<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ingat! Bitcoin Bukan Alat Pembayaran Sah</title><description>Harga Bitcoin terus mengalami peningkatan tak terkendali setelah  menyentuh harga Rp325 juta pada akhir pekan ketiga Desember 2020.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/29/622/2335520/ingat-bitcoin-bukan-alat-pembayaran-sah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/29/622/2335520/ingat-bitcoin-bukan-alat-pembayaran-sah"/><item><title>Ingat! Bitcoin Bukan Alat Pembayaran Sah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/29/622/2335520/ingat-bitcoin-bukan-alat-pembayaran-sah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/29/622/2335520/ingat-bitcoin-bukan-alat-pembayaran-sah</guid><pubDate>Selasa 29 Desember 2020 11:32 WIB</pubDate><dc:creator>Kunthi Fahmar Shandy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/29/622/2335520/ingat-bitocin-bukan-alat-pembayaran-sah-0ZgML6VkNL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bitcoin (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/29/622/2335520/ingat-bitocin-bukan-alat-pembayaran-sah-0ZgML6VkNL.jpg</image><title>Bitcoin (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Harga Bitcoin terus mengalami peningkatan tak terkendali setelah menyentuh harga Rp325 juta pada akhir pekan ketiga Desember 2020. Saat ini harga Bitcoin melampaui Rp397 juta dan pembulatannya mendekati Rp425 juta.
Baca Juga:&amp;nbsp;Harga Bitcoin Tembus Rp300 Juta, Tertinggi Sepanjang Sejarah&amp;nbsp;
Menanggapi hal tersebut Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono memandang harga bitcoin diperkirakan masih akan turun naik karena digunakan sebagai alat spekulasi, bukan karena kebutuhan riil.
Namun sebagai otoritas sistem pembayaran, BI berpandangan bitcoin bukan sebagai mata uang alat pembayaran yang diakui.

&amp;nbsp;
&quot;Sesuai UU Mata Uang yang mengatakan bahwa legal tender di Indonesia adalah Rupiah,&quot; kata Erwin saat dihubungi di Jakarta, Selasa (29/12/2020).
Sebagai alat investasi, masyarakat dihimbau untuk lebih berhati-hati. Sebab walaupun saat ini naik ke depannya tetapi sangat berpotensi untuk turun.&quot;Seperti sudah terbukti dari pergerakan historisnya sejak awal,&quot;  imbuh Erwin. Menurut dia, bitcoins juga rentan digunakan sebagai  pembayaran untuk transaksi ilegal karena sifatnya yang aninomous.
Seperti diketahui, bitcoin memang telah lahir lebih dari 10 tahun  lalu. Namun tak banyak pemain yang benar-benar dapat mengakses Bitcoin .
Adapun secara keseluruhan, alasan nyata dari dorongan utama  melonjaknya Bitcoin dipastikan akibat kurangnya pasokan. Seperti yang  dikatakan analis, wabah virus Corona telah menyebabkan kelesuan ekonomi  global. Jadi, orang yang berinvestasi dalam Bitcoin adalah semacam  permintaan 'safe-haven'.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Harga Bitcoin terus mengalami peningkatan tak terkendali setelah menyentuh harga Rp325 juta pada akhir pekan ketiga Desember 2020. Saat ini harga Bitcoin melampaui Rp397 juta dan pembulatannya mendekati Rp425 juta.
Baca Juga:&amp;nbsp;Harga Bitcoin Tembus Rp300 Juta, Tertinggi Sepanjang Sejarah&amp;nbsp;
Menanggapi hal tersebut Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono memandang harga bitcoin diperkirakan masih akan turun naik karena digunakan sebagai alat spekulasi, bukan karena kebutuhan riil.
Namun sebagai otoritas sistem pembayaran, BI berpandangan bitcoin bukan sebagai mata uang alat pembayaran yang diakui.

&amp;nbsp;
&quot;Sesuai UU Mata Uang yang mengatakan bahwa legal tender di Indonesia adalah Rupiah,&quot; kata Erwin saat dihubungi di Jakarta, Selasa (29/12/2020).
Sebagai alat investasi, masyarakat dihimbau untuk lebih berhati-hati. Sebab walaupun saat ini naik ke depannya tetapi sangat berpotensi untuk turun.&quot;Seperti sudah terbukti dari pergerakan historisnya sejak awal,&quot;  imbuh Erwin. Menurut dia, bitcoins juga rentan digunakan sebagai  pembayaran untuk transaksi ilegal karena sifatnya yang aninomous.
Seperti diketahui, bitcoin memang telah lahir lebih dari 10 tahun  lalu. Namun tak banyak pemain yang benar-benar dapat mengakses Bitcoin .
Adapun secara keseluruhan, alasan nyata dari dorongan utama  melonjaknya Bitcoin dipastikan akibat kurangnya pasokan. Seperti yang  dikatakan analis, wabah virus Corona telah menyebabkan kelesuan ekonomi  global. Jadi, orang yang berinvestasi dalam Bitcoin adalah semacam  permintaan 'safe-haven'.</content:encoded></item></channel></rss>
