<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Setelah Sinovac, RI Incar Vaksin Covid-19 Pfizer</title><description>Pemerintah Indonesia tengah melakukan kerja sama dengan Pfizer perusahaan asal Amerika Serikat dan BioNTech, Jerman.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/31/320/2336886/setelah-sinovac-ri-incar-vaksin-covid-19-pfizer</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/12/31/320/2336886/setelah-sinovac-ri-incar-vaksin-covid-19-pfizer"/><item><title>Setelah Sinovac, RI Incar Vaksin Covid-19 Pfizer</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/12/31/320/2336886/setelah-sinovac-ri-incar-vaksin-covid-19-pfizer</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/12/31/320/2336886/setelah-sinovac-ri-incar-vaksin-covid-19-pfizer</guid><pubDate>Kamis 31 Desember 2020 13:58 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/31/320/2336886/setelah-sinovac-ri-incar-vaksin-covid-19-pfizer-CUTJZfkq5y.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Vaksin Covid-19 (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/31/320/2336886/setelah-sinovac-ri-incar-vaksin-covid-19-pfizer-CUTJZfkq5y.jpg</image><title>Vaksin Covid-19 (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah Indonesia tengah melakukan kerja sama dengan Pfizer perusahaan asal Amerika Serikat dan BioNTech, Jerman. Kerja sama itu ihwal produksi dan pengembangan vaksin Pfizer bagi Indonesia.

&quot;Secara paralel pembicaraan berkesinambungan saat ini juga sedang dilakukan dengan pfizer yang berasal dari AS dan jerman,&quot; ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Jakarta, Kamis (31/12/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: MHRA Inggris Berikan EUA untuk Vaksin AstraZeneca, Menlu: Ini Kabar Baik
Indonesia telah menandatangani komitmen supply dari Novavax dengan menggunakan platform protein subunit rekombinan yang berasal dari AS sebesar 50 juta dosis. Kemudian dengan astraZeneca platform viral vector dari Inggris 50 juta dosis vaksin.

Untuk Novavax, pemerintah Indonesia, melalui Holding BUMN Farmasi, PT Bio Farma (Persero), telah mengamankan lebih banyak dan ragam pasokan vaksin Covid-19 dengan melakukan penandatanganan kesepakatan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 15 Juta Dosis Vaksin Sinovac Akan Dimanufaktur Bio Farma
Bio Farma juga akan mendatangkan vaksin tambahan dari Sinovac dan memperkuat kesiapan produksi vaksin dengan sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik dari Badan POM. Selain itu, anggota Holding BUMN Farmasi PT Indofarma (Persero) Tbk  juga menandatangani perjanjian penambahan pemesanan vaksin Novavax dari 30 juta menjadi 50 juta dosis. Sementara, Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir, menandatangani perjanjian pembelian vaksin AstraZeneca sebanyak 50 juta dosis.

Perjanjian masing-masing telah ditandatangani di kesempatan terpisah oleh perwakilan Novavax, dan AstraZeneca. Selain itu, fasilitas produksi vaksin COVID-19 di Bio Farma mendapat sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) atau Good Manufacturing Practice (GMP) dari Badan POM, yang diserahkan Kepala Badan POM Penny K. Lukito kepada Direktur Utama Bio Farma Honesty Basyir.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8zMS8xLzEyNjcxNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir menyebut,  dengan kebutuhan  426 juta dosis vaksin Covid-19 untuk melindungi masyarakat Indonesia,  sangat penting untuk mengamankan pasokan vaksin dari berbagai pengembang  vaksin di dunia. Bio Farma, sebagai Holding BUMN Farmasi, siap  mendukung upaya tersebut dengan menyiapkan ketersediaan dan beragam  pasokan vaksin dari perusahaan-perusahaan yang disetujui pemerintah.

Keberagaman vaksin tidak hanya dari sisi asal pengembang, namun juga  kriteria dan rentang penerimanya, untuk memberikan perlindungan  seluas-luasnya bagi masyarakat Indonesia.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah Indonesia tengah melakukan kerja sama dengan Pfizer perusahaan asal Amerika Serikat dan BioNTech, Jerman. Kerja sama itu ihwal produksi dan pengembangan vaksin Pfizer bagi Indonesia.

&quot;Secara paralel pembicaraan berkesinambungan saat ini juga sedang dilakukan dengan pfizer yang berasal dari AS dan jerman,&quot; ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Jakarta, Kamis (31/12/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: MHRA Inggris Berikan EUA untuk Vaksin AstraZeneca, Menlu: Ini Kabar Baik
Indonesia telah menandatangani komitmen supply dari Novavax dengan menggunakan platform protein subunit rekombinan yang berasal dari AS sebesar 50 juta dosis. Kemudian dengan astraZeneca platform viral vector dari Inggris 50 juta dosis vaksin.

Untuk Novavax, pemerintah Indonesia, melalui Holding BUMN Farmasi, PT Bio Farma (Persero), telah mengamankan lebih banyak dan ragam pasokan vaksin Covid-19 dengan melakukan penandatanganan kesepakatan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 15 Juta Dosis Vaksin Sinovac Akan Dimanufaktur Bio Farma
Bio Farma juga akan mendatangkan vaksin tambahan dari Sinovac dan memperkuat kesiapan produksi vaksin dengan sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik dari Badan POM. Selain itu, anggota Holding BUMN Farmasi PT Indofarma (Persero) Tbk  juga menandatangani perjanjian penambahan pemesanan vaksin Novavax dari 30 juta menjadi 50 juta dosis. Sementara, Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir, menandatangani perjanjian pembelian vaksin AstraZeneca sebanyak 50 juta dosis.

Perjanjian masing-masing telah ditandatangani di kesempatan terpisah oleh perwakilan Novavax, dan AstraZeneca. Selain itu, fasilitas produksi vaksin COVID-19 di Bio Farma mendapat sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) atau Good Manufacturing Practice (GMP) dari Badan POM, yang diserahkan Kepala Badan POM Penny K. Lukito kepada Direktur Utama Bio Farma Honesty Basyir.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8zMS8xLzEyNjcxNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir menyebut,  dengan kebutuhan  426 juta dosis vaksin Covid-19 untuk melindungi masyarakat Indonesia,  sangat penting untuk mengamankan pasokan vaksin dari berbagai pengembang  vaksin di dunia. Bio Farma, sebagai Holding BUMN Farmasi, siap  mendukung upaya tersebut dengan menyiapkan ketersediaan dan beragam  pasokan vaksin dari perusahaan-perusahaan yang disetujui pemerintah.

Keberagaman vaksin tidak hanya dari sisi asal pengembang, namun juga  kriteria dan rentang penerimanya, untuk memberikan perlindungan  seluas-luasnya bagi masyarakat Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
