<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sambut 2021, UMKM Harus Berbasis Riset dan Pengembangan</title><description>Pentingnya pemerintah dan pelaku UMKM bersama-sama mengambil langkah pasti agar memulihkan UMKM sesegera mungkin.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/03/320/2337952/sambut-2021-umkm-harus-berbasis-riset-dan-pengembangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/03/320/2337952/sambut-2021-umkm-harus-berbasis-riset-dan-pengembangan"/><item><title>Sambut 2021, UMKM Harus Berbasis Riset dan Pengembangan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/03/320/2337952/sambut-2021-umkm-harus-berbasis-riset-dan-pengembangan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/03/320/2337952/sambut-2021-umkm-harus-berbasis-riset-dan-pengembangan</guid><pubDate>Minggu 03 Januari 2021 15:12 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/03/320/2337952/sambut-2021-umkm-harus-berbasis-riset-dan-pengembangan-fRTIplyGpF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">perhitungan ekonomi (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/03/320/2337952/sambut-2021-umkm-harus-berbasis-riset-dan-pengembangan-fRTIplyGpF.jpg</image><title>perhitungan ekonomi (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM, Victoria Simanungkalit menyebut pentingnya pemerintah dan pelaku UMKM bersama-sama mengambil langkah pasti agar memulihkan UMKM sesegera mungkin. Hal ini disebabkan belum ada tanda-tanda berakhirnya pandemi Covid-19 yang telah berlangsung sejak Maret 2020.

&amp;ldquo;Kami mengharapkan tidak hanya pemerintah yang melakukan perbaikan database, kolaborasi, dan membuka berbagai akses bagi UMKM melalui berbagai kebijakan, tetapi UMKM juga harus konsolidasi, digitalisasi, kreatif, serta inovatif berbasis R&amp;amp;D,&quot; ujar Victoria dalam keterangan tertulis, Minggu (3/1/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Beda Nasib UMKM saat Krisis Covid-19 dan 1998
Victoria menambahkan, sektor yang sangat potensial untuk digarap adalah sektor pertanian. Hal ini didasari data dimana sektor tersebut trennya tetap positif.

&quot;Terakhir di Q3 2020 angkanya di 2.15 persen. Ini potensi, pangan itu tetap dibutuhkan meski pandemi menerjang,&quot; kata dia.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Cerita Teten soal UMKM Terdampak Covid-19 hingga Kemiskinan Bertambah
Dia menuturkan, UMKM merupakan sektor yang harus pulih lebih dulu. Karena, 99 persen pelaku usaha di Indonesia adalah UMKM dan penyerapan tenaga kerjanya mencapai 97 persen.

&quot;Masyarakat harus terlibat secara nyata, yakni dengan belanja produk UMKM supaya ekonomi bisa tetap bergulir,&quot; ucap Victoria.Menurutnya, pemerintah telah melakukan berbagai kolaborasi.  Diantaranya, alokasi dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Rp123,46  triliun untuk UMKM dan berbagai program lintas stakeholders telah  ditempuh sebagai langkah gotong-royong untuk memastikan UMKM bertahan di  tengah dampak COVID-19 yang kian menyesakkan.

Kemenkop UKM juga telah melakukan enam program PEN khusus UMKM, mulai  dari Restrukturisasi Usaha hingga Banpres Produktif, 3,4 juta unit UMKM  onboarding, Rp303 triliun potensi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah  (PBJP), dan Rp35 triliun potensi belanja BUMN, 27 juta masker UMKM  senilai Rp150 miliar, kolaborasi 9 Agregator untuk pemenuhan 7 komoditas  pangan masyarakat dari KUMKM melalui 9 Klaster Pangan BUMN.</description><content:encoded>JAKARTA - Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM, Victoria Simanungkalit menyebut pentingnya pemerintah dan pelaku UMKM bersama-sama mengambil langkah pasti agar memulihkan UMKM sesegera mungkin. Hal ini disebabkan belum ada tanda-tanda berakhirnya pandemi Covid-19 yang telah berlangsung sejak Maret 2020.

&amp;ldquo;Kami mengharapkan tidak hanya pemerintah yang melakukan perbaikan database, kolaborasi, dan membuka berbagai akses bagi UMKM melalui berbagai kebijakan, tetapi UMKM juga harus konsolidasi, digitalisasi, kreatif, serta inovatif berbasis R&amp;amp;D,&quot; ujar Victoria dalam keterangan tertulis, Minggu (3/1/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Beda Nasib UMKM saat Krisis Covid-19 dan 1998
Victoria menambahkan, sektor yang sangat potensial untuk digarap adalah sektor pertanian. Hal ini didasari data dimana sektor tersebut trennya tetap positif.

&quot;Terakhir di Q3 2020 angkanya di 2.15 persen. Ini potensi, pangan itu tetap dibutuhkan meski pandemi menerjang,&quot; kata dia.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Cerita Teten soal UMKM Terdampak Covid-19 hingga Kemiskinan Bertambah
Dia menuturkan, UMKM merupakan sektor yang harus pulih lebih dulu. Karena, 99 persen pelaku usaha di Indonesia adalah UMKM dan penyerapan tenaga kerjanya mencapai 97 persen.

&quot;Masyarakat harus terlibat secara nyata, yakni dengan belanja produk UMKM supaya ekonomi bisa tetap bergulir,&quot; ucap Victoria.Menurutnya, pemerintah telah melakukan berbagai kolaborasi.  Diantaranya, alokasi dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Rp123,46  triliun untuk UMKM dan berbagai program lintas stakeholders telah  ditempuh sebagai langkah gotong-royong untuk memastikan UMKM bertahan di  tengah dampak COVID-19 yang kian menyesakkan.

Kemenkop UKM juga telah melakukan enam program PEN khusus UMKM, mulai  dari Restrukturisasi Usaha hingga Banpres Produktif, 3,4 juta unit UMKM  onboarding, Rp303 triliun potensi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah  (PBJP), dan Rp35 triliun potensi belanja BUMN, 27 juta masker UMKM  senilai Rp150 miliar, kolaborasi 9 Agregator untuk pemenuhan 7 komoditas  pangan masyarakat dari KUMKM melalui 9 Klaster Pangan BUMN.</content:encoded></item></channel></rss>
