<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>6 Langkah Selamatkan Bisnis dari Kebangkrutan</title><description>Utang yang terlampau banyak akan menimbulkan banyak masalah keuangan dalam bisnis.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/19/455/2330596/6-langkah-selamatkan-bisnis-dari-kebangkrutan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/19/455/2330596/6-langkah-selamatkan-bisnis-dari-kebangkrutan"/><item><title>6 Langkah Selamatkan Bisnis dari Kebangkrutan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/19/455/2330596/6-langkah-selamatkan-bisnis-dari-kebangkrutan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/19/455/2330596/6-langkah-selamatkan-bisnis-dari-kebangkrutan</guid><pubDate>Sabtu 19 Desember 2020 19:17 WIB</pubDate><dc:creator>Reza Andrafirdaus</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/19/455/2330596/6-langkah-selamatkan-bisnis-dari-kebangkrutan-ZNmLDb7m4H.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Tips Memulai Bisnis (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/19/455/2330596/6-langkah-selamatkan-bisnis-dari-kebangkrutan-ZNmLDb7m4H.jpeg</image><title>Ilustrasi Tips Memulai Bisnis (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Utang yang terlampau banyak akan menimbulkan banyak masalah keuangan dalam bisnis. Karenanya, kesehatan finansial akan terganggu, seperti sulit menabung hingga risiko mengalami kebangkrutan.
Saat ini, berutang adalah cara hidup yang banyak dilakukan konsumen untuk memiliki segala hal yang diinginkannya. Hal tersebut akan sangat membebani kesehatan finansial dan kebangkrutan akan dialami dalam waktu yang singkat dan akan berdampak buruk bagi nilai kredit yang dimiliki.
Dilansir dari The Balance, Jakarta, Sabtu (19/12/2020), terdapat beberapa alternatif yang dapat diambil untuk menyelamatkan seseorang dari kebangkrutan. Jika pada akhirnya harus mengajukan kebangkrutan, seseorang akan merasa tenang ketika mengetahui cara lain untuk menghindarinya.
Baca Juga: Raup Cuan dari Bisnis Gorengan
Berikut ini terdapat 6 cara yang telah Okezone rangkum untuk menghindarkan diri dari kebangkrutan bisnis.
1.  Menjual Beberapa Aset
Jual beberapa aset yang dapat disisihkan untuk melunasi utang dengan segera. Ambil tindakan tersebut jika dirasa tidak mampu melakukan pembayaran. Ketika terlalu lama menunggu penghasilan biasa dan terlambat melakukan pembayaran, jalan kebangkrutan akan segera dialami dan tidak bisa menghidar tindak lebih lanjut dari kreditor.
2.      Buat Anggaran untuk Keluar dari Utang
Buatlah anggaran terbaru untuk memotong apa saja kebutuhan yang tidak terlalu penting. Sisa uang hasil pemotongan tersebut dapat digunakan untuk melunasi utang sehingga kebangkrutan bisa dihindari.
Baca Juga: Persiapan Menjalankan Bisnis Cuci Sepatu, Cek 5 Hal Penting Ini
Ketika sudah terbiasa hidup dengan anggaran, selain terhindari dari kebangkrutan pengeluaran bulanan dapat dikontrol dengan baik. Kemudian cara tersebut juga bisa digunakan untuk mencari penghasilan tambahan.
3.      Minta Bantuan Kreditur
Beri tahu kreditur ketika sedang mengalami kesulitan keuangan. Tunjukkan kesediaan untuk membayar hutang dan tanyakan apakah mereka dapat membantu meringankan beban dengan menurunkan pembayaran bulanan atau menurunkan suku bunga.
Banyak perusahaan kartu kredit dan bank memiliki program kesulitan yang ditujukan untuk situasi seperti ini. Sebelum mengikuti program tersebut, pastikan pembayaran bulanan dan suku bunga benar-benar turun. Jika tidak, pemohon bisa terjebak dengan pembayaran minimum yang lebih tinggi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8wMS80LzEyNTM4NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;4.      Cari Konseling Kredit Konsumen
Mintalah bantuan seorang profesional untuk mengatasi permasalahan  ini. Temukan konselor kredit konsumen yang memiliki pengalaman bekerja  dengan kreditor untuk mengurangi pembayaran dan suku bunga.
Konselor kredit konsumen dapat membantu proses bekerja sama dengan  kreditor untuk menyusun rencana pengelolaan utang guna melunasi utang  dengan jangka waktu tertentu. Pembayaran rencana pengelolaan utang  mungkin tampak di luar jangkauan, tetapi jika diperhatikan, mungkin  terdapat lubang di anggaran yang memungkinkan untuk melakukan  pembayaran.
5.      Dapatkan Bantuan dari Orang Terdekat
Biasanya meminjam uang dengan orang terdekat, seperti keluarga dan  teman adalah pilihan yang buruk. Namun, terdapat pengecualian jika  mengalami kondisi kebangkrutan.
Pertimbangkan dengan cermat berapa banyak bantuan yang dibutuhkan.  Kemudian, mintalah keluarga atau teman untuk melakukan peminjaman.  Jangan lupa untuk membuat perencanaan pelunasan utang kepada mereka  ketika kondisi keuangan sudah membaik.
6.      Selesaikan dengan Kreditur dan Penagih Utang
Penyelesaian utang biasanya umum dihindari orang banyak. Namun,  ketika menghadapi jurang kebangkrutan hal itu tidaklah normal. Lebih  baik menyelesaikan pelunasan utang dari pada harus mengajukan  kebangkrutan perusahaan.
Pertama, jangan gunakan perusahaan atau konseling penyelesaian utang.  Terlalu banyak waktu dan uang ekstra untuk perusahaan-perusahaan ini.  Kedua, jangan melunasi hutang apa pun yang pembayarannya lancar.
Terus lakukan pembayaran minimum atas setiap utang untuk menjaga  reputasi yang baik. Sebaliknya, fokuslah pada utang yang telah  dibebankan atau dikirim ke penagihan. Terakhir, bersiaplah untuk  membayar jumlah penyelesaian sekaligus setelah kesepakatan dibuat.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Utang yang terlampau banyak akan menimbulkan banyak masalah keuangan dalam bisnis. Karenanya, kesehatan finansial akan terganggu, seperti sulit menabung hingga risiko mengalami kebangkrutan.
Saat ini, berutang adalah cara hidup yang banyak dilakukan konsumen untuk memiliki segala hal yang diinginkannya. Hal tersebut akan sangat membebani kesehatan finansial dan kebangkrutan akan dialami dalam waktu yang singkat dan akan berdampak buruk bagi nilai kredit yang dimiliki.
Dilansir dari The Balance, Jakarta, Sabtu (19/12/2020), terdapat beberapa alternatif yang dapat diambil untuk menyelamatkan seseorang dari kebangkrutan. Jika pada akhirnya harus mengajukan kebangkrutan, seseorang akan merasa tenang ketika mengetahui cara lain untuk menghindarinya.
Baca Juga: Raup Cuan dari Bisnis Gorengan
Berikut ini terdapat 6 cara yang telah Okezone rangkum untuk menghindarkan diri dari kebangkrutan bisnis.
1.  Menjual Beberapa Aset
Jual beberapa aset yang dapat disisihkan untuk melunasi utang dengan segera. Ambil tindakan tersebut jika dirasa tidak mampu melakukan pembayaran. Ketika terlalu lama menunggu penghasilan biasa dan terlambat melakukan pembayaran, jalan kebangkrutan akan segera dialami dan tidak bisa menghidar tindak lebih lanjut dari kreditor.
2.      Buat Anggaran untuk Keluar dari Utang
Buatlah anggaran terbaru untuk memotong apa saja kebutuhan yang tidak terlalu penting. Sisa uang hasil pemotongan tersebut dapat digunakan untuk melunasi utang sehingga kebangkrutan bisa dihindari.
Baca Juga: Persiapan Menjalankan Bisnis Cuci Sepatu, Cek 5 Hal Penting Ini
Ketika sudah terbiasa hidup dengan anggaran, selain terhindari dari kebangkrutan pengeluaran bulanan dapat dikontrol dengan baik. Kemudian cara tersebut juga bisa digunakan untuk mencari penghasilan tambahan.
3.      Minta Bantuan Kreditur
Beri tahu kreditur ketika sedang mengalami kesulitan keuangan. Tunjukkan kesediaan untuk membayar hutang dan tanyakan apakah mereka dapat membantu meringankan beban dengan menurunkan pembayaran bulanan atau menurunkan suku bunga.
Banyak perusahaan kartu kredit dan bank memiliki program kesulitan yang ditujukan untuk situasi seperti ini. Sebelum mengikuti program tersebut, pastikan pembayaran bulanan dan suku bunga benar-benar turun. Jika tidak, pemohon bisa terjebak dengan pembayaran minimum yang lebih tinggi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8wMS80LzEyNTM4NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;4.      Cari Konseling Kredit Konsumen
Mintalah bantuan seorang profesional untuk mengatasi permasalahan  ini. Temukan konselor kredit konsumen yang memiliki pengalaman bekerja  dengan kreditor untuk mengurangi pembayaran dan suku bunga.
Konselor kredit konsumen dapat membantu proses bekerja sama dengan  kreditor untuk menyusun rencana pengelolaan utang guna melunasi utang  dengan jangka waktu tertentu. Pembayaran rencana pengelolaan utang  mungkin tampak di luar jangkauan, tetapi jika diperhatikan, mungkin  terdapat lubang di anggaran yang memungkinkan untuk melakukan  pembayaran.
5.      Dapatkan Bantuan dari Orang Terdekat
Biasanya meminjam uang dengan orang terdekat, seperti keluarga dan  teman adalah pilihan yang buruk. Namun, terdapat pengecualian jika  mengalami kondisi kebangkrutan.
Pertimbangkan dengan cermat berapa banyak bantuan yang dibutuhkan.  Kemudian, mintalah keluarga atau teman untuk melakukan peminjaman.  Jangan lupa untuk membuat perencanaan pelunasan utang kepada mereka  ketika kondisi keuangan sudah membaik.
6.      Selesaikan dengan Kreditur dan Penagih Utang
Penyelesaian utang biasanya umum dihindari orang banyak. Namun,  ketika menghadapi jurang kebangkrutan hal itu tidaklah normal. Lebih  baik menyelesaikan pelunasan utang dari pada harus mengajukan  kebangkrutan perusahaan.
Pertama, jangan gunakan perusahaan atau konseling penyelesaian utang.  Terlalu banyak waktu dan uang ekstra untuk perusahaan-perusahaan ini.  Kedua, jangan melunasi hutang apa pun yang pembayarannya lancar.
Terus lakukan pembayaran minimum atas setiap utang untuk menjaga  reputasi yang baik. Sebaliknya, fokuslah pada utang yang telah  dibebankan atau dikirim ke penagihan. Terakhir, bersiaplah untuk  membayar jumlah penyelesaian sekaligus setelah kesepakatan dibuat.</content:encoded></item></channel></rss>
