<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Larangan WNA ke Indonesia Bisa untuk Pulihkan Ekonomi Indonesia</title><description>Pemerintah resmi menutup sementara akses masuk warga negara asing (WNA) ke Indonesia mulai 1 sampai 14 Januari 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/29/320/2335486/larangan-wna-ke-indonesia-bisa-untuk-pulihkan-ekonomi-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/29/320/2335486/larangan-wna-ke-indonesia-bisa-untuk-pulihkan-ekonomi-indonesia"/><item><title>Larangan WNA ke Indonesia Bisa untuk Pulihkan Ekonomi Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/29/320/2335486/larangan-wna-ke-indonesia-bisa-untuk-pulihkan-ekonomi-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/29/320/2335486/larangan-wna-ke-indonesia-bisa-untuk-pulihkan-ekonomi-indonesia</guid><pubDate>Selasa 29 Desember 2020 10:54 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/29/320/2335486/larangan-wna-ke-indonesia-bisa-untuk-pulihkan-ekonomi-indonesia-E3cVh7Pk9G.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Waspada Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/29/320/2335486/larangan-wna-ke-indonesia-bisa-untuk-pulihkan-ekonomi-indonesia-E3cVh7Pk9G.jpeg</image><title>Waspada Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA -  Pemerintah resmi menutup sementara akses masuk warga negara asing (WNA) ke Indonesia mulai 1 sampai 14 Januari 2021 atau selama dua pekan. Hal itu seiring dengan ditemukannya varian baru virus corona di sejumlah negara lainnya.
Lalu, apakah kebijakan itu merupakan keputusan yang tepat untuk memulihkan perekonomian Tanah Air? Menurut Ekonom Indef Bhima Yudhistira kebijakan tersebut merupakan langkah yang baik ketika pemerintah memang serius menangani pandemi Covid-19 dan persoalan ekonomi.
Baca Juga: Indonesia Tutup Akses Masuk WNA, Berlaku dari 1-14 Januari 2021
Dia menilai, bila Indonesia tetap melonggarkan aturan WNA masuk, maka yang ada nantinya bisa memperparah angka kasus baru Covid-19. Kemudian, bisa dipastikan ekonomi tak akan pulih dan tetap berjalan stagnan.
&quot;Justru pelarangan WNA masuk dengan adanya virus baru justru itu merupakan langkah yang tepat, karena ini untuk mencegah kerugian dari adanya penyebaran pandemi yang belum diketahui. (Kalau WNA tidak dilarang) Justru akan menambah beban bagi konsumsi rumah tangga dan aktivitas masyarakat kalau sampai virusnya menyebar,&quot; kata Bhima kepada Okezone, Selasa (29/12/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8yOC8xMC8xMjY1NTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Menurut dia, keputusan itu diambil setelah pemerintah belajar dari pengalaman sebelumnya. Di mana saat itu, pemerintah tak memberlakukan pengetatan, sehingga penyebaran corona begitu meluas.
&quot;Jadi ini sudah langkah yang tepat, sepertinya pemerintah belajar dari kesalahan pada waktu periode Desember 2019-Februari 2020 terlalu melonggarkan pintu masuk WNA, sehingga kasus covid-19 begitu menyebar luas,&quot; ujarnya.Selain itu, kebijakan ini juga akan mendapat respon positif di mata  investor internasional. Karena mereka akan melihat bahwa Indonesia  mempunyai keseriusan dalam menangani wabah tersebut.
&quot;Jadi kalau ada kebijakan melarang total WNA datang, saya kira ini  kebijakan yang cukup bagus, karena kalau sebaliknya kemudian itu  diketahui oleh dunia internasional, justru menurunkan kebijakan  kesehatan, luar negeri dan kredibilitas di mata investor dan dunia  internasional,&quot; kata dia</description><content:encoded>JAKARTA -  Pemerintah resmi menutup sementara akses masuk warga negara asing (WNA) ke Indonesia mulai 1 sampai 14 Januari 2021 atau selama dua pekan. Hal itu seiring dengan ditemukannya varian baru virus corona di sejumlah negara lainnya.
Lalu, apakah kebijakan itu merupakan keputusan yang tepat untuk memulihkan perekonomian Tanah Air? Menurut Ekonom Indef Bhima Yudhistira kebijakan tersebut merupakan langkah yang baik ketika pemerintah memang serius menangani pandemi Covid-19 dan persoalan ekonomi.
Baca Juga: Indonesia Tutup Akses Masuk WNA, Berlaku dari 1-14 Januari 2021
Dia menilai, bila Indonesia tetap melonggarkan aturan WNA masuk, maka yang ada nantinya bisa memperparah angka kasus baru Covid-19. Kemudian, bisa dipastikan ekonomi tak akan pulih dan tetap berjalan stagnan.
&quot;Justru pelarangan WNA masuk dengan adanya virus baru justru itu merupakan langkah yang tepat, karena ini untuk mencegah kerugian dari adanya penyebaran pandemi yang belum diketahui. (Kalau WNA tidak dilarang) Justru akan menambah beban bagi konsumsi rumah tangga dan aktivitas masyarakat kalau sampai virusnya menyebar,&quot; kata Bhima kepada Okezone, Selasa (29/12/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8yOC8xMC8xMjY1NTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Menurut dia, keputusan itu diambil setelah pemerintah belajar dari pengalaman sebelumnya. Di mana saat itu, pemerintah tak memberlakukan pengetatan, sehingga penyebaran corona begitu meluas.
&quot;Jadi ini sudah langkah yang tepat, sepertinya pemerintah belajar dari kesalahan pada waktu periode Desember 2019-Februari 2020 terlalu melonggarkan pintu masuk WNA, sehingga kasus covid-19 begitu menyebar luas,&quot; ujarnya.Selain itu, kebijakan ini juga akan mendapat respon positif di mata  investor internasional. Karena mereka akan melihat bahwa Indonesia  mempunyai keseriusan dalam menangani wabah tersebut.
&quot;Jadi kalau ada kebijakan melarang total WNA datang, saya kira ini  kebijakan yang cukup bagus, karena kalau sebaliknya kemudian itu  diketahui oleh dunia internasional, justru menurunkan kebijakan  kesehatan, luar negeri dan kredibilitas di mata investor dan dunia  internasional,&quot; kata dia</content:encoded></item></channel></rss>
