<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi China 2021 Diprediksi Tumbuh 7,8%</title><description>Pertumbuhan ekonomi Tiongkok diprediksi meningkat hingga 7,8% pada 2021, setelah hanya tumbuh 2% pada tahun ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/28/320/2334909/ekonomi-china-2021-diprediksi-tumbuh-7-8</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/28/320/2334909/ekonomi-china-2021-diprediksi-tumbuh-7-8"/><item><title>Ekonomi China 2021 Diprediksi Tumbuh 7,8%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/28/320/2334909/ekonomi-china-2021-diprediksi-tumbuh-7-8</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/28/320/2334909/ekonomi-china-2021-diprediksi-tumbuh-7-8</guid><pubDate>Senin 28 Desember 2020 13:06 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/28/320/2334909/ekonomi-china-2021-diprediksi-tumbuh-7-8-p6U2IuCX2u.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekonomi China Pulih 2021. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/28/320/2334909/ekonomi-china-2021-diprediksi-tumbuh-7-8-p6U2IuCX2u.jpg</image><title>Ekonomi China Pulih 2021. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Tiongkok diprediksi meningkat hingga 7,8% pada 2021, setelah hanya tumbuh 2% pada tahun ini.
ICAEW Regional Director, Greater China and South-East Asia Mark Billington mengatakan, ekonomi Tiongkok pulih dengan cepat setelah mengalami penurunan pada Kuartal I-2020 sebagai akibat dari pandemi.
Baca Juga: China Minta Jack Ma Perbaiki Bisnis Ant Group, Ada Apa?
&quot;Tiongkok akan memasuki tahun 2021 dengan pijakan yang kuat. Output saat ini sudah di atas level sebelum Covid-19 dan kemungkinan akan tetap naik, melonjak dari 2% pada 2020 menjadi 7,8% pada 2021,&quot; kata Mark di Jakarta, Senin (28/12/2020).
Pertumbuhan dinilai harus bergilir ke arah konsumsi dan investasi perusahaan, jauh dari investasi dalam bidang infrastruktur dan real estat, mengingat kebijakan moneter dan fiskal yang kurang dermawan.
Baca Juga: Xi Jinping Pamer Kekuatan Ekonomi China Lawan Covid-19
Selain itu,  ekonomi Malaysia belum keluar dari masa sulit Ekonomi Malaysia mengalami pemulihan berbentuk V sejak awal. Namun, perluasan dan pelebaran area di bawah Perintah Kendali Gerakan Bersyarat atau Conditional Movement Control Order (CMCO) yang bertujuan untuk menahan peningkatan infeksi Covid-19 akan membebani aktivitas ekonomi dalam jangka pendek.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8yOC8xMC8xMjY1NTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Hal ini menyebabkan pemulihan dua kali lipat atau double-dip  recovery. Namun, pemerintah juga telah mengumumkan anggaran yang sangat  ekspansif untuk tahun 2021, dengan peningkatan fokus pada investasi  infrastruktur.
&quot;Ini akan mendukung rebound yang solid dalam pertumbuhan ekonomi  menjadi 6,2% tahun depan, setelah kontraksi 5,6% tahun ini,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Tiongkok diprediksi meningkat hingga 7,8% pada 2021, setelah hanya tumbuh 2% pada tahun ini.
ICAEW Regional Director, Greater China and South-East Asia Mark Billington mengatakan, ekonomi Tiongkok pulih dengan cepat setelah mengalami penurunan pada Kuartal I-2020 sebagai akibat dari pandemi.
Baca Juga: China Minta Jack Ma Perbaiki Bisnis Ant Group, Ada Apa?
&quot;Tiongkok akan memasuki tahun 2021 dengan pijakan yang kuat. Output saat ini sudah di atas level sebelum Covid-19 dan kemungkinan akan tetap naik, melonjak dari 2% pada 2020 menjadi 7,8% pada 2021,&quot; kata Mark di Jakarta, Senin (28/12/2020).
Pertumbuhan dinilai harus bergilir ke arah konsumsi dan investasi perusahaan, jauh dari investasi dalam bidang infrastruktur dan real estat, mengingat kebijakan moneter dan fiskal yang kurang dermawan.
Baca Juga: Xi Jinping Pamer Kekuatan Ekonomi China Lawan Covid-19
Selain itu,  ekonomi Malaysia belum keluar dari masa sulit Ekonomi Malaysia mengalami pemulihan berbentuk V sejak awal. Namun, perluasan dan pelebaran area di bawah Perintah Kendali Gerakan Bersyarat atau Conditional Movement Control Order (CMCO) yang bertujuan untuk menahan peningkatan infeksi Covid-19 akan membebani aktivitas ekonomi dalam jangka pendek.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8yOC8xMC8xMjY1NTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Hal ini menyebabkan pemulihan dua kali lipat atau double-dip  recovery. Namun, pemerintah juga telah mengumumkan anggaran yang sangat  ekspansif untuk tahun 2021, dengan peningkatan fokus pada investasi  infrastruktur.
&quot;Ini akan mendukung rebound yang solid dalam pertumbuhan ekonomi  menjadi 6,2% tahun depan, setelah kontraksi 5,6% tahun ini,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
