<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Realisasi Program Sejuta Rumah Capai 856.758 Unit, Ini Rinciannya</title><description>Realisasi capaian pembangunan Program Sejuta Rumah telah mencapai 856.758 unit di seluruh Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/19/470/2330547/realisasi-program-sejuta-rumah-capai-856-758-unit-ini-rinciannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/19/470/2330547/realisasi-program-sejuta-rumah-capai-856-758-unit-ini-rinciannya"/><item><title>Realisasi Program Sejuta Rumah Capai 856.758 Unit, Ini Rinciannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/19/470/2330547/realisasi-program-sejuta-rumah-capai-856-758-unit-ini-rinciannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/19/470/2330547/realisasi-program-sejuta-rumah-capai-856-758-unit-ini-rinciannya</guid><pubDate>Sabtu 19 Desember 2020 09:43 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/19/470/2330547/realisasi-program-sejuta-rumah-capai-856-758-unit-ini-rinciannya-N8hkwejux3.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Foto Rumah: Ilustrasi Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/19/470/2330547/realisasi-program-sejuta-rumah-capai-856-758-unit-ini-rinciannya-N8hkwejux3.jpeg</image><title>Foto Rumah: Ilustrasi Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat realisasi capaian pembangunan Program Sejuta Rumah telah mencapai 856.758 unit di seluruh Indonesia.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, program Sejuta Rumah terus dilaksanakan agar setiap warga negara Indonesia dapat memiliki dan tinggal di rumah yang layak huni. Apalagi di masa Pandemi Covid-19 ini rumah menjadi salah satu hal penting bagi masyarakat agar bisa terhindar dari penularan virus.
Baca Juga: Ada Covid-19, 777.708 Unit Rumah Murah Terbangun
 
&amp;ldquo;Program Sejuta Rumah akan tetap dilanjutkan karena rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat yang harus dipenuhi,&amp;rdquo; ujar Basuki dalam keterangan tertulis, Sabtu (19/12/2020).
Sementara itu, Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid mengatakan, dengan pencapaian tersebut merupakan hasil kerja keras dari seluruh pemangku kepentingan bidang perumahan baik pemerintah pusat dan daerah, kementerian/ lembaga terkait, pengembang, perbankan, sektor swasta dan masyarakat. Untuk itu, pihaknya akan terus berupaya agar setiap masyarakat Indonesia minimal bisa menempati ataupun memiliki hunian yang layak huni.
Baca Juga: Pembangunan 1 Juta Rumah Terdampak Covid-19
 
Lebih lanjut Khalawi mengatakan, di saat pandemi Covid-19 ini, kebutuhan akan hunian yang layak huni bagi masyarakat tentunya menjadi salah satu hal yang sangat penting. Pasalnya, hampir sebagian besar masyarakat kini melakukan berbagai aktivitas seperti bekerja, sekolah, berinteraksi dengan keluarga dan melaksanakan ibadah di rumahnya masing-masing.
&quot;Rumah yang layak huni tentunya bisa menjaga masyarakat agar tetap sehat dan bisa melaksanakan aktivitasnya selama masa pandemi Covid-19,&amp;rdquo; ucap Khalawi.


&amp;nbsp;

Dengan pencapaian PSR sebanyak 856.758 unit tersebut terbagi menjadi dua yakni pembangunan perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebanyak 661.715 unit dan rumah untuk non MBR sebanyak 195.043 unit. Pada kegiatan pembangunan PSR tersebut, persentase rumah untuk MBR adalah sebanyak 77% dari total capaian sedangkan sisanya sebanyak 23% adalah rumah untuk non MBR.Untuk capaian perumahan non MBR berasal dari hasil pembangunan rumah  khusus sebanyak 630 unit, rumah swadaya 187.379 unit, dan Dana Alokasi  Khusus (DAK) sebanyak 3.541 unit. Selain itu, pembangunan perumahan juga  dilaksanakan oleh kementerian/ lembaga terkait sebanyak 51.136 unit.
&quot;Pemerintah daerah juga ikut berkontribusi dalam pembangunan rumah  untuk masyarakat dan tercatat sebanyak 33.952 unit rumah telah  dibangun,&amp;rdquo; kata dia.
Khalawi menambahkan, sektor swasta melalui kegiatan Corporate Social  Responsibility (CSR) juga menyumbang hasil pembangunan hunian untuk  masyarakat sebanyak 3.681 unit. Sedangkan hasil pembangunan perumahan  yang dilaksanakan oleh masyarakat tercatat 4.903 unit. Adapun  pembangunan rumah untuk non MBR saat ini tercatat dilaksanakan oleh  pengembang perumahan adalah sebanyak 148.522 unit yang terdiri dari  rumah tapak sebanyak 109.422 unit dan rumah susun sebanyak 39.100 unit.  Sedangkan pembangunan rumah yang dilaksanakan masyarakat untuk rumah non  MBR sebanyak 46.521 unit.
&amp;ldquo;Total capaian PSR dari minggu lalu tepatnya tanggal 7 Desember 2020  adalah 777.708 unit sehingga ada  penambahan pembangunan rumah sebanyak  79.050 unit. Kami berharap hasil capaian rumah bisa mendekati angka  950.000 unit hingga akhir tahun 2020 ini,&amp;rdquo; ucap Khalawi.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat realisasi capaian pembangunan Program Sejuta Rumah telah mencapai 856.758 unit di seluruh Indonesia.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, program Sejuta Rumah terus dilaksanakan agar setiap warga negara Indonesia dapat memiliki dan tinggal di rumah yang layak huni. Apalagi di masa Pandemi Covid-19 ini rumah menjadi salah satu hal penting bagi masyarakat agar bisa terhindar dari penularan virus.
Baca Juga: Ada Covid-19, 777.708 Unit Rumah Murah Terbangun
 
&amp;ldquo;Program Sejuta Rumah akan tetap dilanjutkan karena rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat yang harus dipenuhi,&amp;rdquo; ujar Basuki dalam keterangan tertulis, Sabtu (19/12/2020).
Sementara itu, Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid mengatakan, dengan pencapaian tersebut merupakan hasil kerja keras dari seluruh pemangku kepentingan bidang perumahan baik pemerintah pusat dan daerah, kementerian/ lembaga terkait, pengembang, perbankan, sektor swasta dan masyarakat. Untuk itu, pihaknya akan terus berupaya agar setiap masyarakat Indonesia minimal bisa menempati ataupun memiliki hunian yang layak huni.
Baca Juga: Pembangunan 1 Juta Rumah Terdampak Covid-19
 
Lebih lanjut Khalawi mengatakan, di saat pandemi Covid-19 ini, kebutuhan akan hunian yang layak huni bagi masyarakat tentunya menjadi salah satu hal yang sangat penting. Pasalnya, hampir sebagian besar masyarakat kini melakukan berbagai aktivitas seperti bekerja, sekolah, berinteraksi dengan keluarga dan melaksanakan ibadah di rumahnya masing-masing.
&quot;Rumah yang layak huni tentunya bisa menjaga masyarakat agar tetap sehat dan bisa melaksanakan aktivitasnya selama masa pandemi Covid-19,&amp;rdquo; ucap Khalawi.


&amp;nbsp;

Dengan pencapaian PSR sebanyak 856.758 unit tersebut terbagi menjadi dua yakni pembangunan perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebanyak 661.715 unit dan rumah untuk non MBR sebanyak 195.043 unit. Pada kegiatan pembangunan PSR tersebut, persentase rumah untuk MBR adalah sebanyak 77% dari total capaian sedangkan sisanya sebanyak 23% adalah rumah untuk non MBR.Untuk capaian perumahan non MBR berasal dari hasil pembangunan rumah  khusus sebanyak 630 unit, rumah swadaya 187.379 unit, dan Dana Alokasi  Khusus (DAK) sebanyak 3.541 unit. Selain itu, pembangunan perumahan juga  dilaksanakan oleh kementerian/ lembaga terkait sebanyak 51.136 unit.
&quot;Pemerintah daerah juga ikut berkontribusi dalam pembangunan rumah  untuk masyarakat dan tercatat sebanyak 33.952 unit rumah telah  dibangun,&amp;rdquo; kata dia.
Khalawi menambahkan, sektor swasta melalui kegiatan Corporate Social  Responsibility (CSR) juga menyumbang hasil pembangunan hunian untuk  masyarakat sebanyak 3.681 unit. Sedangkan hasil pembangunan perumahan  yang dilaksanakan oleh masyarakat tercatat 4.903 unit. Adapun  pembangunan rumah untuk non MBR saat ini tercatat dilaksanakan oleh  pengembang perumahan adalah sebanyak 148.522 unit yang terdiri dari  rumah tapak sebanyak 109.422 unit dan rumah susun sebanyak 39.100 unit.  Sedangkan pembangunan rumah yang dilaksanakan masyarakat untuk rumah non  MBR sebanyak 46.521 unit.
&amp;ldquo;Total capaian PSR dari minggu lalu tepatnya tanggal 7 Desember 2020  adalah 777.708 unit sehingga ada  penambahan pembangunan rumah sebanyak  79.050 unit. Kami berharap hasil capaian rumah bisa mendekati angka  950.000 unit hingga akhir tahun 2020 ini,&amp;rdquo; ucap Khalawi.</content:encoded></item></channel></rss>
