<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terungkap, Fintech Syariah Lebih Unggul dari Konvensional</title><description>fintech akan menjadi tren yang mendukung rantai pasok salah satunya dengan pembayaran usaha barang atau jasa syariah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/18/320/2330072/terungkap-fintech-syariah-lebih-unggul-dari-konvensional</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/18/320/2330072/terungkap-fintech-syariah-lebih-unggul-dari-konvensional"/><item><title>Terungkap, Fintech Syariah Lebih Unggul dari Konvensional</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/18/320/2330072/terungkap-fintech-syariah-lebih-unggul-dari-konvensional</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/18/320/2330072/terungkap-fintech-syariah-lebih-unggul-dari-konvensional</guid><pubDate>Jum'at 18 Desember 2020 12:57 WIB</pubDate><dc:creator>Kunthi Fahmar Shandy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/18/320/2330072/terungkap-fintech-syariah-lebih-unggul-dari-konvensional-g5elYiVVlF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Financial Technology (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/18/320/2330072/terungkap-fintech-syariah-lebih-unggul-dari-konvensional-g5elYiVVlF.jpg</image><title>Financial Technology (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Layanan Financial technology (fintech) akan menjadi tren yang mendukung rantai pasok salah satunya dengan pembayaran usaha barang atau jasa syariah.
&quot;Fintek juga akan bisa mendapatkan informasi soal produk apa, supplier seperti apa yang membutuhkan. Jadi bukan hanya Fintech Peer to Peer (P2P) Lending yang meminjamkan uang pada borrower seperti untuk kebutuhan konsumtif,&quot; kata Peneliti Institute For Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira saat webinar di jakarta jumat.
Baca Juga:&amp;nbsp;Fintech Ilegal dari 4 Negara, Paling Banyak dari China
Menurut dia, hal tersebut merupakan bentuk yang sederhana dan kedepannya harus bisa mendorong rantai pasok dan masuk ke ranah pembiayaan.
Adapun untuk Fintek syariah sendiri jauh lebih unggul dari yang kovensional. Hal tersebut karena bentuk pinjamannya lebih ke sektor produktif.
Baca Juga:&amp;nbsp;Anak Buah Sri Mulyani Pantau Fintech, Ada Apa?
&quot;Maka dari itu diharapkan dapat mendorong UMKM dan pelaku industri halal untuk memiliki sertifikasi halal sehingga risikonya bisa diminalisir,&quot; sebut Bhima.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wMy8yNi80LzExOTA0My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;CEO Mandiri Capital, Eddi Danusaputro menambahkan pelaku usaha UMKM  kalau mau naik kelas seharusnya sudah go digital agar pertumbuhan bisnis  atau usahanya menjadi biar non-linear.
Sehingga digitalisasi payment ini seperti layanan Fintek lending  syariah sangat tepat di masa pandemi ini. &quot;Faktor go digital inilah yang  menjadi salah satu pertimbangan kami untuk berinvestasi di start up,&quot;  ucap Eddi.</description><content:encoded>JAKARTA - Layanan Financial technology (fintech) akan menjadi tren yang mendukung rantai pasok salah satunya dengan pembayaran usaha barang atau jasa syariah.
&quot;Fintek juga akan bisa mendapatkan informasi soal produk apa, supplier seperti apa yang membutuhkan. Jadi bukan hanya Fintech Peer to Peer (P2P) Lending yang meminjamkan uang pada borrower seperti untuk kebutuhan konsumtif,&quot; kata Peneliti Institute For Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira saat webinar di jakarta jumat.
Baca Juga:&amp;nbsp;Fintech Ilegal dari 4 Negara, Paling Banyak dari China
Menurut dia, hal tersebut merupakan bentuk yang sederhana dan kedepannya harus bisa mendorong rantai pasok dan masuk ke ranah pembiayaan.
Adapun untuk Fintek syariah sendiri jauh lebih unggul dari yang kovensional. Hal tersebut karena bentuk pinjamannya lebih ke sektor produktif.
Baca Juga:&amp;nbsp;Anak Buah Sri Mulyani Pantau Fintech, Ada Apa?
&quot;Maka dari itu diharapkan dapat mendorong UMKM dan pelaku industri halal untuk memiliki sertifikasi halal sehingga risikonya bisa diminalisir,&quot; sebut Bhima.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wMy8yNi80LzExOTA0My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;CEO Mandiri Capital, Eddi Danusaputro menambahkan pelaku usaha UMKM  kalau mau naik kelas seharusnya sudah go digital agar pertumbuhan bisnis  atau usahanya menjadi biar non-linear.
Sehingga digitalisasi payment ini seperti layanan Fintek lending  syariah sangat tepat di masa pandemi ini. &quot;Faktor go digital inilah yang  menjadi salah satu pertimbangan kami untuk berinvestasi di start up,&quot;  ucap Eddi.</content:encoded></item></channel></rss>
