<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inflasi Rendah Bukti Ekonomi Berjalan Lambat?</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sepanjang 2020 mencapai 1,68%</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/04/320/2338482/inflasi-rendah-bukti-ekonomi-berjalan-lambat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/04/320/2338482/inflasi-rendah-bukti-ekonomi-berjalan-lambat"/><item><title>Inflasi Rendah Bukti Ekonomi Berjalan Lambat?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/04/320/2338482/inflasi-rendah-bukti-ekonomi-berjalan-lambat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/04/320/2338482/inflasi-rendah-bukti-ekonomi-berjalan-lambat</guid><pubDate>Senin 04 Januari 2021 13:28 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/04/320/2338482/inflasi-rendah-bukti-ekonomi-berjalan-lambat-WxNsKb299z.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekonomi RI (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/04/320/2338482/inflasi-rendah-bukti-ekonomi-berjalan-lambat-WxNsKb299z.jpg</image><title>Ekonomi RI (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sepanjang 2020 mencapai 1,68%. Menurut ekonom Indef Bhima Yudhistira inflasi tahunan yang hanya capai 1,68% tanda ekonomi berjalan melambat.

Pasalnya Inflasi yang perlu dicermati adalah kenaikan harga bahan pangan pada bulan Desember.

&quot;Jika disimpulkan inflasi yang terjadi sepanjang Desember merupakan indikasi pemulihan ekonomi berjalan lambat,&quot; kata Bhima saat dihubungi di Jakarta, Senin (4/1/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;BPS: Inflasi Tahun 2020 Terendah sejak 2014, Ini Biang Keladinya&amp;nbsp;
Kata dia, inflasi pangan atau volatile food tercatat sebesar 2,17% pada bulan Desember. Inflasi bukan disebabkan kenaikan permintaan tapi ada gangguan pada pasokan.

&quot;Faktor curah hujan yang tinggi menyebabkan harga cabai meningkat, kemudian ada kelangkaan pasokan kedelai impor itu juga berpengaruh,&quot; katanya.

Sementara inflasi inti atau core inflation bulan Desember menurun ke 0,05% sebagai indikator daya dorong pembentukan harga dari sisi permintaan cenderung rendah.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wMy82Ny8xMjQwNTQvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sepanjang 2020 mencapai 1,68%. Menurut ekonom Indef Bhima Yudhistira inflasi tahunan yang hanya capai 1,68% tanda ekonomi berjalan melambat.

Pasalnya Inflasi yang perlu dicermati adalah kenaikan harga bahan pangan pada bulan Desember.

&quot;Jika disimpulkan inflasi yang terjadi sepanjang Desember merupakan indikasi pemulihan ekonomi berjalan lambat,&quot; kata Bhima saat dihubungi di Jakarta, Senin (4/1/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;BPS: Inflasi Tahun 2020 Terendah sejak 2014, Ini Biang Keladinya&amp;nbsp;
Kata dia, inflasi pangan atau volatile food tercatat sebesar 2,17% pada bulan Desember. Inflasi bukan disebabkan kenaikan permintaan tapi ada gangguan pada pasokan.

&quot;Faktor curah hujan yang tinggi menyebabkan harga cabai meningkat, kemudian ada kelangkaan pasokan kedelai impor itu juga berpengaruh,&quot; katanya.

Sementara inflasi inti atau core inflation bulan Desember menurun ke 0,05% sebagai indikator daya dorong pembentukan harga dari sisi permintaan cenderung rendah.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wMy82Ny8xMjQwNTQvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
