<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BLT Rp1,2 Juta Cair, Faktanya Pekerja di Jakarta Paling Banyak Terima</title><description>Pemerintah sudah menyalurkan BLT Subsidi Gaji atau Upah (BSU) kepada lebih dari 11 juta pekerja.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/20/320/2330626/blt-rp1-2-juta-cair-faktanya-pekerja-di-jakarta-paling-banyak-terima</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/20/320/2330626/blt-rp1-2-juta-cair-faktanya-pekerja-di-jakarta-paling-banyak-terima"/><item><title>BLT Rp1,2 Juta Cair, Faktanya Pekerja di Jakarta Paling Banyak Terima</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/20/320/2330626/blt-rp1-2-juta-cair-faktanya-pekerja-di-jakarta-paling-banyak-terima</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/20/320/2330626/blt-rp1-2-juta-cair-faktanya-pekerja-di-jakarta-paling-banyak-terima</guid><pubDate>Minggu 20 Desember 2020 05:30 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/19/320/2330626/blt-rp1-2-juta-cair-faktanya-pekerja-di-jakarta-paling-banyak-terima-32ZOFkzJGh.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/19/320/2330626/blt-rp1-2-juta-cair-faktanya-pekerja-di-jakarta-paling-banyak-terima-32ZOFkzJGh.jpeg</image><title>Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah sudah menyalurkan BLT Subsidi Gaji atau Upah (BSU) kepada lebih dari 11 juta pekerja. Mereka merupakan pekerja yang memiliki gaji atau penghasilan di bawah Rp5 juta dan terkena dampak dari Pandemi Covid-19.
Hingga saat ini, pemerintah sudah menyalurkan bantuan Subsidi gaji termin kedua. Adapun bantuan yang disalurkan adalah Rp1,2 juta untuk dua bulan yakni pada November dan Desember.
Bantuan sosial ini merupakan salah satu upaya pemerintah memulihkan perekonomian nasional serta mengeluarkan Indonesia dari jurang resesi yang lebih dalam akibat pandemi Covid-19.
Ada sejumlah fakta menarik dari penyaluran BLT Subsidi Gaji ini. Berikut Okezone merangkumnya pada Minggu (20/12/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Ternyata BLT Subsidi Gaji Tahap 6 Sudah Ditransfer, Silakan Cek Rekening
1. BLT Subsidi Gaji Belum Cair 100%
 
Hingga 14 Desember 2020, total penyaluran BLT Subsidi gaji termin pertama hingga termin kedua telah mencapai 93,34% atau tersalurkan sebesar Rp 27,96 triliun.
Pada termin pertama, sudah tersalurkan kepada 12,26 juta orang (98,86%) dengan nilai sebesar Rp14,71 triliun. Sedangkan bantuan subsidi gaji pada termin kedua, telah tersalurkan kepada 11,04 juta orang (89%) dengan nilai sebesar Rp13,2 triliun.
Baca Juga:&amp;nbsp;Rekening Bermasalah, Biang Kerok Pencairan BLT Subsidi Gaji
2. Alasan BSU Belum Cair 100%
 
Menaker Ida Fauziyah menjelaskan, secara keseluruhan termin, penyaluran bantuan subsidi/upah belum mencapai 100%. Hal ini disebabkan adanya sejumlah data rekening penerima yang bermasalah, sehingga penyalurannya terhambat, terutama pada termin pertama.
Setelah itu, kata Menaker Ida, BPJS Ketenagakerjaan memiliki mekanisme sendiri terkait perbaikan data rekening penerima yang bermasalah. Apabila data tersebut telah direvisi, maka Bank Penyalur akan kembali menyalurkan bantuan subsidi gaji/upah.
&quot;Jika dilihat dari realisasi tersebut memang belum mencapai 100%. Pada termin pertama, berdasarkan laporan Bank Penyalur, terdapat sejumlah data rekening yang bermasalah dan tidak dapat ditransfer sehingga mengakibatkan retur. Atas adanya rekening retur tersebut, kami kembalikan kepada BPJS Ketenagakerjaan untuk diperbaiki kembali,&quot; jelas Ida
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNi82Ny8xMjQxOTcvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;3. Tenang, Penyaluran BSU Diawasi KPK
Untuk memastikan program berjalan dengan transparan dan akuntabel,  Kemnaker telah meminta pendampingan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),  Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta KPK.
&quot;Kami diaudit oleh BPK dan BPKP, kami dimonitor oleh KPK. Kami  pastikan tidak ada dana yang mengendap di Kemnaker. Kalaupun masih ada  dana retur seluruhnya harus dikembalikan ke Kas Negara,&quot; tegas Menaker  Ida.
4. Bagaimana Kelanjutan 2021
Untuk kelanjutan di tahun 2021, Menaker Ida mengatakan bahwa pihaknya masih akan mendiskusikan dengan KPC PEN.
&quot;Lebih lanjut terkait kebijakan BSU di tahun 2021, saat ini masih  dalam tahap diskusi pembahasan di tingkat Komite PEN. Kemnaker tentu  siap mendukung program yang sangat baik ini kembali muncul tahun depan.  Kita persiapkan desain kebijakannya bersama-sama,&quot; lugasnya.
5. Pekerja Jakarta Paling Banyak Terima Subsidi Gaji
Hingga 14 Desember 2020, total penyaluran BLT subsidi gaji sejak  termin pertama hingga termin kedua telah mencapai 93,34% atau  tersalurkan sebesar Rp 27,96 triliun.
Bila dilihat profil penerimanya, rata-rata memiliki gaji di kisaran  Rp3 juta. Penerima bantuan subsidi gaji/upah berdasarkan provinsi yang  paling banyak antara lain DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa  Timur, Banten, dan Sumatera Utara. Sementara itu, data juga menunjukkan  sebanyak 413.649 perusahaan, pegawainya menerima bantuan subsidi  gaji/upah.
6. Dongkrak Ekonomi Kuartal IB
Dengan adanya bantuan subsidi gaji/upah maupun keseluruhan program  pemulihan ekonomi yang masih berlangsung hingga saat ini, dapat  mendorong roda pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2020 keluar dari zona  resesi.
&quot;Terakhir, saya berpesan jaga kesehatan, pakai masker, cuci tangan,  jaga jarak. Kita berdoa memohon kepada Allah SWT agar Covid-19 ini  segera diangkat dari bumi Indonesia,&quot; pesan sekaligus harapan Menaker.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah sudah menyalurkan BLT Subsidi Gaji atau Upah (BSU) kepada lebih dari 11 juta pekerja. Mereka merupakan pekerja yang memiliki gaji atau penghasilan di bawah Rp5 juta dan terkena dampak dari Pandemi Covid-19.
Hingga saat ini, pemerintah sudah menyalurkan bantuan Subsidi gaji termin kedua. Adapun bantuan yang disalurkan adalah Rp1,2 juta untuk dua bulan yakni pada November dan Desember.
Bantuan sosial ini merupakan salah satu upaya pemerintah memulihkan perekonomian nasional serta mengeluarkan Indonesia dari jurang resesi yang lebih dalam akibat pandemi Covid-19.
Ada sejumlah fakta menarik dari penyaluran BLT Subsidi Gaji ini. Berikut Okezone merangkumnya pada Minggu (20/12/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Ternyata BLT Subsidi Gaji Tahap 6 Sudah Ditransfer, Silakan Cek Rekening
1. BLT Subsidi Gaji Belum Cair 100%
 
Hingga 14 Desember 2020, total penyaluran BLT Subsidi gaji termin pertama hingga termin kedua telah mencapai 93,34% atau tersalurkan sebesar Rp 27,96 triliun.
Pada termin pertama, sudah tersalurkan kepada 12,26 juta orang (98,86%) dengan nilai sebesar Rp14,71 triliun. Sedangkan bantuan subsidi gaji pada termin kedua, telah tersalurkan kepada 11,04 juta orang (89%) dengan nilai sebesar Rp13,2 triliun.
Baca Juga:&amp;nbsp;Rekening Bermasalah, Biang Kerok Pencairan BLT Subsidi Gaji
2. Alasan BSU Belum Cair 100%
 
Menaker Ida Fauziyah menjelaskan, secara keseluruhan termin, penyaluran bantuan subsidi/upah belum mencapai 100%. Hal ini disebabkan adanya sejumlah data rekening penerima yang bermasalah, sehingga penyalurannya terhambat, terutama pada termin pertama.
Setelah itu, kata Menaker Ida, BPJS Ketenagakerjaan memiliki mekanisme sendiri terkait perbaikan data rekening penerima yang bermasalah. Apabila data tersebut telah direvisi, maka Bank Penyalur akan kembali menyalurkan bantuan subsidi gaji/upah.
&quot;Jika dilihat dari realisasi tersebut memang belum mencapai 100%. Pada termin pertama, berdasarkan laporan Bank Penyalur, terdapat sejumlah data rekening yang bermasalah dan tidak dapat ditransfer sehingga mengakibatkan retur. Atas adanya rekening retur tersebut, kami kembalikan kepada BPJS Ketenagakerjaan untuk diperbaiki kembali,&quot; jelas Ida
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNi82Ny8xMjQxOTcvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;3. Tenang, Penyaluran BSU Diawasi KPK
Untuk memastikan program berjalan dengan transparan dan akuntabel,  Kemnaker telah meminta pendampingan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),  Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta KPK.
&quot;Kami diaudit oleh BPK dan BPKP, kami dimonitor oleh KPK. Kami  pastikan tidak ada dana yang mengendap di Kemnaker. Kalaupun masih ada  dana retur seluruhnya harus dikembalikan ke Kas Negara,&quot; tegas Menaker  Ida.
4. Bagaimana Kelanjutan 2021
Untuk kelanjutan di tahun 2021, Menaker Ida mengatakan bahwa pihaknya masih akan mendiskusikan dengan KPC PEN.
&quot;Lebih lanjut terkait kebijakan BSU di tahun 2021, saat ini masih  dalam tahap diskusi pembahasan di tingkat Komite PEN. Kemnaker tentu  siap mendukung program yang sangat baik ini kembali muncul tahun depan.  Kita persiapkan desain kebijakannya bersama-sama,&quot; lugasnya.
5. Pekerja Jakarta Paling Banyak Terima Subsidi Gaji
Hingga 14 Desember 2020, total penyaluran BLT subsidi gaji sejak  termin pertama hingga termin kedua telah mencapai 93,34% atau  tersalurkan sebesar Rp 27,96 triliun.
Bila dilihat profil penerimanya, rata-rata memiliki gaji di kisaran  Rp3 juta. Penerima bantuan subsidi gaji/upah berdasarkan provinsi yang  paling banyak antara lain DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa  Timur, Banten, dan Sumatera Utara. Sementara itu, data juga menunjukkan  sebanyak 413.649 perusahaan, pegawainya menerima bantuan subsidi  gaji/upah.
6. Dongkrak Ekonomi Kuartal IB
Dengan adanya bantuan subsidi gaji/upah maupun keseluruhan program  pemulihan ekonomi yang masih berlangsung hingga saat ini, dapat  mendorong roda pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2020 keluar dari zona  resesi.
&quot;Terakhir, saya berpesan jaga kesehatan, pakai masker, cuci tangan,  jaga jarak. Kita berdoa memohon kepada Allah SWT agar Covid-19 ini  segera diangkat dari bumi Indonesia,&quot; pesan sekaligus harapan Menaker.</content:encoded></item></channel></rss>
