<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Ramal Ekonomi Indonesia 2020 Bisa Minus 2,2%</title><description>Sri Mulyani mengatakan bahwa ekonomi diprediksi minus 1,7% hingga minus 2,2%</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/21/320/2331541/sri-mulyani-ramal-ekonomi-indonesia-2020-bisa-minus-2-2</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/21/320/2331541/sri-mulyani-ramal-ekonomi-indonesia-2020-bisa-minus-2-2"/><item><title>Sri Mulyani Ramal Ekonomi Indonesia 2020 Bisa Minus 2,2%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/21/320/2331541/sri-mulyani-ramal-ekonomi-indonesia-2020-bisa-minus-2-2</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/21/320/2331541/sri-mulyani-ramal-ekonomi-indonesia-2020-bisa-minus-2-2</guid><pubDate>Senin 21 Desember 2020 16:07 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/21/320/2331541/sri-mulyani-ramal-ekonomi-indonesia-2020-bisa-minus-2-2-rSQGbhRy5U.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekonomi Indonesia Diprediksi Minus 2,2%. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/21/320/2331541/sri-mulyani-ramal-ekonomi-indonesia-2020-bisa-minus-2-2-rSQGbhRy5U.jpg</image><title>Ekonomi Indonesia Diprediksi Minus 2,2%. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun ini.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan bahwa ekonomi diprediksi minus 1,7% hingga minus 2,2% , dari proyeksi sebelumnya yang diperkirakan minus 0,6% hingga minus 1,7%.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pengusaha Ramal Ekonomi Indonesia Masih Berjuang Lawan Resesi
&quot;Dalam hal ini, ini menjadi range yang Kementerian Keuangan melihat, terutama sampai minggu kedua Desember ini,&quot; kata Sri Mulyani dalam video virtual, Senin (21/12/2020).
Lanjutnya, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih baik dibandingkan rata-rata negara ASEAN. Malaysia dan Singapura, misalnya, diprediksi minus enam persen, Filipina minus 9,3% . Di sisi lain, Indonesia masih di bawah Vietnam yang diproyeksikan tumbuh 1,6%.
Baca Juga:&amp;nbsp;7 Jurus Maut Sembuhkan Ekonomi dari Covid-19
&quot;Memang sedikit atau lebih baik dibandingkan rata-rata (negara) ASEAN yang lain atau bahkan rata-rata emerging market. Namun kita tetap mewaspadai,&quot; bebernya.
Dia merinci saat ini konsumsi pemerintah untuk keseluruhan tahun diperkirakan berada di kisaran minus 3,1% hingga minus 0,3%. Sedangkan di kuartal IV-2020 mengalami kontraksi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNi82Ny8xMjQyMDAvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Sementara konsumsi pemerintah yang sudah melakukan kerja sangat ekstra keras di kuartal III untuk keseluruhan tahun, masih ada di kisaran antara minus 3,1% untuk keseluruhan tahun ada di kisaran minus 0,3% hingga 0,3 positif,&quot; tuturnya.
Lalu, untuk investasi masih mengalami kontraksi di kisaran 4% yaitu kuartal IV minus 4,3% hingga 4,0%, sehingga keseluruhan tahun untuk investasi masyarakat atau dunia usaha ada di minus 4,5% hingga minus 4,4%.
Kata dia, rata-rata pertumbuhan ekonomi negara berkembang diprediksi akan minus 3,3% di tahun ini. Sementara itu, Amerika Serikat diprediksi akan minus 4,3%, sementara Tiongkok diproyeksi akan tumbuh positif sekitar 1,9% .</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun ini.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan bahwa ekonomi diprediksi minus 1,7% hingga minus 2,2% , dari proyeksi sebelumnya yang diperkirakan minus 0,6% hingga minus 1,7%.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pengusaha Ramal Ekonomi Indonesia Masih Berjuang Lawan Resesi
&quot;Dalam hal ini, ini menjadi range yang Kementerian Keuangan melihat, terutama sampai minggu kedua Desember ini,&quot; kata Sri Mulyani dalam video virtual, Senin (21/12/2020).
Lanjutnya, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih baik dibandingkan rata-rata negara ASEAN. Malaysia dan Singapura, misalnya, diprediksi minus enam persen, Filipina minus 9,3% . Di sisi lain, Indonesia masih di bawah Vietnam yang diproyeksikan tumbuh 1,6%.
Baca Juga:&amp;nbsp;7 Jurus Maut Sembuhkan Ekonomi dari Covid-19
&quot;Memang sedikit atau lebih baik dibandingkan rata-rata (negara) ASEAN yang lain atau bahkan rata-rata emerging market. Namun kita tetap mewaspadai,&quot; bebernya.
Dia merinci saat ini konsumsi pemerintah untuk keseluruhan tahun diperkirakan berada di kisaran minus 3,1% hingga minus 0,3%. Sedangkan di kuartal IV-2020 mengalami kontraksi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNi82Ny8xMjQyMDAvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Sementara konsumsi pemerintah yang sudah melakukan kerja sangat ekstra keras di kuartal III untuk keseluruhan tahun, masih ada di kisaran antara minus 3,1% untuk keseluruhan tahun ada di kisaran minus 0,3% hingga 0,3 positif,&quot; tuturnya.
Lalu, untuk investasi masih mengalami kontraksi di kisaran 4% yaitu kuartal IV minus 4,3% hingga 4,0%, sehingga keseluruhan tahun untuk investasi masyarakat atau dunia usaha ada di minus 4,5% hingga minus 4,4%.
Kata dia, rata-rata pertumbuhan ekonomi negara berkembang diprediksi akan minus 3,3% di tahun ini. Sementara itu, Amerika Serikat diprediksi akan minus 4,3%, sementara Tiongkok diproyeksi akan tumbuh positif sekitar 1,9% .</content:encoded></item></channel></rss>
