<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Murah Meriah, Biaya Tes Covid-19 dari Hembusan Napas Cuma Rp15.000-Rp25.000   </title><description>Alat pendeteksi Covid-19 hasil produksi Universitas Gadjah Mada (UGM) GeNose telah mengantongi izin edar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/28/320/2334543/murah-meriah-biaya-tes-covid-19-dari-hembusan-napas-cuma-rp15-000-rp25-000</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/28/320/2334543/murah-meriah-biaya-tes-covid-19-dari-hembusan-napas-cuma-rp15-000-rp25-000"/><item><title> Murah Meriah, Biaya Tes Covid-19 dari Hembusan Napas Cuma Rp15.000-Rp25.000   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/28/320/2334543/murah-meriah-biaya-tes-covid-19-dari-hembusan-napas-cuma-rp15-000-rp25-000</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/28/320/2334543/murah-meriah-biaya-tes-covid-19-dari-hembusan-napas-cuma-rp15-000-rp25-000</guid><pubDate>Senin 28 Desember 2020 07:24 WIB</pubDate><dc:creator>Reza Andrafirdaus</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/27/320/2334543/murah-meriah-biaya-tes-covid-19-dari-hembusan-napas-cuma-rp15-000-rp25-000-C4HcsXfe27.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Covid-19 (Foto: Webmd)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/27/320/2334543/murah-meriah-biaya-tes-covid-19-dari-hembusan-napas-cuma-rp15-000-rp25-000-C4HcsXfe27.jpg</image><title>Covid-19 (Foto: Webmd)</title></images><description>JAKARTA - Alat pendeteksi Covid-19 hasil produksi Universitas Gadjah Mada (UGM) GeNose telah mengantongi izin edar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sejak Kamis (24/12/2020).

&amp;ldquo;Alhamdulillah, berkat doa dan dukungan luar biasa dari banyak pihak GeNose Covid-19 secara resmi mendapatkan izin edar untuk mulai dapat pengakuan oleh regulator, yakni Kemenkes, dalam membantu penanganan Covid-19 melalui skrining cepat,&amp;rdquo; ujar Ketua tim pengembang GeNose Kuwat Triyana melalui saat dihubungi MNC News Portal, Minggu (27/12/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xMy85LzEyMzM0OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dalam batch pertama, Kuwat menyebut ada 100 unit GeNose yang siap diedarkan di masyrakat. Meski masih terbatas, diharapkan dapat membantu pemerintah melakukan penanganan Covid-19 di Indonesia.

UGM juga siap memproduksi massal alat pendeteksi Covid-19 itu. Di mana, akan ada 1.000 unit yang diproduksi. Jumlah itu diyakini mampu menguji 120.000 orang per harinya, dan bila ada 10.000 unit sesuai target di akhir bulan Februari 2021, maka Indonesia akan menunjukkan jumlah tes Covid-19 per hari terbanyak di dunia yakni 1,2 juta orang per hari.

&amp;nbsp;
Baca Selengkapnya: Kini RI Miliki Alat Deteksi Covid-19 Lewat Hembusan Napas</description><content:encoded>JAKARTA - Alat pendeteksi Covid-19 hasil produksi Universitas Gadjah Mada (UGM) GeNose telah mengantongi izin edar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sejak Kamis (24/12/2020).

&amp;ldquo;Alhamdulillah, berkat doa dan dukungan luar biasa dari banyak pihak GeNose Covid-19 secara resmi mendapatkan izin edar untuk mulai dapat pengakuan oleh regulator, yakni Kemenkes, dalam membantu penanganan Covid-19 melalui skrining cepat,&amp;rdquo; ujar Ketua tim pengembang GeNose Kuwat Triyana melalui saat dihubungi MNC News Portal, Minggu (27/12/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xMy85LzEyMzM0OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dalam batch pertama, Kuwat menyebut ada 100 unit GeNose yang siap diedarkan di masyrakat. Meski masih terbatas, diharapkan dapat membantu pemerintah melakukan penanganan Covid-19 di Indonesia.

UGM juga siap memproduksi massal alat pendeteksi Covid-19 itu. Di mana, akan ada 1.000 unit yang diproduksi. Jumlah itu diyakini mampu menguji 120.000 orang per harinya, dan bila ada 10.000 unit sesuai target di akhir bulan Februari 2021, maka Indonesia akan menunjukkan jumlah tes Covid-19 per hari terbanyak di dunia yakni 1,2 juta orang per hari.

&amp;nbsp;
Baca Selengkapnya: Kini RI Miliki Alat Deteksi Covid-19 Lewat Hembusan Napas</content:encoded></item></channel></rss>
