<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Utang Indonesia Bak Tsunami, Sri Mulyani Bisa Apa?</title><description>Pemerintah fokus menyelesaikan tantangan domestik akibat virus corona dalam waktu dekat</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/28/320/2334966/utang-indonesia-bak-tsunami-sri-mulyani-bisa-apa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/28/320/2334966/utang-indonesia-bak-tsunami-sri-mulyani-bisa-apa"/><item><title>Utang Indonesia Bak Tsunami, Sri Mulyani Bisa Apa?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/28/320/2334966/utang-indonesia-bak-tsunami-sri-mulyani-bisa-apa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/28/320/2334966/utang-indonesia-bak-tsunami-sri-mulyani-bisa-apa</guid><pubDate>Senin 28 Desember 2020 14:19 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/28/320/2334966/utang-indonesia-bak-tsunami-sri-mulyani-bisa-apa-wLSLUBNFD1.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/28/320/2334966/utang-indonesia-bak-tsunami-sri-mulyani-bisa-apa-wLSLUBNFD1.jpeg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah fokus menyelesaikan tantangan domestik akibat virus corona dalam waktu dekat. Kerjasama global pada akhirnya sangat penting untuk mengamankan pemulihan yang berkelanjutan dan inklusif.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan kolaborasi internasional yang terpadu diperlukan untuk mengelola tsunami utang yang akan datang akibat pandemi.
Baca Juga: Jangan Kaget Ya, Kini Utang Pemerintah Hampir Tembus Rp6.000 Triliun
&quot;Banyak negara telah berjuang dengan beban hutang yang tidak berkelanjutan sebelum krisis dan dibutuhkan kerjasama global untuk menghindari penurunan peringkat kredit dan gelombang krisis hutang negara di bulan-bulan mendatang,&quot; kata Sri Mulyani seperti dilansir Arabnews di Jakarta, Senin (28/12/2020)
Kata dia dengan kapasitas fiskal yang semakin sempit di mana-mana, reformasi untuk meningkatkan kualitas belanja publik menjadi semakin penting.
Baca Juga: Sri Mulyani Bocorkan Sumber Utang Indonesia
&quot;Desain kebijakan yang transparan, data yang akurat, dan lembaga yang efektif semuanya penting untuk memastikan bahwa semua sumber daya publik digunakan untuk hal-hal yang benar-benar penting bagi pembangunan,&quot; bebernya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8yMy82Ny8xMjM2MzYvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Lalu, pembuat kebijakan juga harus memperhitungkan dampak pandemi  pada cara orang bekerja dan berinteraksi, dan dengan ketergantungan yang  jauh lebih tinggi pada teknologi digital dan infrastruktur internet.  Oleh karena itu, gangguan Covid-19 merupakan peluang untuk mengubah  ekonomi melalui pengaturan kerja yang lebih efisien, efektif, dan  fleksibel serta pengurangan jejak karbon.
&quot;Investasi dalam teknologi dan infrastruktur digital sama-sama  berharga dan menjadi katalisator yang kuat untuk pemulihan ekonomi,&quot;  tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah fokus menyelesaikan tantangan domestik akibat virus corona dalam waktu dekat. Kerjasama global pada akhirnya sangat penting untuk mengamankan pemulihan yang berkelanjutan dan inklusif.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan kolaborasi internasional yang terpadu diperlukan untuk mengelola tsunami utang yang akan datang akibat pandemi.
Baca Juga: Jangan Kaget Ya, Kini Utang Pemerintah Hampir Tembus Rp6.000 Triliun
&quot;Banyak negara telah berjuang dengan beban hutang yang tidak berkelanjutan sebelum krisis dan dibutuhkan kerjasama global untuk menghindari penurunan peringkat kredit dan gelombang krisis hutang negara di bulan-bulan mendatang,&quot; kata Sri Mulyani seperti dilansir Arabnews di Jakarta, Senin (28/12/2020)
Kata dia dengan kapasitas fiskal yang semakin sempit di mana-mana, reformasi untuk meningkatkan kualitas belanja publik menjadi semakin penting.
Baca Juga: Sri Mulyani Bocorkan Sumber Utang Indonesia
&quot;Desain kebijakan yang transparan, data yang akurat, dan lembaga yang efektif semuanya penting untuk memastikan bahwa semua sumber daya publik digunakan untuk hal-hal yang benar-benar penting bagi pembangunan,&quot; bebernya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8yMy82Ny8xMjM2MzYvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Lalu, pembuat kebijakan juga harus memperhitungkan dampak pandemi  pada cara orang bekerja dan berinteraksi, dan dengan ketergantungan yang  jauh lebih tinggi pada teknologi digital dan infrastruktur internet.  Oleh karena itu, gangguan Covid-19 merupakan peluang untuk mengubah  ekonomi melalui pengaturan kerja yang lebih efisien, efektif, dan  fleksibel serta pengurangan jejak karbon.
&quot;Investasi dalam teknologi dan infrastruktur digital sama-sama  berharga dan menjadi katalisator yang kuat untuk pemulihan ekonomi,&quot;  tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
