<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bos OJK Minta Produk Syariah Harus Kompetitif</title><description>OJK menilai Indonesia merupakan negara yang berpotensi besar untuk mengembangkan keuangan syariah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/29/320/2335688/bos-ojk-minta-produk-syariah-harus-kompetitif</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/29/320/2335688/bos-ojk-minta-produk-syariah-harus-kompetitif"/><item><title>Bos OJK Minta Produk Syariah Harus Kompetitif</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/29/320/2335688/bos-ojk-minta-produk-syariah-harus-kompetitif</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/29/320/2335688/bos-ojk-minta-produk-syariah-harus-kompetitif</guid><pubDate>Selasa 29 Desember 2020 15:04 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/29/320/2335688/bos-ojk-minta-produk-syariah-harus-kompetitif-bcNxqumPYb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua OJK (Foto: Okezone/OJK)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/29/320/2335688/bos-ojk-minta-produk-syariah-harus-kompetitif-bcNxqumPYb.jpg</image><title>Ketua OJK (Foto: Okezone/OJK)</title></images><description>

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai Indonesia merupakan negara yang berpotensi besar untuk mengembangkan keuangan syariah. Ketua OJK Wimboh Santoso mengatakan daya saing produk keuangan syariah harus ditingkatkan.
&quot;Ke depan kita harus bisa menciptakan produk yang kompetitif. Kemudian menggunakan teknologi yang bisa diakses oleh masyarakat di mana saja tanpa birokrasi yang panjang,&quot; kata dia dalam video virtual, Selasa (29/12/2020).
Saat ini, total aset keuangan syariah hingga per Oktober 2020 telah mencapai Rp1.741.87 triliun. Angka tersebut naik sekitar 21,18% dari periode sama tahun lalu.
Adapun, industri perbankan syariah mencapai Rp585,34 triliun, industri keuangan non bank (IKNB) syariah Rp112,16 triliun, dan pasar modal syariah mencapai sebesar Rp1.044,38 triliun.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8yMC82Ny8xMjQ4NTEvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Meski begitu, pangsa keuangan syariah masih tecatat kecil yakni hanya  9,79%. Padahal cita-cita atau target dari dulu mestinya bisa mencapai  20%.
&quot;Ini adalah hal yang menjadi catatan kita bagaimana kita bisa menggenjot ini menjadi lebih besar lagi ke depan,&quot; tandasnya.
Baca Juga: OJK Perpanjang Stimulus IKNB hingga April 2022</description><content:encoded>

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai Indonesia merupakan negara yang berpotensi besar untuk mengembangkan keuangan syariah. Ketua OJK Wimboh Santoso mengatakan daya saing produk keuangan syariah harus ditingkatkan.
&quot;Ke depan kita harus bisa menciptakan produk yang kompetitif. Kemudian menggunakan teknologi yang bisa diakses oleh masyarakat di mana saja tanpa birokrasi yang panjang,&quot; kata dia dalam video virtual, Selasa (29/12/2020).
Saat ini, total aset keuangan syariah hingga per Oktober 2020 telah mencapai Rp1.741.87 triliun. Angka tersebut naik sekitar 21,18% dari periode sama tahun lalu.
Adapun, industri perbankan syariah mencapai Rp585,34 triliun, industri keuangan non bank (IKNB) syariah Rp112,16 triliun, dan pasar modal syariah mencapai sebesar Rp1.044,38 triliun.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8yMC82Ny8xMjQ4NTEvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Meski begitu, pangsa keuangan syariah masih tecatat kecil yakni hanya  9,79%. Padahal cita-cita atau target dari dulu mestinya bisa mencapai  20%.
&quot;Ini adalah hal yang menjadi catatan kita bagaimana kita bisa menggenjot ini menjadi lebih besar lagi ke depan,&quot; tandasnya.
Baca Juga: OJK Perpanjang Stimulus IKNB hingga April 2022</content:encoded></item></channel></rss>
