<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>MHRA Inggris Berikan EUA untuk Vaksin AstraZeneca, Menlu: Ini Kabar Baik</title><description>Emergency Use Authorization (EUA) untuk vaksin asal AstraZeneca telah diberikan oleh MHRA Inggris.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/31/320/2336872/mhra-inggris-berikan-eua-untuk-vaksin-astrazeneca-menlu-ini-kabar-baik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/31/320/2336872/mhra-inggris-berikan-eua-untuk-vaksin-astrazeneca-menlu-ini-kabar-baik"/><item><title>MHRA Inggris Berikan EUA untuk Vaksin AstraZeneca, Menlu: Ini Kabar Baik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/31/320/2336872/mhra-inggris-berikan-eua-untuk-vaksin-astrazeneca-menlu-ini-kabar-baik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/31/320/2336872/mhra-inggris-berikan-eua-untuk-vaksin-astrazeneca-menlu-ini-kabar-baik</guid><pubDate>Kamis 31 Desember 2020 13:32 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/31/320/2336872/mhra-inggris-berikan-eua-untuk-vaksin-astrazeneca-menlu-ini-kabar-baik-RcDrRM75HW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menlu Retno Marsudi (Foto; Youtube Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/31/320/2336872/mhra-inggris-berikan-eua-untuk-vaksin-astrazeneca-menlu-ini-kabar-baik-RcDrRM75HW.jpg</image><title>Menlu Retno Marsudi (Foto; Youtube Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah mencatat bahwa Emergency Use Authorization (EUA) untuk vaksin Covid-19 asal AstraZeneca telah diberikan oleh Food and Drug Administration (MHRA) Inggris. Hal itu merupakan kabar baik bagi Indonesia.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan, MHRA merupakan salah satu dari 6 strangen regulatory yang memiliki mekanisme reliance dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) Indonesia. Di mana, melalui mekanisme reliance ini proses penerbitan EUA atas vaksin astraZeneca di Indonesia akan lebih mudah.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 15 Juta Dosis Vaksin Sinovac Akan Dimanufaktur Bio Farma
&quot;Kemarin kita menerima kabar bahwa EUA untuk astraZeneca telah diberikan oleh MHRA Inggris.  Ini tentu merupakan kabar yang baik untuk kita semua,&quot; ujar Retno dalam konferensi pers kedatangan vaksin tahap II, Kamis (31/12/2020).

Dia bilang, sebagaimana dijelaskan kepala BPOM bahwa upaya terkoordinasi semua pihak dan lembaga baik di Indonesia dan luar negeri terus dilakukan pemerintah untuk mempercepat proses EUA vaksin asal astraZeneca, tentunya proses ini tidak akan pernah mengkompromikan aspek keamanan, efektivitas ,dan kualitas vaksin.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Vaksin Sinovac Tiba Hari Ini, 15 Juta Unit Dilanjutkan dalam Waktu Dekat
Dari apa yang saya sampaikan kemarin di bandung mengenai pengamanan vaksin track multilateral, sejauh ini pemerintah Indonesia telah mengirimkan dua dokumen aplikasi yaitu vaccine request dan technical assistance form pada covax pada November dan desember 2020.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8xNi8xLzEyNjA4My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Selanjutnya melalui diplomasi kami juga akan terus mengawal submisi  dokumen lain. Vaccine request form part B mengenai indemifikasi yang  akan kita serahkan 8 Januari 2021. Dan juga cold  chain equipment atau  CTE support request terkait kapasitas teknis penyediaan sistem pendingin  vaksin pada kuartal I 2021,&quot; katanya.

Dia juga mengatakan Kementerian Kesehatan dan Kemenlu serta pihak  lain akan terus berkoordinasi erat untuk memastikan semua infrastruktur  logistik vaksin dalam negeri sesuai kebutuhan jenis vaksin yang dipesan  dari track multilateral tersebut.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah mencatat bahwa Emergency Use Authorization (EUA) untuk vaksin Covid-19 asal AstraZeneca telah diberikan oleh Food and Drug Administration (MHRA) Inggris. Hal itu merupakan kabar baik bagi Indonesia.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan, MHRA merupakan salah satu dari 6 strangen regulatory yang memiliki mekanisme reliance dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) Indonesia. Di mana, melalui mekanisme reliance ini proses penerbitan EUA atas vaksin astraZeneca di Indonesia akan lebih mudah.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 15 Juta Dosis Vaksin Sinovac Akan Dimanufaktur Bio Farma
&quot;Kemarin kita menerima kabar bahwa EUA untuk astraZeneca telah diberikan oleh MHRA Inggris.  Ini tentu merupakan kabar yang baik untuk kita semua,&quot; ujar Retno dalam konferensi pers kedatangan vaksin tahap II, Kamis (31/12/2020).

Dia bilang, sebagaimana dijelaskan kepala BPOM bahwa upaya terkoordinasi semua pihak dan lembaga baik di Indonesia dan luar negeri terus dilakukan pemerintah untuk mempercepat proses EUA vaksin asal astraZeneca, tentunya proses ini tidak akan pernah mengkompromikan aspek keamanan, efektivitas ,dan kualitas vaksin.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Vaksin Sinovac Tiba Hari Ini, 15 Juta Unit Dilanjutkan dalam Waktu Dekat
Dari apa yang saya sampaikan kemarin di bandung mengenai pengamanan vaksin track multilateral, sejauh ini pemerintah Indonesia telah mengirimkan dua dokumen aplikasi yaitu vaccine request dan technical assistance form pada covax pada November dan desember 2020.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8xNi8xLzEyNjA4My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Selanjutnya melalui diplomasi kami juga akan terus mengawal submisi  dokumen lain. Vaccine request form part B mengenai indemifikasi yang  akan kita serahkan 8 Januari 2021. Dan juga cold  chain equipment atau  CTE support request terkait kapasitas teknis penyediaan sistem pendingin  vaksin pada kuartal I 2021,&quot; katanya.

Dia juga mengatakan Kementerian Kesehatan dan Kemenlu serta pihak  lain akan terus berkoordinasi erat untuk memastikan semua infrastruktur  logistik vaksin dalam negeri sesuai kebutuhan jenis vaksin yang dipesan  dari track multilateral tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
