<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi Dunia Diprediksi Melaju Kencang di 2021, Bisa Capai 5,6%</title><description>Perekonomian dunia diproyeksikan akan ekspansi sebesar 5,6% di 2021. Hal ini setelah terkontraksi minus 4,1% di 2020.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/01/320/2337317/ekonomi-dunia-diprediksi-melaju-kencang-di-2021-bisa-capai-5-6</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/01/320/2337317/ekonomi-dunia-diprediksi-melaju-kencang-di-2021-bisa-capai-5-6"/><item><title>Ekonomi Dunia Diprediksi Melaju Kencang di 2021, Bisa Capai 5,6%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/01/320/2337317/ekonomi-dunia-diprediksi-melaju-kencang-di-2021-bisa-capai-5-6</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/01/320/2337317/ekonomi-dunia-diprediksi-melaju-kencang-di-2021-bisa-capai-5-6</guid><pubDate>Jum'at 01 Januari 2021 17:13 WIB</pubDate><dc:creator>Kunthi Fahmar Shandy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/01/320/2337317/ekonomi-dunia-diprediksi-melaju-kencang-di-2021-bisa-capai-5-6-2HnRMf5UZm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">saham (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/01/320/2337317/ekonomi-dunia-diprediksi-melaju-kencang-di-2021-bisa-capai-5-6-2HnRMf5UZm.jpg</image><title>saham (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA -  Perekonomian dunia diproyeksikan akan ekspansi sebesar 5,6% di 2021. Hal ini setelah terkontraksi minus 4,1% di 2020.

&quot;Ini akan menjadi laju pertumbuhan yang jauh lebih cepat dibanding tingkat rata-rata tahunan sebesar 3.5% yang dicapai oleh ekonomi dunia selama lima dekade terakhir,&quot; kata Head of Investment Strategy, Bank of Singapore Eli Lee, Jakarta, Jumat (1/1/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sri Mulyani Klaim Dunia Berhasil Hindari Skenario Terburuk Covid-19
Lebih lanjut, pemulihan global akan cenderung berbasis luas. Dia juga memproyeksikan China akan terus memimpin rebound dengan PDB yang ditetapkan untuk bertumbuh 8,1% di 2021 setelah ekspansi sebesar 2,5% di tahun 2020.

Sama hal nya, ekonomi negara-negara emerging di Asia akan rebound sebesar 7,9% untuk tahun depan, dibandingkan dengan kontraksi sebesar minus 7,4% tahun ini.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pemulihan Ekonomi Terhambat Munculnya Jenis Baru Virus Covid-19
&quot;Ekonomi negara maju juga diperkirakan akan mengalami pertumbuhan yang kuat di 2022. Kami memperkirakan AS, Zona Eropa, Jepang dan Inggris akan berekspansi sebesar 5,0%, 3,6% dan 4,7%,&quot; katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8yOS80LzEyNjYyMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Adapun pasar keuangan mengalami ketidakpastian lebih lanjut.  Pemilihan umum di AS telah berlalu, namun perhitungan suara di beberapa  negara bagian sedang ditantang di pengadilan.

Selain itu, lanjut Eli, AS, Inggris dan Zona Eropa sedang dilanda  gelombang virus baru. Tetapi begitu hasil pemilu AS jelas, pasar  keuangan akan kembali fokus pada prospek yang menguntungkan untuk aset  berisiko, yang didukung oleh pemulihan global, vaksin yang akan datang,  bank sentral yang sangat dovish, imbal hasil obligasi yang rendah, dan  pelemahan USD.</description><content:encoded>JAKARTA -  Perekonomian dunia diproyeksikan akan ekspansi sebesar 5,6% di 2021. Hal ini setelah terkontraksi minus 4,1% di 2020.

&quot;Ini akan menjadi laju pertumbuhan yang jauh lebih cepat dibanding tingkat rata-rata tahunan sebesar 3.5% yang dicapai oleh ekonomi dunia selama lima dekade terakhir,&quot; kata Head of Investment Strategy, Bank of Singapore Eli Lee, Jakarta, Jumat (1/1/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sri Mulyani Klaim Dunia Berhasil Hindari Skenario Terburuk Covid-19
Lebih lanjut, pemulihan global akan cenderung berbasis luas. Dia juga memproyeksikan China akan terus memimpin rebound dengan PDB yang ditetapkan untuk bertumbuh 8,1% di 2021 setelah ekspansi sebesar 2,5% di tahun 2020.

Sama hal nya, ekonomi negara-negara emerging di Asia akan rebound sebesar 7,9% untuk tahun depan, dibandingkan dengan kontraksi sebesar minus 7,4% tahun ini.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pemulihan Ekonomi Terhambat Munculnya Jenis Baru Virus Covid-19
&quot;Ekonomi negara maju juga diperkirakan akan mengalami pertumbuhan yang kuat di 2022. Kami memperkirakan AS, Zona Eropa, Jepang dan Inggris akan berekspansi sebesar 5,0%, 3,6% dan 4,7%,&quot; katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8yOS80LzEyNjYyMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Adapun pasar keuangan mengalami ketidakpastian lebih lanjut.  Pemilihan umum di AS telah berlalu, namun perhitungan suara di beberapa  negara bagian sedang ditantang di pengadilan.

Selain itu, lanjut Eli, AS, Inggris dan Zona Eropa sedang dilanda  gelombang virus baru. Tetapi begitu hasil pemilu AS jelas, pasar  keuangan akan kembali fokus pada prospek yang menguntungkan untuk aset  berisiko, yang didukung oleh pemulihan global, vaksin yang akan datang,  bank sentral yang sangat dovish, imbal hasil obligasi yang rendah, dan  pelemahan USD.</content:encoded></item></channel></rss>
