<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Stimulus Fiskal versi Joe Biden Bakal Untungkan Rupiah</title><description>Presiden terpilih AS Joe Biden diperkirakan mendorong lebih banyak tindakan untuk mendukung ekonomi Amerika.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/03/320/2337982/stimulus-fiskal-versi-joe-biden-bakal-untungkan-rupiah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/03/320/2337982/stimulus-fiskal-versi-joe-biden-bakal-untungkan-rupiah"/><item><title>Stimulus Fiskal versi Joe Biden Bakal Untungkan Rupiah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/03/320/2337982/stimulus-fiskal-versi-joe-biden-bakal-untungkan-rupiah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/03/320/2337982/stimulus-fiskal-versi-joe-biden-bakal-untungkan-rupiah</guid><pubDate>Minggu 03 Januari 2021 19:05 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/03/320/2337982/stimulus-fiskal-versi-joe-biden-bakal-untungkan-rupiah-cizffwYigd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/03/320/2337982/stimulus-fiskal-versi-joe-biden-bakal-untungkan-rupiah-cizffwYigd.jpg</image><title>Rupiah (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Presiden terpilih AS Joe Biden diperkirakan mendorong lebih banyak tindakan untuk mendukung ekonomi Amerika setelah dilantik pada tanggal 20 Januari 2021.

Direktur Investasama Hans Kwee mengatakan Biden sangat mungkin mendorong stimulus fiskal yang lebih besar untuk memulihkan ekonomi Amerika akibat dampak Pandemi Covid 19 yang terjadi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Rupiah Tekan Dolar ke Level Rp14.130/USD
Ini menjadi katalis pelemahan USD terhadap mata uang Negara lain karena dengan jumlah stimulus fiskal USA yang lebih besar akan menurunkan demand terhadap greenback.

&quot;Stimulus dan perkiraan pelemahan nilai tukar USD menjadi sentimen positif bagi pasar keuangan Indonesia,&quot; kata Hans Kwee di Jakarta, Minggu (3/1/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Rupiah Perkasa di Level Rp14.145/USD
Lanjutnya, pengumuman kesepakatan perdagangan Brexit antara Inggris dan UE. Kesepakatan tersebut terjadi ketika pasar ditutup pada 24 Desember. Dari 27 duta besar dari negara anggota UE, secara resmi menyetujui kesepakatan tersebut.

&quot;Anggota parlemen Inggris menyetujui kesepakatan perdagangan Brexit sebelum batas waktu 31 Desember,&quot; katanya.Meskipun perjanjian tersebut menghindari Inggris keluar tanpa  kesepakatan yang berpotensi menimbulkan kacau ekonomi, namun perjanjian  tersebut tidak mencakup sektor jasa yang merupakan 80% dari perekonomian  Inggris.

Fakta yang ada adalah kesepakatan tersebut tidak memberikan kerangka  kerja untuk layanan keuangan dan masalah kemerdekaan Skotlandia.


&quot;Kesepakatan tersebut masih sangat jauh dari sempurna untuk  menghindarkan masalah bagi Ekonomi Inggris di masa yang akan datang,&quot;  tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden terpilih AS Joe Biden diperkirakan mendorong lebih banyak tindakan untuk mendukung ekonomi Amerika setelah dilantik pada tanggal 20 Januari 2021.

Direktur Investasama Hans Kwee mengatakan Biden sangat mungkin mendorong stimulus fiskal yang lebih besar untuk memulihkan ekonomi Amerika akibat dampak Pandemi Covid 19 yang terjadi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Rupiah Tekan Dolar ke Level Rp14.130/USD
Ini menjadi katalis pelemahan USD terhadap mata uang Negara lain karena dengan jumlah stimulus fiskal USA yang lebih besar akan menurunkan demand terhadap greenback.

&quot;Stimulus dan perkiraan pelemahan nilai tukar USD menjadi sentimen positif bagi pasar keuangan Indonesia,&quot; kata Hans Kwee di Jakarta, Minggu (3/1/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Rupiah Perkasa di Level Rp14.145/USD
Lanjutnya, pengumuman kesepakatan perdagangan Brexit antara Inggris dan UE. Kesepakatan tersebut terjadi ketika pasar ditutup pada 24 Desember. Dari 27 duta besar dari negara anggota UE, secara resmi menyetujui kesepakatan tersebut.

&quot;Anggota parlemen Inggris menyetujui kesepakatan perdagangan Brexit sebelum batas waktu 31 Desember,&quot; katanya.Meskipun perjanjian tersebut menghindari Inggris keluar tanpa  kesepakatan yang berpotensi menimbulkan kacau ekonomi, namun perjanjian  tersebut tidak mencakup sektor jasa yang merupakan 80% dari perekonomian  Inggris.

Fakta yang ada adalah kesepakatan tersebut tidak memberikan kerangka  kerja untuk layanan keuangan dan masalah kemerdekaan Skotlandia.


&quot;Kesepakatan tersebut masih sangat jauh dari sempurna untuk  menghindarkan masalah bagi Ekonomi Inggris di masa yang akan datang,&quot;  tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
