<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Borong SBN Rp473,42 Triliun Lewat Skema Berbagi Beban</title><description>Bank Indonesia melanjutkan komitmen untuk pendanaan APBN Tahun 2020 melalui pembelian SBN dari pasar perdana.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/17/320/2329484/bi-borong-sbn-rp473-42-triliun-lewat-skema-berbagi-beban</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/17/320/2329484/bi-borong-sbn-rp473-42-triliun-lewat-skema-berbagi-beban"/><item><title>BI Borong SBN Rp473,42 Triliun Lewat Skema Berbagi Beban</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/17/320/2329484/bi-borong-sbn-rp473-42-triliun-lewat-skema-berbagi-beban</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/17/320/2329484/bi-borong-sbn-rp473-42-triliun-lewat-skema-berbagi-beban</guid><pubDate>Kamis 17 Desember 2020 15:06 WIB</pubDate><dc:creator>Kunthi Fahmar Shandy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/17/320/2329484/bi-borong-sbn-rp473-42-triliun-lewat-skema-berbagi-beban-7X8X6ZI9x2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/17/320/2329484/bi-borong-sbn-rp473-42-triliun-lewat-skema-berbagi-beban-7X8X6ZI9x2.jpg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia melanjutkan komitmen untuk pendanaan APBN Tahun 2020 melalui pembelian SBN dari pasar perdana. Sampai dengan 15 Desember 2020, Bank Indonesia telah membeli SBN di pasar perdana melalui mekanisme pasar sesuai dengan Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia tanggal 16 April 2020, sebesar Rp75,86 triliun, termasuk dengan skema lelang utama, Greenshoe Option (GSO) dan Private Placement.
Baca Juga: Sri Mulyani: Masa Kritis Ekonomi Sudah Lewat
&quot;Sementara itu, realisasi pendanaan dan pembagian beban untuk pendanaan Public Goods dalam APBN tahun 2020 oleh Bank Indonesia melalui mekanisme pembelian SBN secara langsung sesuai dengan Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia tanggal 7 Juli 2020, berjumlah Rp397,56 triliun,&quot; ujar Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Kamis (17/12/2020).
Baca Juga: Ekonomi Indonesia Sudah Lewati Masa Krisis
Dengan demikian secara keseluruhan Bank Indonesia telah melakukan pembelian SBN untuk pendanaan dan pembagian beban dalam APBN 2020 guna program pemulihan ekonomi nasional sebesar Rp473,42 triliun.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8xMi8xLzEyNTkxNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Selain itu, lanjut Perry, BI juga telah merealisasikan pembagian  beban dengan Pemerintah atas penerbitan SBN untuk pendanaan Non Public  Goods-UMKM sebesar Rp114,81 triliun dan Non Public Goods-Korporasi  sebesar Rp62,22 triliun.
&quot;Dengan sinergi ini, Pemerintah dapat lebih memfokuskan pada upaya  akselerasi realisasi APBN tahun 2020 untuk mendorong pemulihan  perekonomian nasional,&quot; tandas dia.
</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia melanjutkan komitmen untuk pendanaan APBN Tahun 2020 melalui pembelian SBN dari pasar perdana. Sampai dengan 15 Desember 2020, Bank Indonesia telah membeli SBN di pasar perdana melalui mekanisme pasar sesuai dengan Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia tanggal 16 April 2020, sebesar Rp75,86 triliun, termasuk dengan skema lelang utama, Greenshoe Option (GSO) dan Private Placement.
Baca Juga: Sri Mulyani: Masa Kritis Ekonomi Sudah Lewat
&quot;Sementara itu, realisasi pendanaan dan pembagian beban untuk pendanaan Public Goods dalam APBN tahun 2020 oleh Bank Indonesia melalui mekanisme pembelian SBN secara langsung sesuai dengan Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia tanggal 7 Juli 2020, berjumlah Rp397,56 triliun,&quot; ujar Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Kamis (17/12/2020).
Baca Juga: Ekonomi Indonesia Sudah Lewati Masa Krisis
Dengan demikian secara keseluruhan Bank Indonesia telah melakukan pembelian SBN untuk pendanaan dan pembagian beban dalam APBN 2020 guna program pemulihan ekonomi nasional sebesar Rp473,42 triliun.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8xMi8xLzEyNTkxNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Selain itu, lanjut Perry, BI juga telah merealisasikan pembagian  beban dengan Pemerintah atas penerbitan SBN untuk pendanaan Non Public  Goods-UMKM sebesar Rp114,81 triliun dan Non Public Goods-Korporasi  sebesar Rp62,22 triliun.
&quot;Dengan sinergi ini, Pemerintah dapat lebih memfokuskan pada upaya  akselerasi realisasi APBN tahun 2020 untuk mendorong pemulihan  perekonomian nasional,&quot; tandas dia.
</content:encoded></item></channel></rss>
