<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Orang Miskin Makin Banyak, 80% Masyarakat Sudah Tak Punya Tabungan</title><description>Majelis Ulama Indonesia (MUI) memprediksi masyarakat miskin di Indonesia bakal terus meningkat pada 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/02/320/2337767/orang-miskin-makin-banyak-80-masyarakat-sudah-tak-punya-tabungan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/02/320/2337767/orang-miskin-makin-banyak-80-masyarakat-sudah-tak-punya-tabungan"/><item><title>Orang Miskin Makin Banyak, 80% Masyarakat Sudah Tak Punya Tabungan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/02/320/2337767/orang-miskin-makin-banyak-80-masyarakat-sudah-tak-punya-tabungan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/02/320/2337767/orang-miskin-makin-banyak-80-masyarakat-sudah-tak-punya-tabungan</guid><pubDate>Sabtu 02 Januari 2021 17:04 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/02/320/2337767/orang-miskin-makin-banyak-80-masyarakat-sudah-tak-punya-tabungan-PVMxg91Rzu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jumlah Kemiskinan Meningkat. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/02/320/2337767/orang-miskin-makin-banyak-80-masyarakat-sudah-tak-punya-tabungan-PVMxg91Rzu.jpg</image><title>Jumlah Kemiskinan Meningkat. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA&amp;nbsp;- Majelis Ulama Indonesia (MUI) memprediksi masyarakat miskin di Indonesia bakal terus meningkat pada 2021. Hal ini efek pandemi Covid-19 yang belum berakhir.
Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas mengatakan, dalam pasal 33 uud 1945 diamanati untuk menciptakan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Ternyata jumlah orang yang miskin di negeri ini masih sangat besar sekitar 24 juta orang sebelum Covid dan setelah Covid jumlah fakir miskin di negeri ini tentu jelas akan bertambah apalagi
Baca Juga:&amp;nbsp;Bank Dunia: Berkat Bansos, 8,5 Juta Orang Indonesia Tak Jatuh Miskin
&quot;80% dari usaha mikro itu tidak lagi punya tabungan dan modal untuk melanjutkan usahanya,&quot; kata Abbas ,di Jakarta, Sabtu (2/1/2021).
Menurutnya, masalah ekonomi di mana akibat Covid  telah menyebabkan warga masyarakat takut ke luar rumah sehingga roda perekonomian telah terganggu bahkan telah menyebabkan terjadinya krisis ekonomi.
Baca Juga:&amp;nbsp;RI Beberkan Kondisi Perekonomian hingga Kemiskinan dalam Pertemuan WTO
&quot;Ini telah menyebabkan meningkatnya angka kemiskinan dan pengangguran sehingga telah mengakibatkan menurunnya daya beli masyarakat dan hal ini tentu saja akan membuat dunia usaha telah mengalami kesulitan,&quot; katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8yOS80LzEyNjYyMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Lalu, masalah lemahnya penegakan hukum. Sehingga, masyarakat bingung untuk mencari dan mendapatkan keadilan kemana karena hukum tampak sekali oleh masyarakat penerapannya tebang pilih serta sangat tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas.
&quot;Untuk itu kerjasama dan saling pengertian yang baik antara pemerintah dan masyarakat tentu jelas menjadi sesuatu yang sangat dituntut dan diharapkan agar negeri ini bisa secepatnya keluar dari berbagai masalah yang benar -benad sudah dan telah cukup lama melilit dan mendera kita semua,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA&amp;nbsp;- Majelis Ulama Indonesia (MUI) memprediksi masyarakat miskin di Indonesia bakal terus meningkat pada 2021. Hal ini efek pandemi Covid-19 yang belum berakhir.
Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas mengatakan, dalam pasal 33 uud 1945 diamanati untuk menciptakan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Ternyata jumlah orang yang miskin di negeri ini masih sangat besar sekitar 24 juta orang sebelum Covid dan setelah Covid jumlah fakir miskin di negeri ini tentu jelas akan bertambah apalagi
Baca Juga:&amp;nbsp;Bank Dunia: Berkat Bansos, 8,5 Juta Orang Indonesia Tak Jatuh Miskin
&quot;80% dari usaha mikro itu tidak lagi punya tabungan dan modal untuk melanjutkan usahanya,&quot; kata Abbas ,di Jakarta, Sabtu (2/1/2021).
Menurutnya, masalah ekonomi di mana akibat Covid  telah menyebabkan warga masyarakat takut ke luar rumah sehingga roda perekonomian telah terganggu bahkan telah menyebabkan terjadinya krisis ekonomi.
Baca Juga:&amp;nbsp;RI Beberkan Kondisi Perekonomian hingga Kemiskinan dalam Pertemuan WTO
&quot;Ini telah menyebabkan meningkatnya angka kemiskinan dan pengangguran sehingga telah mengakibatkan menurunnya daya beli masyarakat dan hal ini tentu saja akan membuat dunia usaha telah mengalami kesulitan,&quot; katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8yOS80LzEyNjYyMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Lalu, masalah lemahnya penegakan hukum. Sehingga, masyarakat bingung untuk mencari dan mendapatkan keadilan kemana karena hukum tampak sekali oleh masyarakat penerapannya tebang pilih serta sangat tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas.
&quot;Untuk itu kerjasama dan saling pengertian yang baik antara pemerintah dan masyarakat tentu jelas menjadi sesuatu yang sangat dituntut dan diharapkan agar negeri ini bisa secepatnya keluar dari berbagai masalah yang benar -benad sudah dan telah cukup lama melilit dan mendera kita semua,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
