<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bos OJK Beberkan Masyarakat Susah Beli Rumah   </title><description>OJK membeberkan masalah utama masyarakat susah memiliki rumah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/28/320/2335205/bos-ojk-beberkan-masyarakat-susah-beli-rumah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/28/320/2335205/bos-ojk-beberkan-masyarakat-susah-beli-rumah"/><item><title>Bos OJK Beberkan Masyarakat Susah Beli Rumah   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/28/320/2335205/bos-ojk-beberkan-masyarakat-susah-beli-rumah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/28/320/2335205/bos-ojk-beberkan-masyarakat-susah-beli-rumah</guid><pubDate>Senin 28 Desember 2020 19:07 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/28/320/2335205/bos-ojk-beberkan-masyarakat-susah-beli-rumah-76sb5b0kqP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua OJK Wimboh Santosa (Foto: Okezone/OJK)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/28/320/2335205/bos-ojk-beberkan-masyarakat-susah-beli-rumah-76sb5b0kqP.jpg</image><title>Ketua OJK Wimboh Santosa (Foto: Okezone/OJK)</title></images><description>
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membeberkan masalah utama masyarakat susah memiliki rumah. Menurut Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso, yang menjadi persoalan saat ini bagi masyarakat untuk bisa memiliki rumah adalah daya beli mereka atau kemampuan mereka untuk membeli rumah dari pendapatannya.
&quot;Bahwa suku bunga ini penting iya, tapi sebenarnya bukan menjadi kendala utama masyarakat,&quot; kata dia dalam video virtual, Senin (27/12/2020).
Dia menekankan telah diturunkan perbankan dari tahun ke tahunnya hingga 2020. Dilihat dari suku bunga kredit yang turun sejak 2014 hingga tahun ini.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8wMS82Ny8xMjUzOTYvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Kita minta meski BI rate naik saat itu pernah menjadi 6 persen, bunga kredit kita tahan tidak boleh naik dan akhirnya BI rate berangsur-angsur turun jadi 3,75 sehingga ini kita yakin bunga kredit turun,&quot; tuturnya
OJK terus mendorong supaya bunga kredit perbankan terus mengalami penurunan. Apalagi, saat ini likuiditas mereka juga lebih dari cukup.
&quot;Karena pemerintah dan BI melakukan kebijakan yang akomodatif tentang likuiditas sehingga kalau likuiditas melimpah ini suku bunga turun dan cost-nya juga akan turun,&quot; tegasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;OJK Tegaskan Tak Pernah Setujui PKPU Asuransi Jiwa Kresna</description><content:encoded>
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membeberkan masalah utama masyarakat susah memiliki rumah. Menurut Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso, yang menjadi persoalan saat ini bagi masyarakat untuk bisa memiliki rumah adalah daya beli mereka atau kemampuan mereka untuk membeli rumah dari pendapatannya.
&quot;Bahwa suku bunga ini penting iya, tapi sebenarnya bukan menjadi kendala utama masyarakat,&quot; kata dia dalam video virtual, Senin (27/12/2020).
Dia menekankan telah diturunkan perbankan dari tahun ke tahunnya hingga 2020. Dilihat dari suku bunga kredit yang turun sejak 2014 hingga tahun ini.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8wMS82Ny8xMjUzOTYvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Kita minta meski BI rate naik saat itu pernah menjadi 6 persen, bunga kredit kita tahan tidak boleh naik dan akhirnya BI rate berangsur-angsur turun jadi 3,75 sehingga ini kita yakin bunga kredit turun,&quot; tuturnya
OJK terus mendorong supaya bunga kredit perbankan terus mengalami penurunan. Apalagi, saat ini likuiditas mereka juga lebih dari cukup.
&quot;Karena pemerintah dan BI melakukan kebijakan yang akomodatif tentang likuiditas sehingga kalau likuiditas melimpah ini suku bunga turun dan cost-nya juga akan turun,&quot; tegasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;OJK Tegaskan Tak Pernah Setujui PKPU Asuransi Jiwa Kresna</content:encoded></item></channel></rss>
