<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi Indonesia Pulih Tergantung China dan AS, Kok Bisa?</title><description>Bank Indonesia (BI) menyiapkan langkah dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/22/320/2332149/ekonomi-indonesia-pulih-tergantung-china-dan-as-kok-bisa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/22/320/2332149/ekonomi-indonesia-pulih-tergantung-china-dan-as-kok-bisa"/><item><title>Ekonomi Indonesia Pulih Tergantung China dan AS, Kok Bisa?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/22/320/2332149/ekonomi-indonesia-pulih-tergantung-china-dan-as-kok-bisa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/22/320/2332149/ekonomi-indonesia-pulih-tergantung-china-dan-as-kok-bisa</guid><pubDate>Selasa 22 Desember 2020 15:00 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/22/320/2332149/ekonomi-indonesia-pulih-tergantung-china-dan-as-kok-bisa-aWcySBa9Xr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur BI Perry Warjiyo (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/22/320/2332149/ekonomi-indonesia-pulih-tergantung-china-dan-as-kok-bisa-aWcySBa9Xr.jpg</image><title>Gubernur BI Perry Warjiyo (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyiapkan langkah dalam  mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4,8% hingga 5,8% pada 2021.


Gubernur BI Perry Warjiyo optimistis kinerja ekspor pada tahun depan akan semakin baik. Keyakinan ini seiring dengan perbaikan ekonomi global, khususnya negara mitra dagang utama Indonesia

&quot;Ekspor tahun depan akan semakin baik, ini didukung oleh pertumbuhan ekonomi global yang akan membaik, seperti kami perkirakan di 2021 tumbuh 5%,&quot; kata Perry dalam video virtual, Selasa (22/12/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Menko Airlangga Beberkan Peluang Pemulihan Ekonomi 2021
Menurutnya, China sebagai salah satu negara mitra dagang Indonesia yang akan ekonominya diperkirakan akan tumbuh 7,8% serta Amerika Serikat (AS) yang diperkirakan tumbuh 4,3%.

&amp;ldquo;Ini adalah sumber pertumbuhan ekonomi dari ekspor,&amp;rdquo; kata dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNi82Ny8xMjQyMDAvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Kedua, lanjut Perry, yakni dari sisi konsumsi, baik swasta maupun pemerintah. Dia mengatakan, bantuan pemerintah untuk perlindungan sosial juga akan terus mendukung daya beli masyarakat.

Ketiga, yakni dari sisi investasi. Perry memperkirakan investasi pada 2021 akan terakselerasi, tercermin dari belanja pemerintah di bidang infrastruktur yang besar, juga didukung oleh implementasi UU Cipta Kerja.


&quot;Pemerintah di bidang infrastruktur yang besar, juga didukung oleh implementasi UU Cipta Kerja,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyiapkan langkah dalam  mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4,8% hingga 5,8% pada 2021.


Gubernur BI Perry Warjiyo optimistis kinerja ekspor pada tahun depan akan semakin baik. Keyakinan ini seiring dengan perbaikan ekonomi global, khususnya negara mitra dagang utama Indonesia

&quot;Ekspor tahun depan akan semakin baik, ini didukung oleh pertumbuhan ekonomi global yang akan membaik, seperti kami perkirakan di 2021 tumbuh 5%,&quot; kata Perry dalam video virtual, Selasa (22/12/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Menko Airlangga Beberkan Peluang Pemulihan Ekonomi 2021
Menurutnya, China sebagai salah satu negara mitra dagang Indonesia yang akan ekonominya diperkirakan akan tumbuh 7,8% serta Amerika Serikat (AS) yang diperkirakan tumbuh 4,3%.

&amp;ldquo;Ini adalah sumber pertumbuhan ekonomi dari ekspor,&amp;rdquo; kata dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNi82Ny8xMjQyMDAvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Kedua, lanjut Perry, yakni dari sisi konsumsi, baik swasta maupun pemerintah. Dia mengatakan, bantuan pemerintah untuk perlindungan sosial juga akan terus mendukung daya beli masyarakat.

Ketiga, yakni dari sisi investasi. Perry memperkirakan investasi pada 2021 akan terakselerasi, tercermin dari belanja pemerintah di bidang infrastruktur yang besar, juga didukung oleh implementasi UU Cipta Kerja.


&quot;Pemerintah di bidang infrastruktur yang besar, juga didukung oleh implementasi UU Cipta Kerja,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
