<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sifat Perfeksionis Ternyata Bisa Hancurkan Karier Bisnis, Ini Alasannya</title><description>Banyak orang bersikap perfeksionis untuk mencapai kesuksesan. Namun, faktanya &amp;lsquo;kesempurnaan&amp;rsquo; tidak selalu yang terbaik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/26/455/2333842/sifat-perfeksionis-ternyata-bisa-hancurkan-karier-bisnis-ini-alasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/26/455/2333842/sifat-perfeksionis-ternyata-bisa-hancurkan-karier-bisnis-ini-alasannya"/><item><title>Sifat Perfeksionis Ternyata Bisa Hancurkan Karier Bisnis, Ini Alasannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/26/455/2333842/sifat-perfeksionis-ternyata-bisa-hancurkan-karier-bisnis-ini-alasannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/26/455/2333842/sifat-perfeksionis-ternyata-bisa-hancurkan-karier-bisnis-ini-alasannya</guid><pubDate>Sabtu 26 Desember 2020 22:08 WIB</pubDate><dc:creator>Dian Ayu Anggraini</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/25/455/2333842/sifat-perfeksionis-ternyata-bisa-hancurkan-karier-bisnis-ini-alasannya-WRAmvjBRiJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Tips Memulai Bisnis (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/25/455/2333842/sifat-perfeksionis-ternyata-bisa-hancurkan-karier-bisnis-ini-alasannya-WRAmvjBRiJ.jpg</image><title>Ilustrasi Tips Memulai Bisnis (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Banyak orang bersikap perfeksionis untuk mencapai kesuksesan. Namun, faktanya &amp;lsquo;kesempurnaan&amp;rsquo; tidak selalu yang terbaik. Nyatanya, mengejar kesempurnaan hanya akan menghancurkan bisnis yang dijalankan.
Berjuang untuk kesempurnaan mungkin akan memberi keuntungan besar, mulai dari penghargaan finansial yang sangat besar, pencapaian karier, dan banyak lagi. Akan tetapi, ini juga memberi banyak tekanan yang akhirnya menyebabkan kegagalan.
Dilansir dari The Balance Small Business Jakarta, Sabtu (26/12/2020), psikolog menganggap perfeksionisme sebagai gangguan. Beberapa pemikir bisnis terkemuka juga melarang pengusaha untuk mencoba menjadi sempurna. Berikut beberapa alasan mengapa sifat perfeksionis dapat menghancurkan karier bisnis.
Baca Juga: 7 Rahasia di Balik Kesuksesan Bisnis Rumahan
 
1.      Harapan akan menjadi tidak realistis dan hampir mustahil untuk dipenuhi
Jika bersikeras berusaha keras untuk menciptakan produk yang benar-benar sempurna, maka seorang pengusaha akan dibebani dengan serangkaian hal yang perlu dikembangkan oleh tim. Bahkan ketika ada salah sedikit, akan dianggap kesalahan fatal dan harus mengulang dari awal. Ini akan membuat bisnis sulit maju dan berkembang.
2.      Akan dihadapkan pada tingkat stres yang berlebihan
Karena tolok ukur kesuksesan yang terlalu tinggi, dapat menyebabkan stres. Sebab, ini akan membuat hidup terasa seperti sebuah pertarungan. Begitu banyak upaya akan dilakukan untuk menyempurnakan bahkan yang tidak penting sekalipun. Akhirnya hanya akan membuat pengusaha kelelahan dan berada di posisi yang jauh lebih rendah.
Baca Juga: Tambah Pemasukan dari 5 Bisnis Rumahan
3.      Kreativitas akan habis
Kesempurnaan membutuhkan lebih banyak usaha. Jika memberikan hasil berkualitas tinggi dalam bisnis tentunya akan menghabiskan banyak energi kreatif, maka pencarian kesempurnaan hanya akan membuat kemunduran.
4.      Berisiko merusak kesehatan
Dalam beberapa kasus, perfeksionisme dianggap sebagai masalah psikologis. Selain itu, perfeksionis juga dapat membahayakan kesehatan fisik. Bayangkan saja berapa jam tidur dan makan yang dilewatkan untuk mencapai hasil kerja yang sempurna. Tentunya ini memiliki potensi merusak Kesehatan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8yMy80LzEyNDk5NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
5.      Menyia-nyiakan waktu dan peluang yang berharga
Alasan utama para ahli melarang pengusaha untuk menjadi perfeksionis, adalah karena dapat membuang waktu dan peluang berharga. Perfeksionis membuat pengusaha menghabiskan terlalu banyak waktu untuk merencanakan dan menyempurnakan produk sebelum meluncurkannya. Selalu luncurkan bahkan sebelum dirasa siap, karena itulah satu-satunya cara untuk mengumpulkan umpan balik berharga yang akan membantu meningkatkan kualitas produk.6.      Akan hancur saat gagal
Karena perfeksionis menetapkan standar yang sangat tinggi untuk diri  mereka sendiri, risiko kegagalan besar juga sama tingginya. Sudah banyak  kasus orang yang memilih mengakhiri hidupnya, karena merasa telah  melakukan semuanya dengan sempurna namun tetap gagal.
7.      Tidak akan terbuka untuk berkompromi
Fleksibilitas adalah sifat yang sangat langka di antara orang yang  keras kepala dan perfeksionis idealis. Namun di kalangan wirausahawan,  bersikap fleksibel sangat diperlukan. Pengusaha hebat harus cepat  beradaptasi dengan perubahan realitas bisnis. Menjadikannya inovator dan  pemikir kreatif yang lebih baik daripada kebanyakan perfeksionis.
8.      Akan lebih menghindari risiko
Memikirkan tentang kegagalan dapat menghalangi pengambilan langkah  berikutnya. Pengusaha sukses, berkembang dengan belajar dari kesalahan  dan terus maju. Dan hampir semuanya mengalami kegagalan besar di  sepanjang jalan.
9.      Dianggap &amp;lsquo;monster&amp;rsquo; oleh rekan kerja dan karyawan
Perfeksionisme yang tak terkendali dapat mengubah seorang pengusaha  menjadi seperti &amp;lsquo;monster&amp;rsquo;. Ada kecenderungan untuk menolak orang yang  tidak sesuai dengan tuntutan standar yang ditetapkan sendiri. Dalam  banyak kasus, itu hanya membuat kekecewaan bagi semua pihak yang  terlibat.
10.  Tidak akan menemukan kebahagiaan sejati
Profesor riset Brene Brown mengatakan, jika ingin Bahagia maka  berhentilah berusaha menjadi sempurna. Dalam dunia bisnis yang serba  cepat, lebih baik membidik keunggulan, daripada berusaha keras menuju  kesempurnaan. Menghabiskan terlalu banyak waktu untuk menyempurnakan  bisnis sama sekali tidak memiliki tempat di era bisnis digital seperti  saat ini.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Banyak orang bersikap perfeksionis untuk mencapai kesuksesan. Namun, faktanya &amp;lsquo;kesempurnaan&amp;rsquo; tidak selalu yang terbaik. Nyatanya, mengejar kesempurnaan hanya akan menghancurkan bisnis yang dijalankan.
Berjuang untuk kesempurnaan mungkin akan memberi keuntungan besar, mulai dari penghargaan finansial yang sangat besar, pencapaian karier, dan banyak lagi. Akan tetapi, ini juga memberi banyak tekanan yang akhirnya menyebabkan kegagalan.
Dilansir dari The Balance Small Business Jakarta, Sabtu (26/12/2020), psikolog menganggap perfeksionisme sebagai gangguan. Beberapa pemikir bisnis terkemuka juga melarang pengusaha untuk mencoba menjadi sempurna. Berikut beberapa alasan mengapa sifat perfeksionis dapat menghancurkan karier bisnis.
Baca Juga: 7 Rahasia di Balik Kesuksesan Bisnis Rumahan
 
1.      Harapan akan menjadi tidak realistis dan hampir mustahil untuk dipenuhi
Jika bersikeras berusaha keras untuk menciptakan produk yang benar-benar sempurna, maka seorang pengusaha akan dibebani dengan serangkaian hal yang perlu dikembangkan oleh tim. Bahkan ketika ada salah sedikit, akan dianggap kesalahan fatal dan harus mengulang dari awal. Ini akan membuat bisnis sulit maju dan berkembang.
2.      Akan dihadapkan pada tingkat stres yang berlebihan
Karena tolok ukur kesuksesan yang terlalu tinggi, dapat menyebabkan stres. Sebab, ini akan membuat hidup terasa seperti sebuah pertarungan. Begitu banyak upaya akan dilakukan untuk menyempurnakan bahkan yang tidak penting sekalipun. Akhirnya hanya akan membuat pengusaha kelelahan dan berada di posisi yang jauh lebih rendah.
Baca Juga: Tambah Pemasukan dari 5 Bisnis Rumahan
3.      Kreativitas akan habis
Kesempurnaan membutuhkan lebih banyak usaha. Jika memberikan hasil berkualitas tinggi dalam bisnis tentunya akan menghabiskan banyak energi kreatif, maka pencarian kesempurnaan hanya akan membuat kemunduran.
4.      Berisiko merusak kesehatan
Dalam beberapa kasus, perfeksionisme dianggap sebagai masalah psikologis. Selain itu, perfeksionis juga dapat membahayakan kesehatan fisik. Bayangkan saja berapa jam tidur dan makan yang dilewatkan untuk mencapai hasil kerja yang sempurna. Tentunya ini memiliki potensi merusak Kesehatan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8yMy80LzEyNDk5NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
5.      Menyia-nyiakan waktu dan peluang yang berharga
Alasan utama para ahli melarang pengusaha untuk menjadi perfeksionis, adalah karena dapat membuang waktu dan peluang berharga. Perfeksionis membuat pengusaha menghabiskan terlalu banyak waktu untuk merencanakan dan menyempurnakan produk sebelum meluncurkannya. Selalu luncurkan bahkan sebelum dirasa siap, karena itulah satu-satunya cara untuk mengumpulkan umpan balik berharga yang akan membantu meningkatkan kualitas produk.6.      Akan hancur saat gagal
Karena perfeksionis menetapkan standar yang sangat tinggi untuk diri  mereka sendiri, risiko kegagalan besar juga sama tingginya. Sudah banyak  kasus orang yang memilih mengakhiri hidupnya, karena merasa telah  melakukan semuanya dengan sempurna namun tetap gagal.
7.      Tidak akan terbuka untuk berkompromi
Fleksibilitas adalah sifat yang sangat langka di antara orang yang  keras kepala dan perfeksionis idealis. Namun di kalangan wirausahawan,  bersikap fleksibel sangat diperlukan. Pengusaha hebat harus cepat  beradaptasi dengan perubahan realitas bisnis. Menjadikannya inovator dan  pemikir kreatif yang lebih baik daripada kebanyakan perfeksionis.
8.      Akan lebih menghindari risiko
Memikirkan tentang kegagalan dapat menghalangi pengambilan langkah  berikutnya. Pengusaha sukses, berkembang dengan belajar dari kesalahan  dan terus maju. Dan hampir semuanya mengalami kegagalan besar di  sepanjang jalan.
9.      Dianggap &amp;lsquo;monster&amp;rsquo; oleh rekan kerja dan karyawan
Perfeksionisme yang tak terkendali dapat mengubah seorang pengusaha  menjadi seperti &amp;lsquo;monster&amp;rsquo;. Ada kecenderungan untuk menolak orang yang  tidak sesuai dengan tuntutan standar yang ditetapkan sendiri. Dalam  banyak kasus, itu hanya membuat kekecewaan bagi semua pihak yang  terlibat.
10.  Tidak akan menemukan kebahagiaan sejati
Profesor riset Brene Brown mengatakan, jika ingin Bahagia maka  berhentilah berusaha menjadi sempurna. Dalam dunia bisnis yang serba  cepat, lebih baik membidik keunggulan, daripada berusaha keras menuju  kesempurnaan. Menghabiskan terlalu banyak waktu untuk menyempurnakan  bisnis sama sekali tidak memiliki tempat di era bisnis digital seperti  saat ini.</content:encoded></item></channel></rss>
