<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mentan Beberkan Kondisi Pangan Indonesia Jelang Akhir Tahun</title><description>Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan pangan nasional terus dilakukan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/30/320/2336253/mentan-beberkan-kondisi-pangan-indonesia-jelang-akhir-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/30/320/2336253/mentan-beberkan-kondisi-pangan-indonesia-jelang-akhir-tahun"/><item><title>Mentan Beberkan Kondisi Pangan Indonesia Jelang Akhir Tahun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/30/320/2336253/mentan-beberkan-kondisi-pangan-indonesia-jelang-akhir-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/30/320/2336253/mentan-beberkan-kondisi-pangan-indonesia-jelang-akhir-tahun</guid><pubDate>Rabu 30 Desember 2020 13:28 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/30/320/2336253/mentan-beberkan-kondisi-pangan-indonesia-jelang-akhir-tahun-Mqzlv3X1GP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Petani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/30/320/2336253/mentan-beberkan-kondisi-pangan-indonesia-jelang-akhir-tahun-Mqzlv3X1GP.jpg</image><title>Petani (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA -  Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan pangan nasional terus dilakukan. Salah satunya dengan melakukan musim tanam jangka panjang hingga dua tahun ke depan.
&quot;Secara umum 11 bahan pokok dasar kita dalam kendali aman. Khusus untuk beras kami telah mempersiapkannya sampai dua tahun ke depan sesuatu petunjuk Bapak Presiden,&quot; ujar Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo di Jakarta, Rabu (30/12/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp; Pemda Diminta 'Bawel' jika Harga Pangan  Meroket
Mentan mengatakan, dalam mempersiapkan pasokan beras pihaknya sudah melakukan Musim Tanam (MT)1 dan 2 pada Januari-Juni 2020 dengan stok mencapai 7,4 juta ton, di mana produksi yang ada mencapai 17 juta ton dengan kebutuhan konsumsi sebesar 15 juta ton.
Lebih lanjut, kata Mentan, pada musim tanam 2 ada sekitar 5,2 juta hektare lahan yang sudah ditanam dengan baik sejak Juli sampai Desember. Produksi ini menghasilkan 25 juta ton gabah kering, sehingga jika dijumlah dengan sisa yang ada maka akan terjadi over stok di tahun 2021 sekitar 7 juta ton.
Baca Juga: Mendag Beberkan Harga Pangan Jelang Nataru, Termahal Masih Daging Sapi
&quot;Ditambah untuk kesiapan pada 2021 kami sudah masuk dari Oktober 2020-Maret 2021 akan ada 8 juta hektare dan hasilnya bisa mencapai 18,5 juta ton sampai Juni 2021. Berarti stok akhir kita di 2021 menyampai 8-9 juta ton,&quot; katanya.
Namun begitu, Mentan mengakui masih ada beberapa hambatan yang disebabkan oleh cuaca. Karena itu pihaknya melakukan percepatan memburu air, percepatan in out pada daerah banjir, dan upaya lainnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xOC8xLzEyMzQ5NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Insya Allah semua bisa berjalan dengan baik dan kita harus yakin bahwa pangan bisa tercukupi,&quot; katanya.
Di samping itu, lanjut Mentam, pemerintah telah mempersiapkan  kebutuhan pangan melalui program jangka panjang food estate di  Kalimantan Tengah dan Sumatera Utara.
&quot;Beberapa daerah yang defisit kita lakukan maping untuk optimalisasi  aktivitas yang ada di sana. Pengembangan food estate ini juga untuk  mengurangi impor kita terhadap bawang dan kentang. Ke depan sesuai  arahan Presiden kita akan masuk ke Nusa Tenggara Barat (NTB),&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA -  Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan pangan nasional terus dilakukan. Salah satunya dengan melakukan musim tanam jangka panjang hingga dua tahun ke depan.
&quot;Secara umum 11 bahan pokok dasar kita dalam kendali aman. Khusus untuk beras kami telah mempersiapkannya sampai dua tahun ke depan sesuatu petunjuk Bapak Presiden,&quot; ujar Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo di Jakarta, Rabu (30/12/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp; Pemda Diminta 'Bawel' jika Harga Pangan  Meroket
Mentan mengatakan, dalam mempersiapkan pasokan beras pihaknya sudah melakukan Musim Tanam (MT)1 dan 2 pada Januari-Juni 2020 dengan stok mencapai 7,4 juta ton, di mana produksi yang ada mencapai 17 juta ton dengan kebutuhan konsumsi sebesar 15 juta ton.
Lebih lanjut, kata Mentan, pada musim tanam 2 ada sekitar 5,2 juta hektare lahan yang sudah ditanam dengan baik sejak Juli sampai Desember. Produksi ini menghasilkan 25 juta ton gabah kering, sehingga jika dijumlah dengan sisa yang ada maka akan terjadi over stok di tahun 2021 sekitar 7 juta ton.
Baca Juga: Mendag Beberkan Harga Pangan Jelang Nataru, Termahal Masih Daging Sapi
&quot;Ditambah untuk kesiapan pada 2021 kami sudah masuk dari Oktober 2020-Maret 2021 akan ada 8 juta hektare dan hasilnya bisa mencapai 18,5 juta ton sampai Juni 2021. Berarti stok akhir kita di 2021 menyampai 8-9 juta ton,&quot; katanya.
Namun begitu, Mentan mengakui masih ada beberapa hambatan yang disebabkan oleh cuaca. Karena itu pihaknya melakukan percepatan memburu air, percepatan in out pada daerah banjir, dan upaya lainnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xOC8xLzEyMzQ5NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Insya Allah semua bisa berjalan dengan baik dan kita harus yakin bahwa pangan bisa tercukupi,&quot; katanya.
Di samping itu, lanjut Mentam, pemerintah telah mempersiapkan  kebutuhan pangan melalui program jangka panjang food estate di  Kalimantan Tengah dan Sumatera Utara.
&quot;Beberapa daerah yang defisit kita lakukan maping untuk optimalisasi  aktivitas yang ada di sana. Pengembangan food estate ini juga untuk  mengurangi impor kita terhadap bawang dan kentang. Ke depan sesuai  arahan Presiden kita akan masuk ke Nusa Tenggara Barat (NTB),&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
