanam pada komoditi pangan strategis dan yang selama ini lebih banyak mengandalkan impor.&quot;Hal ini dapat dilakukan dengan mengoptimalkan program food estate  tidak hanya untuk produksi beras tetapi juga komoditi pangan lainnya,  termasuk bagi peternakan dan perikanan,&quot; katanya.

Dia menambahkan, optimalisasi peran Bulog pada penguatan kapasitas  logistik komoditi pangan strategi yang dapat ditetapkan melalui  peraturan pemerintah dalam menjaga keseimbangan permintaan dan  penawarannya.

&quot;Terakhir, mengedukasi masyarakat terkait dengan divesifikasi pangan  lokal untuk meningkatkan ketahanan pangan dan gizin seimbang rumah  tangga,&quot; kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Pusat Penelitian Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengeluarkan rekomendasi kepada pemerintah agar ketahanan pangan dapat terjaga selama Pandemi Covid-19 menyerang Indonesia.

Peneliti Puslit Ekonomi LIPI Purwanto menyarankan agar pemerintah melanjutkana program perlindungan sosial sepanjang 2021 dengan target dan sasaran yang lebih akurat serta mekanisme penyaluran yang lebih efisien.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 5 Proyek yang Akan Dibangun 2021, Ada Sawah hingga Kawasan Industri
&quot;Pemberian bantuan dalam bentuk sembako yang telah menimbulkan permasalahan hukum bisa digantikan dengan transfer dana ke masing-masing rekening penerima yang dapat digunakan secara fleksibel,&quot; kata Purwanto dalam diskusi virtual, Kamis (17/12/2020).

Selanjutnya, menyempurnakan data single identity number (SIN) dan social safety net (SSN) dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi sehingga database yang dimiliki oleh setiap instansi terkait bisa selalu terupdate.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Food Estate Didanai Anggaran PEN, Ini Kata Wamen BUMN
&quot;Sehinggga, meskipun adanya perubahan data penerima bantuan termasuk dalam mejaring kemungkinan adanya tambahan masyarakat yang seharusnya juga berhak menerima bantuan,&quot; ujarnya.

Selain itu, meningkatkan kapasitas produksi pangan nasional dengan semakin memperluas areal tanam pada komoditi pangan strategis dan yang selama ini lebih banyak mengandalkan impor.&quot;Hal ini dapat dilakukan dengan mengoptimalkan program food estate  tidak hanya untuk produksi beras tetapi juga komoditi pangan lainnya,  termasuk bagi peternakan dan perikanan,&quot; katanya.

Dia menambahkan, optimalisasi peran Bulog pada penguatan kapasitas  logistik komoditi pangan strategi yang dapat ditetapkan melalui  peraturan pemerintah dalam menjaga keseimbangan permintaan dan  penawarannya.

&quot;Terakhir, mengedukasi masyarakat terkait dengan divesifikasi pangan  lokal untuk meningkatkan ketahanan pangan dan gizin seimbang rumah  tangga,&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
