<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inflasi 2020 1,68%, Apa Dampaknya ke Ekonomi RI?</title><description>BPS mencatat inflasi Desember sebesar 0,45%. Sedangkan inflasi 2020 mencapai 1,68%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/04/320/2338460/inflasi-2020-1-68-apa-dampaknya-ke-ekonomi-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/04/320/2338460/inflasi-2020-1-68-apa-dampaknya-ke-ekonomi-ri"/><item><title>Inflasi 2020 1,68%, Apa Dampaknya ke Ekonomi RI?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/04/320/2338460/inflasi-2020-1-68-apa-dampaknya-ke-ekonomi-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/04/320/2338460/inflasi-2020-1-68-apa-dampaknya-ke-ekonomi-ri</guid><pubDate>Senin 04 Januari 2021 12:56 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/04/320/2338460/inflasi-2020-1-68-apa-dampaknya-ke-ekonomi-ri-m4ItW1MGDh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Inflasi 2020. (Foto: Okezone.com/Halomoney)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/04/320/2338460/inflasi-2020-1-68-apa-dampaknya-ke-ekonomi-ri-m4ItW1MGDh.jpg</image><title>Inflasi 2020. (Foto: Okezone.com/Halomoney)</title></images><description>JAKARTA - BPS mencatat inflasi Desember sebesar 0,45%.  Sedangkan inflasi 2020 mencapai 1,68%.
Menurut Ekonom Core Piter Abdullah, inflasi yang rendah lebih disebabkan permintaan yang turun akibat pandemi.
Baca Juga:&amp;nbsp;BPS: Inflasi Desember 0,45%, Sepanjang 2020 Capai 1,68%
&quot;Jadi, inflasi dalam hal ini lebih bersifat resultante dan tidak banyak berdampak ke perekonomian,&quot; kata Piter, di Jakarta, Senin (4/1/2021).
Inflasi yang rendah tidak kemudian mendorong peningkatan daya beli dan menyebabkan konsumsi yang Lebih tinggi.
Namun, inflasi yang rendah ini memberi ruang kepada otoritas khususnya BI untuk tetap melanjutkan kebijakan moneter longgar dalam rangka mendukung upaya pemulihan ekonomi Nasional.
Baca Juga:&amp;nbsp;Inflasi Desember 2020 Diprediksi 0,42%
&quot;BI untuk tetap melanjutkan kebijakan moneter longgar dalam rangka mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional,&quot; tandasnya
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wMy82Ny8xMjQwNTQvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Saat 87 kota mengalami inflasi. Sedangkan 3 kota mengalami deflasi. Rinciamnua inflasi tertinggi adalah Gunungsitoli yang mencapai 1,87%. Ini disebabkan cabe merah dengan andil 0,64% dan cabi rawit yang mengambil andil sebesar 0,38%.
&quot;Inflasi terendah di Tanjung Selor yang mencapai 0,05%,&quot; ujarnya.&amp;nbsp;
Lalu, deflasi tertinggi terjadi pada Luwuk yang mencapai 0,26%. Dan deflasi terendah pada Ambon sebesar 0,07%.</description><content:encoded>JAKARTA - BPS mencatat inflasi Desember sebesar 0,45%.  Sedangkan inflasi 2020 mencapai 1,68%.
Menurut Ekonom Core Piter Abdullah, inflasi yang rendah lebih disebabkan permintaan yang turun akibat pandemi.
Baca Juga:&amp;nbsp;BPS: Inflasi Desember 0,45%, Sepanjang 2020 Capai 1,68%
&quot;Jadi, inflasi dalam hal ini lebih bersifat resultante dan tidak banyak berdampak ke perekonomian,&quot; kata Piter, di Jakarta, Senin (4/1/2021).
Inflasi yang rendah tidak kemudian mendorong peningkatan daya beli dan menyebabkan konsumsi yang Lebih tinggi.
Namun, inflasi yang rendah ini memberi ruang kepada otoritas khususnya BI untuk tetap melanjutkan kebijakan moneter longgar dalam rangka mendukung upaya pemulihan ekonomi Nasional.
Baca Juga:&amp;nbsp;Inflasi Desember 2020 Diprediksi 0,42%
&quot;BI untuk tetap melanjutkan kebijakan moneter longgar dalam rangka mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional,&quot; tandasnya
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wMy82Ny8xMjQwNTQvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Saat 87 kota mengalami inflasi. Sedangkan 3 kota mengalami deflasi. Rinciamnua inflasi tertinggi adalah Gunungsitoli yang mencapai 1,87%. Ini disebabkan cabe merah dengan andil 0,64% dan cabi rawit yang mengambil andil sebesar 0,38%.
&quot;Inflasi terendah di Tanjung Selor yang mencapai 0,05%,&quot; ujarnya.&amp;nbsp;
Lalu, deflasi tertinggi terjadi pada Luwuk yang mencapai 0,26%. Dan deflasi terendah pada Ambon sebesar 0,07%.</content:encoded></item></channel></rss>
