<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemenhub Minta Pemudik Atur Waktu Perjalanan saat Arus Balik</title><description>Puncak arus balik masa libur Tahun Baru 2021 diprediksikan akan terjadi pada Minggu malam hari ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/03/320/2338075/kemenhub-minta-pemudik-atur-waktu-perjalanan-saat-arus-balik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/03/320/2338075/kemenhub-minta-pemudik-atur-waktu-perjalanan-saat-arus-balik"/><item><title>Kemenhub Minta Pemudik Atur Waktu Perjalanan saat Arus Balik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/03/320/2338075/kemenhub-minta-pemudik-atur-waktu-perjalanan-saat-arus-balik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/03/320/2338075/kemenhub-minta-pemudik-atur-waktu-perjalanan-saat-arus-balik</guid><pubDate>Minggu 03 Januari 2021 16:40 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/03/320/2338075/kemenhub-minta-pemudik-atur-waktu-perjalanan-saat-arus-balik-aVgQkY5JJ6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">jalan tol (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/03/320/2338075/kemenhub-minta-pemudik-atur-waktu-perjalanan-saat-arus-balik-aVgQkY5JJ6.jpg</image><title>jalan tol (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Puncak arus balik masa libur Tahun Baru 2021 diprediksikan akan terjadi pada Minggu malam hari ini. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi.

Menurut Budi, pada periode Mudik II sejak Selasa 29 Desember 2020 hingga Jumat 1 Januari 2021 terjadi pergerakan mudik keluar Jabodetabek sebanyak 523.520 kendaraan yang didata dari Gerbabg Tol Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Cikupa, dan Ciawi. Sedangkan, total kendaraan yang belum kembali sebanyak 417.462.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Hari Terakhir 2020, Pasar Jaya Masih Pikir-Pikir untuk Tutup Pasar Tanah Abang 
&quot;Hingga hari ini, lonjakan lalu lintas sudah naik namun belum signifikan. Dapat diprediksikan puncak arus balik akan terjadi di malam hari hingga menjelang pagi hari, tapi pastinya tidak akan sepadat seperti hari libur biasanya,&quot; ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Minggu (3/1/2021).

Oleh karena itu, dia juga mengimbau masyarakat agar mengatur waktu kepulangannya agar tidak terkena kemacetan di jalan dan sedapat mungkin menghindari perjalanan pulang pada puncak arus balik.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Jelang Tahun Baru 2021, Listrik Dijamin Tak Padam?
Dia melanjutkan, berdasarkan data yang tersedia dapat terlihat bahwa kondisi lalu lintas sangat kondusif dan tidak seramai liburan sebelumnya. Hal ini menunjukkan banyak masyarakat yang mengikuti imbauan Pemerintah dan Satgas covid-19 untuk tidak berpergian, terutama apabila tidak ada urgensi yang tinggi.

&quot;Saya tadi sempat melakukan overview menggunakan helikopter untuk memantau lalu lintas di daerah Puncak, Jawa Barat dan sekitarnya, hasilnya terpantau lancar, saya kira hal ini disebabkan masyarakat mulai sadar kalau ini bukan waktu yang baik untuk berpergian,&quot; lanjut dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8yMS8xLzEyNjI4Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Penurunan pergerakan masyarakat pada periode Nataru tahun ini juga  dirasakan di Pelabuhan Penyeberangan Merak, Bakauheni, Ketapang,  Gilimanuk dibandingkan dengan tahun 2019.

Sebelum libur natal, cukup banyak masyarakat dari Jawa melakukan  perjalanan ke Sumatera, namun, hingga hari ini pemesanan tiket di empat  pelabuhan tersebut masih belum mencapai batas kuota yang ditetapkan.  Kuota untuk kendaraan di kapal penyeberangan yang telah tersedia banyak  yang tidak digunakan oleh masyarakat.

Di sisi lain, guna menekan angka penyebaran Covid-19 di masa libur  Nataru 2020/2021 ini, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat pun  menyiapkan 20.000 rapid test antigen di terminal dan Unit Pelaksana  Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB).

Selain itu, masyarakat yang melakukan perjalanan wajib menyertakan dokumen rapid test.antigen dengan hasil negatif.</description><content:encoded>JAKARTA - Puncak arus balik masa libur Tahun Baru 2021 diprediksikan akan terjadi pada Minggu malam hari ini. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi.

Menurut Budi, pada periode Mudik II sejak Selasa 29 Desember 2020 hingga Jumat 1 Januari 2021 terjadi pergerakan mudik keluar Jabodetabek sebanyak 523.520 kendaraan yang didata dari Gerbabg Tol Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Cikupa, dan Ciawi. Sedangkan, total kendaraan yang belum kembali sebanyak 417.462.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Hari Terakhir 2020, Pasar Jaya Masih Pikir-Pikir untuk Tutup Pasar Tanah Abang 
&quot;Hingga hari ini, lonjakan lalu lintas sudah naik namun belum signifikan. Dapat diprediksikan puncak arus balik akan terjadi di malam hari hingga menjelang pagi hari, tapi pastinya tidak akan sepadat seperti hari libur biasanya,&quot; ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Minggu (3/1/2021).

Oleh karena itu, dia juga mengimbau masyarakat agar mengatur waktu kepulangannya agar tidak terkena kemacetan di jalan dan sedapat mungkin menghindari perjalanan pulang pada puncak arus balik.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Jelang Tahun Baru 2021, Listrik Dijamin Tak Padam?
Dia melanjutkan, berdasarkan data yang tersedia dapat terlihat bahwa kondisi lalu lintas sangat kondusif dan tidak seramai liburan sebelumnya. Hal ini menunjukkan banyak masyarakat yang mengikuti imbauan Pemerintah dan Satgas covid-19 untuk tidak berpergian, terutama apabila tidak ada urgensi yang tinggi.

&quot;Saya tadi sempat melakukan overview menggunakan helikopter untuk memantau lalu lintas di daerah Puncak, Jawa Barat dan sekitarnya, hasilnya terpantau lancar, saya kira hal ini disebabkan masyarakat mulai sadar kalau ini bukan waktu yang baik untuk berpergian,&quot; lanjut dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8yMS8xLzEyNjI4Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Penurunan pergerakan masyarakat pada periode Nataru tahun ini juga  dirasakan di Pelabuhan Penyeberangan Merak, Bakauheni, Ketapang,  Gilimanuk dibandingkan dengan tahun 2019.

Sebelum libur natal, cukup banyak masyarakat dari Jawa melakukan  perjalanan ke Sumatera, namun, hingga hari ini pemesanan tiket di empat  pelabuhan tersebut masih belum mencapai batas kuota yang ditetapkan.  Kuota untuk kendaraan di kapal penyeberangan yang telah tersedia banyak  yang tidak digunakan oleh masyarakat.

Di sisi lain, guna menekan angka penyebaran Covid-19 di masa libur  Nataru 2020/2021 ini, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat pun  menyiapkan 20.000 rapid test antigen di terminal dan Unit Pelaksana  Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB).

Selain itu, masyarakat yang melakukan perjalanan wajib menyertakan dokumen rapid test.antigen dengan hasil negatif.</content:encoded></item></channel></rss>
