<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri Trenggono Ditantang Cabut Aturan KKP yang Bermasalah</title><description>Presiden Joko Widodo telah melantik Sakti Wahyu Trenggono sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/28/320/2334902/menteri-trenggono-ditantang-cabut-aturan-kkp-yang-bermasalah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/28/320/2334902/menteri-trenggono-ditantang-cabut-aturan-kkp-yang-bermasalah"/><item><title>Menteri Trenggono Ditantang Cabut Aturan KKP yang Bermasalah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/28/320/2334902/menteri-trenggono-ditantang-cabut-aturan-kkp-yang-bermasalah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/28/320/2334902/menteri-trenggono-ditantang-cabut-aturan-kkp-yang-bermasalah</guid><pubDate>Senin 28 Desember 2020 12:50 WIB</pubDate><dc:creator>Oktiani Endarwati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/28/320/2334902/menteri-trenggono-ditantang-cabut-aturan-kkp-yang-bermasalah-dfshTwBlnv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nelayan (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/28/320/2334902/menteri-trenggono-ditantang-cabut-aturan-kkp-yang-bermasalah-dfshTwBlnv.jpg</image><title>Nelayan (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo telah melantik Sakti Wahyu Trenggono sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, menggantikan Edhy Prabowo yang tersangkut kasus korupsi ekspor benih lobster.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) Susan Herawati mengatakan, menteri yang baru ini harus berani mencabut Peraturan Menteri (Permen) yang bermasalah mulai dari Permen terkait lobster dan penggunaan alat tangkap yang merusak. Sementara di sisi lain harus membangun dan memastikan nelayan ini bisa berdaulat dan sejahtera.
Baca Juga:&amp;nbsp; Sakti Wahyu Trenggono Jadi Menteri KKP, Kiara Kecewa
 
&quot;Ini sebenarnya yang menjadi PR besar bagi Menteri Trenggono di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) karena di bawah itu masih teriak-teriak. Mereka merasakan betul lautnya dirusak oleh alat tangkap,&quot; ujarnya pada Market Review IDX Channel, Senin (28/12/2020).
Baca Juga: 5 Fakta Trenggono Jadi Menteri KKP, Evaluasi Ekspor Benur hingga Didukung Susi
 
Susan melanjutkan, program-program ke depan juga harus transparan dan adil. Menteri Trenggono harus segera menjalankan amanat Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan. Menteri baru harus bisa memposisikan diri mendukung nelayan dan perempuan nelayan yang selama ini berada di wilayah-wilayah konflik.
&quot;Beliau harus segera turun ke lapangan dan program ke depan harus disampaikan ke masyarakat luas. Jangan sampai ada kejadian seperti beberapa waktu lalu yang berujung dengan kasus korupsi,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8yMy8xLzEyNjM5Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Soal penunjukkan Sakti, Susan Herawati mengakui kecewa terhadap  pilihan Presiden Jokowi. Menurut dia, Menteri Kelautan dan Perikanan  yang baru harus bebas dari kepentingan atas kekuasaan.
&quot;Keputusan yang diambil tidak lepas dari membagi-bagi kekuasaan  dengan kepentingan segelintir orang. Tentu memberikan kekecewaan yang  luar biasa buat kita ini,&quot; ujarnya.
Susan melanjutkan, sosok yang dipilih seharusnya yang paham dan  berpihak terhadap masyarakat bahari. Sementara Menteri Trenggono dikenal  sebagai pengusaha, politikus, dan terakhir menjabat sebagai Wakil  Menteri Pertahanan.
&quot;Banyak sekali akademisi, orang-orang hebat yang punya kemampuan  untuk memperbaiki tata kelola kelautan dan perikanan tetapi kenapa yang  dipilih malah orang-orang yang berkaitan dengan membalas budi. Ini yang  jadi catatan buat kami,&quot; ungkapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo telah melantik Sakti Wahyu Trenggono sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, menggantikan Edhy Prabowo yang tersangkut kasus korupsi ekspor benih lobster.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) Susan Herawati mengatakan, menteri yang baru ini harus berani mencabut Peraturan Menteri (Permen) yang bermasalah mulai dari Permen terkait lobster dan penggunaan alat tangkap yang merusak. Sementara di sisi lain harus membangun dan memastikan nelayan ini bisa berdaulat dan sejahtera.
Baca Juga:&amp;nbsp; Sakti Wahyu Trenggono Jadi Menteri KKP, Kiara Kecewa
 
&quot;Ini sebenarnya yang menjadi PR besar bagi Menteri Trenggono di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) karena di bawah itu masih teriak-teriak. Mereka merasakan betul lautnya dirusak oleh alat tangkap,&quot; ujarnya pada Market Review IDX Channel, Senin (28/12/2020).
Baca Juga: 5 Fakta Trenggono Jadi Menteri KKP, Evaluasi Ekspor Benur hingga Didukung Susi
 
Susan melanjutkan, program-program ke depan juga harus transparan dan adil. Menteri Trenggono harus segera menjalankan amanat Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan. Menteri baru harus bisa memposisikan diri mendukung nelayan dan perempuan nelayan yang selama ini berada di wilayah-wilayah konflik.
&quot;Beliau harus segera turun ke lapangan dan program ke depan harus disampaikan ke masyarakat luas. Jangan sampai ada kejadian seperti beberapa waktu lalu yang berujung dengan kasus korupsi,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8yMy8xLzEyNjM5Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Soal penunjukkan Sakti, Susan Herawati mengakui kecewa terhadap  pilihan Presiden Jokowi. Menurut dia, Menteri Kelautan dan Perikanan  yang baru harus bebas dari kepentingan atas kekuasaan.
&quot;Keputusan yang diambil tidak lepas dari membagi-bagi kekuasaan  dengan kepentingan segelintir orang. Tentu memberikan kekecewaan yang  luar biasa buat kita ini,&quot; ujarnya.
Susan melanjutkan, sosok yang dipilih seharusnya yang paham dan  berpihak terhadap masyarakat bahari. Sementara Menteri Trenggono dikenal  sebagai pengusaha, politikus, dan terakhir menjabat sebagai Wakil  Menteri Pertahanan.
&quot;Banyak sekali akademisi, orang-orang hebat yang punya kemampuan  untuk memperbaiki tata kelola kelautan dan perikanan tetapi kenapa yang  dipilih malah orang-orang yang berkaitan dengan membalas budi. Ini yang  jadi catatan buat kami,&quot; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
