<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Covid-19 Belum Hilang, Ini Saran ADB untuk Transportasi di RI</title><description>ADB meminta kepada seluruh negara-negara di dunia termasuk Indonesia untuk mempersiapkan strategi transportasi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/28/320/2335197/covid-19-belum-hilang-ini-saran-adb-untuk-transportasi-di-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/28/320/2335197/covid-19-belum-hilang-ini-saran-adb-untuk-transportasi-di-ri"/><item><title>Covid-19 Belum Hilang, Ini Saran ADB untuk Transportasi di RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/28/320/2335197/covid-19-belum-hilang-ini-saran-adb-untuk-transportasi-di-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/28/320/2335197/covid-19-belum-hilang-ini-saran-adb-untuk-transportasi-di-ri</guid><pubDate>Senin 28 Desember 2020 18:55 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/28/320/2335197/covid-19-belum-hilang-ini-saran-adb-untuk-transportasi-di-ri-QPRILET7Tp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Angkutan Umum (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/28/320/2335197/covid-19-belum-hilang-ini-saran-adb-untuk-transportasi-di-ri-QPRILET7Tp.jpg</image><title>Angkutan Umum (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Bank Pembangunan Asia alias Asian Development Bank (ADB) meminta kepada seluruh negara-negara di dunia termasuk Indonesia untuk mempersiapkan strategi transportasi. Mengingat pada tahun depan pandemi covid-19 masih akan terjadi di tahun depan.
Sementara itu, sektor transportasi harus tetap berjalan meskipun ada pandemi. Mengingat transportasi menjadi salah satu sektor penting untuk mendongkrak perekonomian negara.
Baca Juga: Masyarakat Makin Akrab Jaga Jarak dan Cashless di Transportasi Efek Covid-19
 
Vice President ADB Bambang Susantono mengatakan, terdapat tiga hal yang harus diperhatikan pemerintah dalam menyiapkan transportasi tahun depan. Pertama adalah mengenai keselamatan dan kesehatan para penumpang di transportasi.
&quot;Ini harus kita pikirkan. Keselamatan dan keamanan sering dibaurkan. Dimensi keselamatan baru memasukkan kesehatan. Bicara safety kecelakaan. Kasus baru memasukkan dimensi kesehatan,&quot; ujarnya dalam acara Diskusi Virtual, Senin (28/12/2020).
Baca Juga: Masyarakat Kebingungan soal Aturan Transportasi saat Covid-19
 
Lalu yang kedua adalah mengenai digitalisasi pada sektor transportasi. Hal ini sangat penting pada kondisi pandemi ini, mulai dari touchless hingga cashless.
&quot;Digitalize semakin banyak tergantung dan dipermudah go digital. Di tengah covid melakukan banyak hal,&quot; ucap Bambang.
Lalu yang ketiga adalah pemerintah perlu menyiapkan diri penyediaan  transportasi yang ramah lingkungan. Misalnya saja dengan lebih mendorong  penggunaan transportasi umum yang berbasis listrik.
&quot;Green mencoba ke arah yang lebih ramah lingkungan menginisiasi  electronic vehicle. Tiga aspek ini akan menguatkan,&quot; kata Bambang</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Pembangunan Asia alias Asian Development Bank (ADB) meminta kepada seluruh negara-negara di dunia termasuk Indonesia untuk mempersiapkan strategi transportasi. Mengingat pada tahun depan pandemi covid-19 masih akan terjadi di tahun depan.
Sementara itu, sektor transportasi harus tetap berjalan meskipun ada pandemi. Mengingat transportasi menjadi salah satu sektor penting untuk mendongkrak perekonomian negara.
Baca Juga: Masyarakat Makin Akrab Jaga Jarak dan Cashless di Transportasi Efek Covid-19
 
Vice President ADB Bambang Susantono mengatakan, terdapat tiga hal yang harus diperhatikan pemerintah dalam menyiapkan transportasi tahun depan. Pertama adalah mengenai keselamatan dan kesehatan para penumpang di transportasi.
&quot;Ini harus kita pikirkan. Keselamatan dan keamanan sering dibaurkan. Dimensi keselamatan baru memasukkan kesehatan. Bicara safety kecelakaan. Kasus baru memasukkan dimensi kesehatan,&quot; ujarnya dalam acara Diskusi Virtual, Senin (28/12/2020).
Baca Juga: Masyarakat Kebingungan soal Aturan Transportasi saat Covid-19
 
Lalu yang kedua adalah mengenai digitalisasi pada sektor transportasi. Hal ini sangat penting pada kondisi pandemi ini, mulai dari touchless hingga cashless.
&quot;Digitalize semakin banyak tergantung dan dipermudah go digital. Di tengah covid melakukan banyak hal,&quot; ucap Bambang.
Lalu yang ketiga adalah pemerintah perlu menyiapkan diri penyediaan  transportasi yang ramah lingkungan. Misalnya saja dengan lebih mendorong  penggunaan transportasi umum yang berbasis listrik.
&quot;Green mencoba ke arah yang lebih ramah lingkungan menginisiasi  electronic vehicle. Tiga aspek ini akan menguatkan,&quot; kata Bambang</content:encoded></item></channel></rss>
