<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tutup Tahun, Wall Street Menguat Ditopang Vaksin Covid-19</title><description>Wall Street ditutup lebih tinggi pada perdagangan Rabu, dengan indeks Dow Jones Industrials mencetak rekor</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/31/278/2336718/tutup-tahun-wall-street-menguat-ditopang-vaksin-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/31/278/2336718/tutup-tahun-wall-street-menguat-ditopang-vaksin-covid-19"/><item><title>Tutup Tahun, Wall Street Menguat Ditopang Vaksin Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/31/278/2336718/tutup-tahun-wall-street-menguat-ditopang-vaksin-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/31/278/2336718/tutup-tahun-wall-street-menguat-ditopang-vaksin-covid-19</guid><pubDate>Kamis 31 Desember 2020 07:36 WIB</pubDate><dc:creator>Alya Ramadhanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/31/278/2336718/tutup-tahun-wall-street-menguat-ditopang-vaksin-covid-19-82mqYphVUD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wall Street Menguat. (Foto: Okezone.com/Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/31/278/2336718/tutup-tahun-wall-street-menguat-ditopang-vaksin-covid-19-82mqYphVUD.jpg</image><title>Wall Street Menguat. (Foto: Okezone.com/Reuters)</title></images><description>NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street ditutup lebih tinggi pada perdagangan  Rabu, dengan indeks Dow Jones Industrials mencetak rekor. Investor melihat prospek ekonomi yang membaik pada 2021, karena peluncuran vaksin Covid-19 dan berharap lebih banyak dukungan fiskal.
Dow Jones Industrial Average naik 73,89 poin atau 0,24% menjadi 30.409,56. S&amp;amp;P 500 naik 5 poin atau 0,13% menjadi 3.732,04 dan Nasdaq Composite menambahkan 19,78 poin, atau 0,15%, menjadi 12.870,00.
Baca Juga:&amp;nbsp;Wall Street Kehabisan Tenaga, Berakhir di Zona Merah
Harapan jangka pendek terhadap pemberian stimulus meredup setelah Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell memblokir pemungutan suara  untuk mendukung seruan Presiden Donald Trump dalam meningkatkan paket bantuan Covid-19 menjadi dari USD600 menjadi USD2.000 yang sudah ditandatangani menjadi undang-undang.
&amp;ldquo;Sesuatu lebih baik daripada tidak sama sekali, tetapi ada banyak politik yang terlibat. Pasar mengantisipasi sesuatu, entah USD600 atau USD2.000 bagian dari yang dimasukkan ke dalamnya, &amp;rdquo;kata Managing Keator Group Matthew Keator, dilansir dari Reuters, Kamis (31/12/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Wall Street Menguat, Cetak Rekor Tertinggi Berkat Stimulus Covid-19
Meski demikian, pasar optimisme atas peluncuran vaksin didorong setelah Inggris menyetujui penggunaan vaksin AstraZeneca yang dikembangkan bersama Universitas Oxford. Di mana hal ini  akan mulai diberikan pada Senin.
Hanya saja agak diredam oleh kasus pertama covid di AS yang terdeteksi corona varian baru seperti yang ditemukan di Inggris dan sekarang terdeteksi di Colorado.
Beberapa minggu terakhir di tahun ini telah terjadi pergeseran menuju saham-saham yang dinilai terlalu rendah atau secara historis merupakan yang pertama mendapatkan keuntungan dari pemulihan ekonomi. Dengan sektor-sektor seperti perbankan, energi dan material melampaui rekan-rekan mereka.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8yOC8xMC8xMjY1NTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Saham teknologi kelas berat, yang paling banyak dicari tahun ini, melemah karena investor bergegas menuju saham siklis.
Indeks S&amp;amp;P 500 telah naik 15,5% pada tahun ini, setelah triliunan dolar dalam stimulus fiskal dan moneter serta kemajuan dalam pengembangan vaksin membantu indeks acuan bangkit kembali hampir 67% dari penutupan terendah 23 Maret.
Nasdaq merupakan indeks utama Wall Street yang berubah positif pada tahun ini, bahkan mencatat kinerja tahunan terbaiknya sejak 2009. Hal ini karena kenaikan saham FAANG - Apple Inc, Facebook Inc, Amazon. com Inc, Netflix Inc dan Alphabet Inc.</description><content:encoded>NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street ditutup lebih tinggi pada perdagangan  Rabu, dengan indeks Dow Jones Industrials mencetak rekor. Investor melihat prospek ekonomi yang membaik pada 2021, karena peluncuran vaksin Covid-19 dan berharap lebih banyak dukungan fiskal.
Dow Jones Industrial Average naik 73,89 poin atau 0,24% menjadi 30.409,56. S&amp;amp;P 500 naik 5 poin atau 0,13% menjadi 3.732,04 dan Nasdaq Composite menambahkan 19,78 poin, atau 0,15%, menjadi 12.870,00.
Baca Juga:&amp;nbsp;Wall Street Kehabisan Tenaga, Berakhir di Zona Merah
Harapan jangka pendek terhadap pemberian stimulus meredup setelah Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell memblokir pemungutan suara  untuk mendukung seruan Presiden Donald Trump dalam meningkatkan paket bantuan Covid-19 menjadi dari USD600 menjadi USD2.000 yang sudah ditandatangani menjadi undang-undang.
&amp;ldquo;Sesuatu lebih baik daripada tidak sama sekali, tetapi ada banyak politik yang terlibat. Pasar mengantisipasi sesuatu, entah USD600 atau USD2.000 bagian dari yang dimasukkan ke dalamnya, &amp;rdquo;kata Managing Keator Group Matthew Keator, dilansir dari Reuters, Kamis (31/12/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Wall Street Menguat, Cetak Rekor Tertinggi Berkat Stimulus Covid-19
Meski demikian, pasar optimisme atas peluncuran vaksin didorong setelah Inggris menyetujui penggunaan vaksin AstraZeneca yang dikembangkan bersama Universitas Oxford. Di mana hal ini  akan mulai diberikan pada Senin.
Hanya saja agak diredam oleh kasus pertama covid di AS yang terdeteksi corona varian baru seperti yang ditemukan di Inggris dan sekarang terdeteksi di Colorado.
Beberapa minggu terakhir di tahun ini telah terjadi pergeseran menuju saham-saham yang dinilai terlalu rendah atau secara historis merupakan yang pertama mendapatkan keuntungan dari pemulihan ekonomi. Dengan sektor-sektor seperti perbankan, energi dan material melampaui rekan-rekan mereka.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8yOC8xMC8xMjY1NTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Saham teknologi kelas berat, yang paling banyak dicari tahun ini, melemah karena investor bergegas menuju saham siklis.
Indeks S&amp;amp;P 500 telah naik 15,5% pada tahun ini, setelah triliunan dolar dalam stimulus fiskal dan moneter serta kemajuan dalam pengembangan vaksin membantu indeks acuan bangkit kembali hampir 67% dari penutupan terendah 23 Maret.
Nasdaq merupakan indeks utama Wall Street yang berubah positif pada tahun ini, bahkan mencatat kinerja tahunan terbaiknya sejak 2009. Hal ini karena kenaikan saham FAANG - Apple Inc, Facebook Inc, Amazon. com Inc, Netflix Inc dan Alphabet Inc.</content:encoded></item></channel></rss>
