<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengusaha Blak-blakan Ada 2 Mal Dijual Gegara Covid-19</title><description>Para pengusaha mal atau pusat perbelanjaan merasakan dampak yang cukup besar dari pandemi covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/04/320/2338619/pengusaha-blak-blakan-ada-2-mal-dijual-gegara-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/04/320/2338619/pengusaha-blak-blakan-ada-2-mal-dijual-gegara-covid-19"/><item><title>Pengusaha Blak-blakan Ada 2 Mal Dijual Gegara Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/04/320/2338619/pengusaha-blak-blakan-ada-2-mal-dijual-gegara-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/04/320/2338619/pengusaha-blak-blakan-ada-2-mal-dijual-gegara-covid-19</guid><pubDate>Senin 04 Januari 2021 15:43 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/04/320/2338619/pengusaha-blak-blakan-ada-2-mal-dijual-gegara-covid-19-gfSFPr1pth.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mal (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/04/320/2338619/pengusaha-blak-blakan-ada-2-mal-dijual-gegara-covid-19-gfSFPr1pth.jpg</image><title>Mal (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Para pengusaha mal atau pusat perbelanjaan merasakan dampak yang cukup besar dari pandemi covid-19. Mengingat, selama pandemi jumlah pengunjung mal turun tajam.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan penurunan jumlah pengunjung membuat beberapa pusat perbelanjaan bangkrut dan terpaksa harus menjualnya. Berdasarkan catatannya, ada sekitar 1 hingga 2 mal yang dijual pada tahun lalu akibat pandemi.
 
&amp;nbsp;Baca juga:  Pengusaha Mal Kehilangan Banyak Cuan saat Mal Ditutup Lebih Cepat
&quot;Pada tahun lalu yang tutup ada 1 dan yang dijual ada 2,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Senin (4/1/2021).

Oleh karena itu lanjut Alphonzus, dirinya berharap agar pemberlakuan dan penerapan protokol kesehatan yang ketat harus diimplementasikan dengan benar. Karena menurutnya, hal tersebut lah yang bisa menekan penyebaran virus corona.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Mal Buka Sampai Pukul 19.00, Pengusaha Sedih Kehilangan Pengunjung 
Menurutnya, jika implementasi dari protokol kesehatan yang ketat tidak dilakukan, maka dampak pada dunia usaha akan lebih besar lagi. Bahkan, jumlah pusat perbelanjaan yang akan bangkrut juga akan bertambah pada tahun ini.&quot;Tapi jika yang terjadi adalah sebaliknya maka niscaya akan ada  beberapa Pusat Perbelanjaan yang akan mengalami kesulitan sehingga  berpotensi untuk tutup atau dijual,&quot; jelasnya.

Apalagi, adanya pembatasan juga membuat beberapa tenant memutuskan  untuk tidak melanjutkan kontrak usahanya. Tercatat ada sekitar 20%  tenant pusat perbelanjaan atau mal yang tidak melanjutkan kontraknya.

&quot;Iya. Diperkirakan ada 10% - 20% penyewa yang tidak melanjutkan usahanya,&quot; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Para pengusaha mal atau pusat perbelanjaan merasakan dampak yang cukup besar dari pandemi covid-19. Mengingat, selama pandemi jumlah pengunjung mal turun tajam.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan penurunan jumlah pengunjung membuat beberapa pusat perbelanjaan bangkrut dan terpaksa harus menjualnya. Berdasarkan catatannya, ada sekitar 1 hingga 2 mal yang dijual pada tahun lalu akibat pandemi.
 
&amp;nbsp;Baca juga:  Pengusaha Mal Kehilangan Banyak Cuan saat Mal Ditutup Lebih Cepat
&quot;Pada tahun lalu yang tutup ada 1 dan yang dijual ada 2,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Senin (4/1/2021).

Oleh karena itu lanjut Alphonzus, dirinya berharap agar pemberlakuan dan penerapan protokol kesehatan yang ketat harus diimplementasikan dengan benar. Karena menurutnya, hal tersebut lah yang bisa menekan penyebaran virus corona.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Mal Buka Sampai Pukul 19.00, Pengusaha Sedih Kehilangan Pengunjung 
Menurutnya, jika implementasi dari protokol kesehatan yang ketat tidak dilakukan, maka dampak pada dunia usaha akan lebih besar lagi. Bahkan, jumlah pusat perbelanjaan yang akan bangkrut juga akan bertambah pada tahun ini.&quot;Tapi jika yang terjadi adalah sebaliknya maka niscaya akan ada  beberapa Pusat Perbelanjaan yang akan mengalami kesulitan sehingga  berpotensi untuk tutup atau dijual,&quot; jelasnya.

Apalagi, adanya pembatasan juga membuat beberapa tenant memutuskan  untuk tidak melanjutkan kontrak usahanya. Tercatat ada sekitar 20%  tenant pusat perbelanjaan atau mal yang tidak melanjutkan kontraknya.

&quot;Iya. Diperkirakan ada 10% - 20% penyewa yang tidak melanjutkan usahanya,&quot; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
