<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jenis Baru Virus Covid-19 Muncul, Pemulihan Ekonomi Dunia Terganggu</title><description>Sejumlah negara di Kawasan Eropa kembali melakukan pembatasan atau lockdown karena munculnya jenis baru virus Covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/27/320/2334219/jenis-baru-virus-covid-19-muncul-pemulihan-ekonomi-dunia-terganggu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/27/320/2334219/jenis-baru-virus-covid-19-muncul-pemulihan-ekonomi-dunia-terganggu"/><item><title>Jenis Baru Virus Covid-19 Muncul, Pemulihan Ekonomi Dunia Terganggu</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/27/320/2334219/jenis-baru-virus-covid-19-muncul-pemulihan-ekonomi-dunia-terganggu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/27/320/2334219/jenis-baru-virus-covid-19-muncul-pemulihan-ekonomi-dunia-terganggu</guid><pubDate>Minggu 27 Desember 2020 06:34 WIB</pubDate><dc:creator>Dian Ayu Anggraini</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/26/320/2334219/jenis-baru-virus-covid-19-muncul-pemulihan-ekonomi-dunia-terganggu-HuAbGYTIfV.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/26/320/2334219/jenis-baru-virus-covid-19-muncul-pemulihan-ekonomi-dunia-terganggu-HuAbGYTIfV.jpeg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Sejumlah negara di Kawasan Eropa kembali melakukan pembatasan atau lockdown karena munculnya jenis baru virus Covid-19. Hal ini berimbas pada terhambatnya pemulihan ekonomi dunia.
&quot;Adanya varian virus corona yang baru kemungkinan besar akan mengakibatkan hampir semua negara akan kembali menutup hubungan pariwisata dan mobilitas penduduk dari negara lain terutama dari Amerika Serikat,&quot; kata Nailul Huda saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (26/12/2020).
Adanya pembatasan kegiatan ini akan memperlambat perekonomian terutama di bidang pariwisata. Selain itu, varian baru virus corona ini juga dikhawatirkan akan mengganggu pemulihan ekonomi global.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNi82Ny8xMjQyMDAvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Karena ada kekhawatiran vaksin yang sudah dikembangkan tidak cocok kepada varian baru corona ini,&quot; katanya.
Saat ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bersama para ilmuwan tengah melakukan penelitian terhadap virus Covid-19 jenis baru yang pertama kali ditemukan di Afrika dan Inggris. Namun, diketahui kini sudah menyebar ke beberapa negara, salah satunya Australia.
Baca Selengkapnya: Pemulihan Ekonomi Terhambat Munculnya Jenis Baru Virus Covid-19
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Sejumlah negara di Kawasan Eropa kembali melakukan pembatasan atau lockdown karena munculnya jenis baru virus Covid-19. Hal ini berimbas pada terhambatnya pemulihan ekonomi dunia.
&quot;Adanya varian virus corona yang baru kemungkinan besar akan mengakibatkan hampir semua negara akan kembali menutup hubungan pariwisata dan mobilitas penduduk dari negara lain terutama dari Amerika Serikat,&quot; kata Nailul Huda saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (26/12/2020).
Adanya pembatasan kegiatan ini akan memperlambat perekonomian terutama di bidang pariwisata. Selain itu, varian baru virus corona ini juga dikhawatirkan akan mengganggu pemulihan ekonomi global.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNi82Ny8xMjQyMDAvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Karena ada kekhawatiran vaksin yang sudah dikembangkan tidak cocok kepada varian baru corona ini,&quot; katanya.
Saat ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bersama para ilmuwan tengah melakukan penelitian terhadap virus Covid-19 jenis baru yang pertama kali ditemukan di Afrika dan Inggris. Namun, diketahui kini sudah menyebar ke beberapa negara, salah satunya Australia.
Baca Selengkapnya: Pemulihan Ekonomi Terhambat Munculnya Jenis Baru Virus Covid-19
</content:encoded></item></channel></rss>
