<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gandeng Australia Bereskan Sampah Plastik, Menko Luhut: Ini Masalah Besar</title><description>The Minderoo Foundation Trust Australia telah menandantangani perjanjian  kemitraan dalam mendukung target pengurangan sampah plastik laut</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/18/320/2330022/gandeng-australia-bereskan-sampah-plastik-menko-luhut-ini-masalah-besar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/18/320/2330022/gandeng-australia-bereskan-sampah-plastik-menko-luhut-ini-masalah-besar"/><item><title>Gandeng Australia Bereskan Sampah Plastik, Menko Luhut: Ini Masalah Besar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/18/320/2330022/gandeng-australia-bereskan-sampah-plastik-menko-luhut-ini-masalah-besar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/18/320/2330022/gandeng-australia-bereskan-sampah-plastik-menko-luhut-ini-masalah-besar</guid><pubDate>Jum'at 18 Desember 2020 11:31 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/18/320/2330022/gandeng-australia-bereskan-sampah-plastik-menko-luhut-ini-masalah-besar-Qq6xzSURt1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan (Foto: Kemenko Marves)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/18/320/2330022/gandeng-australia-bereskan-sampah-plastik-menko-luhut-ini-masalah-besar-Qq6xzSURt1.jpg</image><title>Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan (Foto: Kemenko Marves)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi bersama dengan The Minderoo Foundation Trust Australia telah menandantangani perjanjian kemitraan dalam mendukung target pengurangan sampah plastik laut di Indonesia sebesar 70% pada tahun 2025.

Visi kemitraan ini yang melibatkan antara lain Kementerian LHK dan Kementerian Perindustrian adalah untuk mempromosikan daur ulang plastik sebagai mesin pertumbuhan pemulihan hijau.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Akhirnya Indonesia Punya Teknologi Pengolahan Sampah
Melalui penandatanganan kerja sama ini diharapkan dapat menaikkan kapasitas daur ulang plastik di Indonesia dengan merancang solusi perdagangan berbasis pasar untuk plastik daur ulang dan memberikan insentif finansial untuk pengumpulan, daur ulang, dan pemanfaatan sampah plastik daur ulang sebagai bahan baru bagi industri.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan kerja sama ini merupakan bentuk persahabatan antara Indonesia dan Australia.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sulap Limbah Plastik Jadi Duit Jutaan Rupiah, Begini Caranya
&quot;Melalui kerja sama ini, sampah plastik yang selama ini tidak terkelola dengan baik telah menjadi masalah besar bagi lingkungan. Jadi kami berharap melalui program ini dapat dikurangi dan digunakan sebagai bahan yang dapat didaur ulang menjadi bahan baru,&amp;rdquo; ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/12/2020).

Dengan mencapai tingkat daur ulang yang lebih tinggi untuk plastik di Indonesia. Di mana kerja sama ini akan berkontribusi pada tujuan Indonesia dalam mengurangi sampah plastik laut, menciptakan lapangan kerja hijau dalam industri daur ulang domestik dan mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor plastik.Proyek ini juga akan berkontribusi pada Pembangunan Berkelanjutan  PBB, Sustainable Development Goals (SDGs), dari segi pekerjaan yang  layak dan pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan industri, inovasi, dan  infrastruktur, pembangunan kota dan komunitas berkelanjutan, konsumsi  dan produksi yang bertanggung jawab, serta kehidupan yang layak di bawah  air.

&quot;Plastik menjadi masalah yang harus diselesaikan bersama, karena  semakin banyak produksi plastik baru, maka polusi sampah plastik semakin  meningkat. Kerja sama ini menjadi bentuk tanggung jawab kita terhadap  lingkungan, serta generasi di masa mendatang,&quot; ungkap Chairman of  Minderoo Foundation Trust Andrew Forrest.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi bersama dengan The Minderoo Foundation Trust Australia telah menandantangani perjanjian kemitraan dalam mendukung target pengurangan sampah plastik laut di Indonesia sebesar 70% pada tahun 2025.

Visi kemitraan ini yang melibatkan antara lain Kementerian LHK dan Kementerian Perindustrian adalah untuk mempromosikan daur ulang plastik sebagai mesin pertumbuhan pemulihan hijau.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Akhirnya Indonesia Punya Teknologi Pengolahan Sampah
Melalui penandatanganan kerja sama ini diharapkan dapat menaikkan kapasitas daur ulang plastik di Indonesia dengan merancang solusi perdagangan berbasis pasar untuk plastik daur ulang dan memberikan insentif finansial untuk pengumpulan, daur ulang, dan pemanfaatan sampah plastik daur ulang sebagai bahan baru bagi industri.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan kerja sama ini merupakan bentuk persahabatan antara Indonesia dan Australia.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sulap Limbah Plastik Jadi Duit Jutaan Rupiah, Begini Caranya
&quot;Melalui kerja sama ini, sampah plastik yang selama ini tidak terkelola dengan baik telah menjadi masalah besar bagi lingkungan. Jadi kami berharap melalui program ini dapat dikurangi dan digunakan sebagai bahan yang dapat didaur ulang menjadi bahan baru,&amp;rdquo; ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/12/2020).

Dengan mencapai tingkat daur ulang yang lebih tinggi untuk plastik di Indonesia. Di mana kerja sama ini akan berkontribusi pada tujuan Indonesia dalam mengurangi sampah plastik laut, menciptakan lapangan kerja hijau dalam industri daur ulang domestik dan mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor plastik.Proyek ini juga akan berkontribusi pada Pembangunan Berkelanjutan  PBB, Sustainable Development Goals (SDGs), dari segi pekerjaan yang  layak dan pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan industri, inovasi, dan  infrastruktur, pembangunan kota dan komunitas berkelanjutan, konsumsi  dan produksi yang bertanggung jawab, serta kehidupan yang layak di bawah  air.

&quot;Plastik menjadi masalah yang harus diselesaikan bersama, karena  semakin banyak produksi plastik baru, maka polusi sampah plastik semakin  meningkat. Kerja sama ini menjadi bentuk tanggung jawab kita terhadap  lingkungan, serta generasi di masa mendatang,&quot; ungkap Chairman of  Minderoo Foundation Trust Andrew Forrest.</content:encoded></item></channel></rss>
