<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Optimis Ekonomi Bangkit dan Segera Pulih</title><description>Jokowi menginstruksikan semua Kementerian dan Lembaga bergerak cepat menghadapi pandemi Covid-19</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/22/320/2331940/jokowi-optimis-ekonomi-bangkit-dan-segera-pulih</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/22/320/2331940/jokowi-optimis-ekonomi-bangkit-dan-segera-pulih"/><item><title>Jokowi Optimis Ekonomi Bangkit dan Segera Pulih</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/22/320/2331940/jokowi-optimis-ekonomi-bangkit-dan-segera-pulih</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/22/320/2331940/jokowi-optimis-ekonomi-bangkit-dan-segera-pulih</guid><pubDate>Selasa 22 Desember 2020 10:40 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/22/320/2331940/jokowi-optimis-ekonomi-bangkit-dan-segera-pulih-utv0fC2Si5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Joko Widodo. (Foto: Okezone.com/Biro Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/22/320/2331940/jokowi-optimis-ekonomi-bangkit-dan-segera-pulih-utv0fC2Si5.jpg</image><title>Presiden Joko Widodo. (Foto: Okezone.com/Biro Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan semua Kementerian dan Lembaga bergerak cepat menghadapi pandemi Covid-19. Hal ini supaya ekonomi Indonesia bisa pulih lebih cepat
&quot;Dalam situasi pandemi seperti ini kita semuanya harus mampu bergerak cepat mampu memperkuat kerjasama dan sinergi. saya optimis kita akan bangkit ekonomi kita akan pulih kembali normal,&quot; kata Jokowi dalam video virtual, Selasa (22/12/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Anggaran Covid-19 Baru Terserap Rp483 Triliun, Masih Tersisa Banyak
Menurutnya, secara konsisten kebijakan pemulihan ekonomi yang dijalankan sudah mulai terlihat hasilnya dengan tren perbaikan.
&quot;Seperti ini kita berharap situasi ekonomi kita, perekonomian kita ke depan akan lebih baik dan akan membaik,&quot; imbuhnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Sri Mulyani: Resesi Ekonomi 2020 Sangat Dalam
Lalu, pemerintah akan segera memberikn vaksin gratis kepada seluruh rakyat dan akan dimulai di awal tahun 2021.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8xNi8xLzEyNjEwMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Adanya program vaksinasi ini diharapkan kepercayan publik tentang penanganan Covid-19 akan muncul dan menimbulkan rasa aman di masyarakat.
&quot;Sehingga pemulihan ekonomi diharapkan bisa berjalan dengan lebih cepat,&quot; tandasnya.
Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menilai resesi ekonomi dunia belum berakhir. Sebab pandemi virus Covid-19 membawa dampak yang dalam bagi perekonomian dunia.
Adapun, laporan OECD pertumbuhan ekonomi dunia bisa minus 4,2%. Jika terjadi, maka resesi yang sangat dalam tak bisa terhindarkan.&amp;nbsp;
&quot;Tahun 2020 menurut OECD growth akan mencapai minus 4,2%. Ini berarti resesi yang cukup dalam atau sangat dalam bahkan kalau dibandingkan pada saat guncangan global ekonomi pada saat financial crisis tahun 2008-2009,&quot; tutur Sri Mulyani.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan semua Kementerian dan Lembaga bergerak cepat menghadapi pandemi Covid-19. Hal ini supaya ekonomi Indonesia bisa pulih lebih cepat
&quot;Dalam situasi pandemi seperti ini kita semuanya harus mampu bergerak cepat mampu memperkuat kerjasama dan sinergi. saya optimis kita akan bangkit ekonomi kita akan pulih kembali normal,&quot; kata Jokowi dalam video virtual, Selasa (22/12/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Anggaran Covid-19 Baru Terserap Rp483 Triliun, Masih Tersisa Banyak
Menurutnya, secara konsisten kebijakan pemulihan ekonomi yang dijalankan sudah mulai terlihat hasilnya dengan tren perbaikan.
&quot;Seperti ini kita berharap situasi ekonomi kita, perekonomian kita ke depan akan lebih baik dan akan membaik,&quot; imbuhnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Sri Mulyani: Resesi Ekonomi 2020 Sangat Dalam
Lalu, pemerintah akan segera memberikn vaksin gratis kepada seluruh rakyat dan akan dimulai di awal tahun 2021.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8xNi8xLzEyNjEwMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Adanya program vaksinasi ini diharapkan kepercayan publik tentang penanganan Covid-19 akan muncul dan menimbulkan rasa aman di masyarakat.
&quot;Sehingga pemulihan ekonomi diharapkan bisa berjalan dengan lebih cepat,&quot; tandasnya.
Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menilai resesi ekonomi dunia belum berakhir. Sebab pandemi virus Covid-19 membawa dampak yang dalam bagi perekonomian dunia.
Adapun, laporan OECD pertumbuhan ekonomi dunia bisa minus 4,2%. Jika terjadi, maka resesi yang sangat dalam tak bisa terhindarkan.&amp;nbsp;
&quot;Tahun 2020 menurut OECD growth akan mencapai minus 4,2%. Ini berarti resesi yang cukup dalam atau sangat dalam bahkan kalau dibandingkan pada saat guncangan global ekonomi pada saat financial crisis tahun 2008-2009,&quot; tutur Sri Mulyani.</content:encoded></item></channel></rss>
