<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Server Kemenkes Down Jadi Penyebab Penumpukan Penumpang di Bandara Soetta</title><description>Server Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengalami gangguan atau down.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/21/320/2331475/server-kemenkes-down-jadi-penyebab-penumpukan-penumpang-di-bandara-soetta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/21/320/2331475/server-kemenkes-down-jadi-penyebab-penumpukan-penumpang-di-bandara-soetta"/><item><title>Server Kemenkes Down Jadi Penyebab Penumpukan Penumpang di Bandara Soetta</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/21/320/2331475/server-kemenkes-down-jadi-penyebab-penumpukan-penumpang-di-bandara-soetta</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/21/320/2331475/server-kemenkes-down-jadi-penyebab-penumpukan-penumpang-di-bandara-soetta</guid><pubDate>Senin 21 Desember 2020 14:47 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/21/320/2331475/server-kemenkes-down-jadi-penyebab-penumpukan-penumpang-di-bandara-soetta-SQj0nCMat1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penumpukan Penumpang di Bandara Soetta (Foto: Twittter)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/21/320/2331475/server-kemenkes-down-jadi-penyebab-penumpukan-penumpang-di-bandara-soetta-SQj0nCMat1.jpg</image><title>Penumpukan Penumpang di Bandara Soetta (Foto: Twittter)</title></images><description>JAKARTA - Ombudsman Republik Indonesia (RI) menyebut antrean panjang yang terjadi pada 19-20 Desember 2020 di Bandara Soekarno-Hatta disebabkan server Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengalami gangguan atau down.

Menurut Anggota Ombudsman Republik Indonesia Alvin Lie, server untuk menampung data Kartu Kewaspadaan Kesehatan elektronik penumpang atau e-HAC (Health Alert Card) sempat tidak bisa diakses.

&quot;Jadi apabila kita lihat apa yang terjadi tanggal 19-20 Desember 2020 kemarin, server Kementerian Kesehatan down, tidak bisa akses (e-HAC),&quot; ujar dia dalam webinar MTI secara virtual, Senin (21/12/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Penumpukan Penumpang di Bandara Soetta Sudah Terurai, Bos AP II: Aman&amp;nbsp;
Dia menjelaskan, akibat server dari Kementerian Kesehatan mengalami gangguan ini, para penumpang yang sudah mengisi data secara elektronik kembali diminta mengulangnya dengan cara manual.

&quot;Saya cek sendiri di Bandara Soetta karena alat pembacanya e-HAC tidak bisa nyambung ke server. Maka itu yang sudah ngisi e-HAC harus ngisi manual lagi. Hal ini yang terjadi kerumunan lagi,&quot; ungkap dia.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8yMS8xLzEyNjI4Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Pihaknya juga menyinggung pemerintah kurang siap dalam memberikan pelayanan e-HAC, khususnya pemangku kebijakan, yakni Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

&quot;Implementasi di lapangan terkait kebijakan perjalanan orang di masa pandemi Covid-19 cenderung asal-asalan dan tidak pernah dievaluasi secara serius,&quot; tandas dia.
</description><content:encoded>JAKARTA - Ombudsman Republik Indonesia (RI) menyebut antrean panjang yang terjadi pada 19-20 Desember 2020 di Bandara Soekarno-Hatta disebabkan server Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengalami gangguan atau down.

Menurut Anggota Ombudsman Republik Indonesia Alvin Lie, server untuk menampung data Kartu Kewaspadaan Kesehatan elektronik penumpang atau e-HAC (Health Alert Card) sempat tidak bisa diakses.

&quot;Jadi apabila kita lihat apa yang terjadi tanggal 19-20 Desember 2020 kemarin, server Kementerian Kesehatan down, tidak bisa akses (e-HAC),&quot; ujar dia dalam webinar MTI secara virtual, Senin (21/12/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Penumpukan Penumpang di Bandara Soetta Sudah Terurai, Bos AP II: Aman&amp;nbsp;
Dia menjelaskan, akibat server dari Kementerian Kesehatan mengalami gangguan ini, para penumpang yang sudah mengisi data secara elektronik kembali diminta mengulangnya dengan cara manual.

&quot;Saya cek sendiri di Bandara Soetta karena alat pembacanya e-HAC tidak bisa nyambung ke server. Maka itu yang sudah ngisi e-HAC harus ngisi manual lagi. Hal ini yang terjadi kerumunan lagi,&quot; ungkap dia.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8yMS8xLzEyNjI4Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Pihaknya juga menyinggung pemerintah kurang siap dalam memberikan pelayanan e-HAC, khususnya pemangku kebijakan, yakni Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

&quot;Implementasi di lapangan terkait kebijakan perjalanan orang di masa pandemi Covid-19 cenderung asal-asalan dan tidak pernah dievaluasi secara serius,&quot; tandas dia.
</content:encoded></item></channel></rss>
