<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Thailand Ajak AstraZeneca Produksi 200 Juta Dosis Vaksin Covid-19 </title><description>Perusahaan Farmasi Thailand menggaet perusahaan Inggris AstraZeneca untuk memproduksi vaksin covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/19/320/2330539/thailand-ajak-astrazeneca-produksi-200-juta-dosis-vaksin-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/19/320/2330539/thailand-ajak-astrazeneca-produksi-200-juta-dosis-vaksin-covid-19"/><item><title>Thailand Ajak AstraZeneca Produksi 200 Juta Dosis Vaksin Covid-19 </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/19/320/2330539/thailand-ajak-astrazeneca-produksi-200-juta-dosis-vaksin-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/19/320/2330539/thailand-ajak-astrazeneca-produksi-200-juta-dosis-vaksin-covid-19</guid><pubDate>Sabtu 19 Desember 2020 09:12 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/19/320/2330539/thailand-ajak-astrazeneca-produksi-200-juta-sosis-vaksin-covid-19-Z17LIssxDs.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Vaksin Covid-19 (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/19/320/2330539/thailand-ajak-astrazeneca-produksi-200-juta-sosis-vaksin-covid-19-Z17LIssxDs.jpeg</image><title>Vaksin Covid-19 (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Perusahaan Farmasi Thailand menggaet perusahaan Inggris AstraZeneca untuk memproduksi vaksin covid-19. Thailand akan menjadikan negara di Asia Tenggara itu sebagai pusat regional untuk pasokan salah satu vaksin terdepan dalam melawan Covid-19 di saat pemerintah berbagai negara berjuang untuk mendapatkan vaksin itu.
&amp;ldquo;Siam Bioscience yang berbasis di Bangkok menandatangani surat minat (letter of intent) dengan AstraZeneca akhir bulan lalu untuk memproduksi 200 juta dosis vaksin COVID-19 buatan perusahaan farmasi Inggris, AZD1222,&amp;rdquo; kata Direktur Institut Vaksin Nasional Thailand Nakorn Premsri dilansir dari VOA, Sabtu (19/12/2020).
Baca Juga: 8 Fakta Vaksin Covid-19 Gratis, Jokowi Orang Pertama yang Disuntik
 
Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand dan konglomerat lokal SCG, dengan divisi bahan kimia dan pengemasannya, juga bergabung dalam kesepakatan tersebut.
Nakorn mengatakan sebagian besar dosis vaksin itu akan dikirim ke luar negeri. &amp;ldquo;Thailand hanya akan mengamankan 26 juta dosis. Kami mungkin akan meminta lebih banyak, namun tidak akan merupakan bagian yang besar, jadi mungkin akan lebih banyak dari setengahnya (200 juta dosis) yang dapat diekspor,&amp;rdquo; kata Nakorn kepada VOA.

&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Di dalam surat minat yang kami buat bersama dengan Siam Bioscience, AstraZeneca, SCG dan Kementerian Kesehatan Masyarakat tercantum bahwa vaksin itu akan didistribusikan di dalam kawasan ASEAN,&amp;rdquo; tambahnya.
Dalam pernyataan singkat kepada VOA, kantor AstraZeneca di Thailand mengkonfirmasi garis besar rencananya. &amp;ldquo;Kementerian Kesehatan Masyarakat, SCG, Siam Bioscience dan AstraZeneca sama-sama berfokus pada akses yang luas, adil, dan tepat waktu ke vaksin COVID-19 yang efektif di Thailand dan kawasan Asia Tenggara. AstraZeneca telah bekerja sama dengan Siam Bioscience melalui transfer teknologi untuk memperbesar kapasitas produksi global AZD 1222,&amp;ldquo; kata pernyataan singkat tersebut.Vaksin AstraZeneca, yang dikembangkan melalui kerja sama dengan  Universitas Oxford di Inggris, masih menunggu persetujuan di Inggris.  Pihak berwenang di sana mengatakan para regulator dapat mencapai  keputusan pada awal Januari.
Nakorn mengatakan AstraZeneca telah mulai membagi teknologi yang  diperlukan Siam Bioscience untuk memproduksi vaksin dan bahwa produksi  itu dapat dimulai pada kuartal ke-dua tahun depan. Jika berjalan baik,  katanya, vaksinasi dapat dimulai pada pertengahan tahun depan.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Perusahaan Farmasi Thailand menggaet perusahaan Inggris AstraZeneca untuk memproduksi vaksin covid-19. Thailand akan menjadikan negara di Asia Tenggara itu sebagai pusat regional untuk pasokan salah satu vaksin terdepan dalam melawan Covid-19 di saat pemerintah berbagai negara berjuang untuk mendapatkan vaksin itu.
&amp;ldquo;Siam Bioscience yang berbasis di Bangkok menandatangani surat minat (letter of intent) dengan AstraZeneca akhir bulan lalu untuk memproduksi 200 juta dosis vaksin COVID-19 buatan perusahaan farmasi Inggris, AZD1222,&amp;rdquo; kata Direktur Institut Vaksin Nasional Thailand Nakorn Premsri dilansir dari VOA, Sabtu (19/12/2020).
Baca Juga: 8 Fakta Vaksin Covid-19 Gratis, Jokowi Orang Pertama yang Disuntik
 
Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand dan konglomerat lokal SCG, dengan divisi bahan kimia dan pengemasannya, juga bergabung dalam kesepakatan tersebut.
Nakorn mengatakan sebagian besar dosis vaksin itu akan dikirim ke luar negeri. &amp;ldquo;Thailand hanya akan mengamankan 26 juta dosis. Kami mungkin akan meminta lebih banyak, namun tidak akan merupakan bagian yang besar, jadi mungkin akan lebih banyak dari setengahnya (200 juta dosis) yang dapat diekspor,&amp;rdquo; kata Nakorn kepada VOA.

&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Di dalam surat minat yang kami buat bersama dengan Siam Bioscience, AstraZeneca, SCG dan Kementerian Kesehatan Masyarakat tercantum bahwa vaksin itu akan didistribusikan di dalam kawasan ASEAN,&amp;rdquo; tambahnya.
Dalam pernyataan singkat kepada VOA, kantor AstraZeneca di Thailand mengkonfirmasi garis besar rencananya. &amp;ldquo;Kementerian Kesehatan Masyarakat, SCG, Siam Bioscience dan AstraZeneca sama-sama berfokus pada akses yang luas, adil, dan tepat waktu ke vaksin COVID-19 yang efektif di Thailand dan kawasan Asia Tenggara. AstraZeneca telah bekerja sama dengan Siam Bioscience melalui transfer teknologi untuk memperbesar kapasitas produksi global AZD 1222,&amp;ldquo; kata pernyataan singkat tersebut.Vaksin AstraZeneca, yang dikembangkan melalui kerja sama dengan  Universitas Oxford di Inggris, masih menunggu persetujuan di Inggris.  Pihak berwenang di sana mengatakan para regulator dapat mencapai  keputusan pada awal Januari.
Nakorn mengatakan AstraZeneca telah mulai membagi teknologi yang  diperlukan Siam Bioscience untuk memproduksi vaksin dan bahwa produksi  itu dapat dimulai pada kuartal ke-dua tahun depan. Jika berjalan baik,  katanya, vaksinasi dapat dimulai pada pertengahan tahun depan.</content:encoded></item></channel></rss>
