<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bangun 18 Bendungan Baru, Jokowi: Ikhtiar untuk Berdaulat di Bidang Pangan</title><description>Pemerintah telah membangun 18 bendungan baru selama tahun 2015-2020.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/29/470/2335370/bangun-18-bendungan-baru-jokowi-ikhtiar-untuk-berdaulat-di-bidang-pangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/29/470/2335370/bangun-18-bendungan-baru-jokowi-ikhtiar-untuk-berdaulat-di-bidang-pangan"/><item><title>Bangun 18 Bendungan Baru, Jokowi: Ikhtiar untuk Berdaulat di Bidang Pangan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/29/470/2335370/bangun-18-bendungan-baru-jokowi-ikhtiar-untuk-berdaulat-di-bidang-pangan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/29/470/2335370/bangun-18-bendungan-baru-jokowi-ikhtiar-untuk-berdaulat-di-bidang-pangan</guid><pubDate>Selasa 29 Desember 2020 07:26 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/29/470/2335370/bangun-18-bendungan-baru-jokowi-ikhtiar-untuk-berdaulat-di-bidang-pangan-SFRfkBFmRe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/29/470/2335370/bangun-18-bendungan-baru-jokowi-ikhtiar-untuk-berdaulat-di-bidang-pangan-SFRfkBFmRe.jpg</image><title>Presiden Jokowi (Foto: Setkab)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah telah membangun 18 bendungan baru selama tahun 2015-2020. Pembangunan bendungan baru gencar dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk menambah volume tampungan air di Indonesia.
Presiden Joko Widodo mengatakan, pembangunan bendungan adalah ikhtiar pemerintah agar Indonesia bisa berdaulat di bidang pangan.
Baca Juga: 11 Proyek Strategis Nasional Senilai Rp135 Triliun Rampung Tahun Ini
 
&amp;ldquo;Sepanjang 2015-2020, pemerintah telah membangun 18 bendungan baru di Tanah Air. Pembangunan bendungan adalah ikhtiar kita untuk berdaulat di bidang pangan,&amp;rdquo; kata dia dikutip dari Twitter, Selasa (29/12/2020).
Untuk diketahui, pembangunan bendungan dilanjutkan pada tahun 2020 hingga 2024 untuk memenuhi target Visium Kementerian PUPR Tahun 2030 yakni rasio tampungan air terhadap jumlah penduduk bisa mencapai sebesar 120 meter kubik per kapita per tahun. Artinya, meningkat dari kondisi saat ini yang baru mencapai 50 meter kubik per kapita per tahun.
Baca Juga: Proyek Bendungan Baru Antisipasi Krisis Air hingga Pangan
 
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, potensi air di Indonesia cukup tinggi sebesar 2,7 triliun m3/tahun. Dari volume tersebut, air yang bisa dimanfaatkan sebesar 691 miliar m3/tahun, dimana sudah dimanfaatkan sekitar 222 miliar m3/tahun untuk berbagai keperluan seperti kebutuhan rumah tangga, peternakan, perikanan dan irigasi.
&quot;Namun dengan potensi tersebut, keberadaannya tidak merata dalam dimensi ruang dan waktu, sehingga kita membutuhkan tampungan-tampungan air baru. Di mana pada musim hujan air akan ditampung dalam bendungan dan akan dimanfaatkan pada musim kemarau. Itulah gunanya bendungan dan embung/setu untuk menambah tampungan air,&amp;rdquo; ujar Basuki dalam keterangan tertulis.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wNi8wNi81LzExOTg0MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Adapun 15 bendungan yang selesai pada kurun waktu 2015-2019 telah  menambah volume tampung sebesar 1.106,04 juta m3 untuk dimanfaatkan  sebagai irigasi pertanian seluas 109.790 hektar (Ha). Di samping itu,  penyediaan air baku sebesar 6,28 m3/detik, reduksi banjir sebesar  1.859,89 m3/detik, energi sebesar 113,42 MW dan potensi pariwisata yang  akan menumbuhkan ekonomi lokal.
Ke-15 bendungan tersebut adalah Bendungan Rajui dan Payaseunara di  Aceh, Jatigede di Jawa Barat, Titab di Bali, Bajulmati dan Nipah di Jawa  Timur, lalu Bendungan Teritip di Kalimantan Timur, Raknamo dan Rotiklot  di NTT, Tanju dan Mila di NTB, Logung dan Gondang di Jawa Tengah, Sei  Gong di Kepulauan Riau, serta Bendungan Sindang Heula di Banten.
Penyelesaian pembangunan bendungan dilanjutkan Kementerian PUPR  melalui Ditjen Sumber Daya Air pada 2020 dengan tambahan 3 bendungan  baru sehingga menjadi 18 bendungan. Ketiga bendungan yang selesai tahun  ini adalah Bendungan Napun Gete di Nusa Tenggara Timur, Tukul di Jawa  Timur, dan Tapin di Kalimantan Selatan.
Dengan selesainya tiga bendungan tersebut menambah suplai irigasi menjadi 116.162 Ha dan air baku sebesar 7,29 m3/detik.
Pengelolaan sumber daya air dan irigasi melalui pembangunan bendungan  akan terus dilanjutkan dalam rangka mendukung produksi pertanian yang  berkelanjutan. Kementerian PUPR menargetkan sebanyak 61 bendungan baru  tuntas secara bertahap hingga 2024, sehingga akan menambah jumlah  tampungan air sebesar 3.836, 38 juta m3.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah telah membangun 18 bendungan baru selama tahun 2015-2020. Pembangunan bendungan baru gencar dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk menambah volume tampungan air di Indonesia.
Presiden Joko Widodo mengatakan, pembangunan bendungan adalah ikhtiar pemerintah agar Indonesia bisa berdaulat di bidang pangan.
Baca Juga: 11 Proyek Strategis Nasional Senilai Rp135 Triliun Rampung Tahun Ini
 
&amp;ldquo;Sepanjang 2015-2020, pemerintah telah membangun 18 bendungan baru di Tanah Air. Pembangunan bendungan adalah ikhtiar kita untuk berdaulat di bidang pangan,&amp;rdquo; kata dia dikutip dari Twitter, Selasa (29/12/2020).
Untuk diketahui, pembangunan bendungan dilanjutkan pada tahun 2020 hingga 2024 untuk memenuhi target Visium Kementerian PUPR Tahun 2030 yakni rasio tampungan air terhadap jumlah penduduk bisa mencapai sebesar 120 meter kubik per kapita per tahun. Artinya, meningkat dari kondisi saat ini yang baru mencapai 50 meter kubik per kapita per tahun.
Baca Juga: Proyek Bendungan Baru Antisipasi Krisis Air hingga Pangan
 
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, potensi air di Indonesia cukup tinggi sebesar 2,7 triliun m3/tahun. Dari volume tersebut, air yang bisa dimanfaatkan sebesar 691 miliar m3/tahun, dimana sudah dimanfaatkan sekitar 222 miliar m3/tahun untuk berbagai keperluan seperti kebutuhan rumah tangga, peternakan, perikanan dan irigasi.
&quot;Namun dengan potensi tersebut, keberadaannya tidak merata dalam dimensi ruang dan waktu, sehingga kita membutuhkan tampungan-tampungan air baru. Di mana pada musim hujan air akan ditampung dalam bendungan dan akan dimanfaatkan pada musim kemarau. Itulah gunanya bendungan dan embung/setu untuk menambah tampungan air,&amp;rdquo; ujar Basuki dalam keterangan tertulis.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wNi8wNi81LzExOTg0MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Adapun 15 bendungan yang selesai pada kurun waktu 2015-2019 telah  menambah volume tampung sebesar 1.106,04 juta m3 untuk dimanfaatkan  sebagai irigasi pertanian seluas 109.790 hektar (Ha). Di samping itu,  penyediaan air baku sebesar 6,28 m3/detik, reduksi banjir sebesar  1.859,89 m3/detik, energi sebesar 113,42 MW dan potensi pariwisata yang  akan menumbuhkan ekonomi lokal.
Ke-15 bendungan tersebut adalah Bendungan Rajui dan Payaseunara di  Aceh, Jatigede di Jawa Barat, Titab di Bali, Bajulmati dan Nipah di Jawa  Timur, lalu Bendungan Teritip di Kalimantan Timur, Raknamo dan Rotiklot  di NTT, Tanju dan Mila di NTB, Logung dan Gondang di Jawa Tengah, Sei  Gong di Kepulauan Riau, serta Bendungan Sindang Heula di Banten.
Penyelesaian pembangunan bendungan dilanjutkan Kementerian PUPR  melalui Ditjen Sumber Daya Air pada 2020 dengan tambahan 3 bendungan  baru sehingga menjadi 18 bendungan. Ketiga bendungan yang selesai tahun  ini adalah Bendungan Napun Gete di Nusa Tenggara Timur, Tukul di Jawa  Timur, dan Tapin di Kalimantan Selatan.
Dengan selesainya tiga bendungan tersebut menambah suplai irigasi menjadi 116.162 Ha dan air baku sebesar 7,29 m3/detik.
Pengelolaan sumber daya air dan irigasi melalui pembangunan bendungan  akan terus dilanjutkan dalam rangka mendukung produksi pertanian yang  berkelanjutan. Kementerian PUPR menargetkan sebanyak 61 bendungan baru  tuntas secara bertahap hingga 2024, sehingga akan menambah jumlah  tampungan air sebesar 3.836, 38 juta m3.
</content:encoded></item></channel></rss>
