<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bos BI Suntik Likuiditas Perbankan Rp694,87 Triliun</title><description>Bank Indonesia telah menambah likuiditas (quantitative easing) di perbankan sekitar Rp694,87 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/17/320/2329472/bos-bi-suntik-likuiditas-perbankan-rp694-87-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/17/320/2329472/bos-bi-suntik-likuiditas-perbankan-rp694-87-triliun"/><item><title>Bos BI Suntik Likuiditas Perbankan Rp694,87 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/17/320/2329472/bos-bi-suntik-likuiditas-perbankan-rp694-87-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/17/320/2329472/bos-bi-suntik-likuiditas-perbankan-rp694-87-triliun</guid><pubDate>Kamis 17 Desember 2020 14:58 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/17/320/2329472/bos-bi-suntik-likuiditas-perbankan-rp694-87-triliun-dTXrk64N0h.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/17/320/2329472/bos-bi-suntik-likuiditas-perbankan-rp694-87-triliun-dTXrk64N0h.jpeg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia telah menambah likuiditas (quantitative easing) di perbankan sekitar Rp694,87 triliun, terutama bersumber dari penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) sekitar Rp155 triliun dan ekspansi moneter sekitar Rp524,07 triliun.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ini Jadwal Penukaran 6 Uang Lama Sebelum Hangus di Akhir Tahun
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan longgarnya kondisi likuiditas mendorong tingginya rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yakni 31,52% pada November 2020 dan rendahnya rata-rata suku bunga PUAB overnight, sekitar 3,20% pada November 2020.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ingat, Ada 6 Uang Kertas Rupiah Bakal Hangus di Akhir Tahun
&quot;Longgarnya likuiditas serta penurunan BI7DRR berkontribusi menurunkan suku bunga deposito dan kredit modal kerja dari 4,93% dan 9,38% pada Oktober 2020 menjadi 4,74% dan 9,32% pada November 2020,&quot; kata Perry di Jakarta, Kamis (17/12/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNC8wOS80LzExMDg2OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Penurunan suku bunga kredit diperkirakan akan berlanjut dengan longgarnya likuiditas dan rendahnya suku bunga kebijakan Bank Indonesia.&quot;Imbal hasil SBN 10 tahun turun dari 6,16% pada akhir November 2020  menjadi 6,07% pada 16 Desember 2020. Dari besaran moneter, pertumbuhan  besaran moneter M1 dan M2 pada November 2020 tetap tinggi, yaitu sebesar  15,8% (yoy) dan 12,2% (yoy),&quot; katanya.
Ke depan, ekspansi moneter Bank Indonesia dan percepatan realisasi  anggaran serta program restrukturisasi kredit perbankan diharapkan dapat  mendorong penyaluran kredit dan pembiayaan bagi pemulihan ekonomi  nasional.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia telah menambah likuiditas (quantitative easing) di perbankan sekitar Rp694,87 triliun, terutama bersumber dari penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) sekitar Rp155 triliun dan ekspansi moneter sekitar Rp524,07 triliun.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ini Jadwal Penukaran 6 Uang Lama Sebelum Hangus di Akhir Tahun
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan longgarnya kondisi likuiditas mendorong tingginya rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yakni 31,52% pada November 2020 dan rendahnya rata-rata suku bunga PUAB overnight, sekitar 3,20% pada November 2020.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ingat, Ada 6 Uang Kertas Rupiah Bakal Hangus di Akhir Tahun
&quot;Longgarnya likuiditas serta penurunan BI7DRR berkontribusi menurunkan suku bunga deposito dan kredit modal kerja dari 4,93% dan 9,38% pada Oktober 2020 menjadi 4,74% dan 9,32% pada November 2020,&quot; kata Perry di Jakarta, Kamis (17/12/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNC8wOS80LzExMDg2OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Penurunan suku bunga kredit diperkirakan akan berlanjut dengan longgarnya likuiditas dan rendahnya suku bunga kebijakan Bank Indonesia.&quot;Imbal hasil SBN 10 tahun turun dari 6,16% pada akhir November 2020  menjadi 6,07% pada 16 Desember 2020. Dari besaran moneter, pertumbuhan  besaran moneter M1 dan M2 pada November 2020 tetap tinggi, yaitu sebesar  15,8% (yoy) dan 12,2% (yoy),&quot; katanya.
Ke depan, ekspansi moneter Bank Indonesia dan percepatan realisasi  anggaran serta program restrukturisasi kredit perbankan diharapkan dapat  mendorong penyaluran kredit dan pembiayaan bagi pemulihan ekonomi  nasional.</content:encoded></item></channel></rss>
