<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Tahu dan Tempe Meroket karena Kedelai Impor, Ini Kata Kemendag</title><description>Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan stok kedelai cukup untuk kebutuhan industri tahu dan tempe Nasional.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/01/320/2337205/harga-tahu-dan-tempe-meroket-karena-kedelai-impor-ini-kata-kemendag</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/01/320/2337205/harga-tahu-dan-tempe-meroket-karena-kedelai-impor-ini-kata-kemendag"/><item><title>Harga Tahu dan Tempe Meroket karena Kedelai Impor, Ini Kata Kemendag</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/01/320/2337205/harga-tahu-dan-tempe-meroket-karena-kedelai-impor-ini-kata-kemendag</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/01/320/2337205/harga-tahu-dan-tempe-meroket-karena-kedelai-impor-ini-kata-kemendag</guid><pubDate>Jum'at 01 Januari 2021 10:08 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/01/320/2337205/harga-tahu-dan-tempe-meroket-karena-kedelai-impor-ini-kata-kemendag-vC5Ubu28kA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tahu Tempe. (Foto: Okezone.com/Corbis)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/01/320/2337205/harga-tahu-dan-tempe-meroket-karena-kedelai-impor-ini-kata-kemendag-vC5Ubu28kA.jpg</image><title>Tahu Tempe. (Foto: Okezone.com/Corbis)</title></images><description>JAKARTA- Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan stok kedelai cukup untuk kebutuhan industri tahu dan tempe Nasional.
Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Suhanto mengatakan, pemerintah menjamin tahu dan tempe tetap tersedia di masyarakat. Di mana sebelumnya, Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) menyatakan akan melakukan penyesuaian harga tahu dan tempe dengan harga kedelai impor.
Baca Juga:&amp;nbsp;Daftar Harga Bahan Pokok yang Alami Kenaikan Jelang Tahun Baru
Adapun, Kementerian Perdagangan melakukan koordinasi dengan Gakoptindo dan memperoleh informasi bahwa harga kedelai impor di tingkat perajin mengalami penyesuaian dari Rp9.000/kg pada November 2020 menjadi Rp9.300&amp;mdash;9.500/kg pada Desember 2020 atau sekitar 3,33%&amp;mdash;5,56%.
&amp;ldquo;Kementerian Perdagangan terus mendukung industri tahu tempe Indonesia. Dengan penyesuaian harga, diharapkan masyarakat akan tetap dapat mengonsumsi tahu dan tempe yang diproduksi oleh perajin,&amp;rdquo; kata Suhanto di Jakarta, pada Jumat (1/1/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Stok Bahan Pokok Jelang Nataru, Bagaimana Nih Pak Mendag?
Suhanto menyampaikan, berdasarkan data Asosiasi Importir Kedelai Indonesia (Akindo), saat ini para importir selalu menyediakan stok kedelai di gudang importir sekitar 450.000 ton.
&amp;ldquo;Apabila kebutuhan kedelai untuk para anggota Gakoptindo sebesar 150.000&amp;mdash;160.000 ton/bulan, maka stok tersebutseharusnya masih cukup untuk memenuhi kebutuhan 2&amp;mdash;3 bulan mendatang,&amp;rdquo; ujarnya.Dikatakan Suhanto, pada Desember 2020 harga kedelai dunia tercatat sebesar USD12,95/bushels, naik 9% dari bulan sebelumnya yang tercatat USD 11,92/bushels.
Berdasarkan data The Food and Agriculture Organization (FAO), harga rata-rata kedelai pada Desember 2020 tercatat sebesar 461 USD/ton, naik 6% dibanding bulan sebelumnya yang tercatat 435 USD/ton.</description><content:encoded>JAKARTA- Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan stok kedelai cukup untuk kebutuhan industri tahu dan tempe Nasional.
Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Suhanto mengatakan, pemerintah menjamin tahu dan tempe tetap tersedia di masyarakat. Di mana sebelumnya, Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) menyatakan akan melakukan penyesuaian harga tahu dan tempe dengan harga kedelai impor.
Baca Juga:&amp;nbsp;Daftar Harga Bahan Pokok yang Alami Kenaikan Jelang Tahun Baru
Adapun, Kementerian Perdagangan melakukan koordinasi dengan Gakoptindo dan memperoleh informasi bahwa harga kedelai impor di tingkat perajin mengalami penyesuaian dari Rp9.000/kg pada November 2020 menjadi Rp9.300&amp;mdash;9.500/kg pada Desember 2020 atau sekitar 3,33%&amp;mdash;5,56%.
&amp;ldquo;Kementerian Perdagangan terus mendukung industri tahu tempe Indonesia. Dengan penyesuaian harga, diharapkan masyarakat akan tetap dapat mengonsumsi tahu dan tempe yang diproduksi oleh perajin,&amp;rdquo; kata Suhanto di Jakarta, pada Jumat (1/1/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Stok Bahan Pokok Jelang Nataru, Bagaimana Nih Pak Mendag?
Suhanto menyampaikan, berdasarkan data Asosiasi Importir Kedelai Indonesia (Akindo), saat ini para importir selalu menyediakan stok kedelai di gudang importir sekitar 450.000 ton.
&amp;ldquo;Apabila kebutuhan kedelai untuk para anggota Gakoptindo sebesar 150.000&amp;mdash;160.000 ton/bulan, maka stok tersebutseharusnya masih cukup untuk memenuhi kebutuhan 2&amp;mdash;3 bulan mendatang,&amp;rdquo; ujarnya.Dikatakan Suhanto, pada Desember 2020 harga kedelai dunia tercatat sebesar USD12,95/bushels, naik 9% dari bulan sebelumnya yang tercatat USD 11,92/bushels.
Berdasarkan data The Food and Agriculture Organization (FAO), harga rata-rata kedelai pada Desember 2020 tercatat sebesar 461 USD/ton, naik 6% dibanding bulan sebelumnya yang tercatat 435 USD/ton.</content:encoded></item></channel></rss>
