<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>1,2 Juta Vaksin Sinovac Sudah Dapat Stempel BPOM</title><description>BPOM telah menerbitkan lot release untuk 1,2 juta dosis vaksin yang sudah didatangkan pada 6 Desember 2020 lalu.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/04/320/2338701/1-2-juta-vaksin-sinovac-sudah-dapat-stempel-bpom</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/04/320/2338701/1-2-juta-vaksin-sinovac-sudah-dapat-stempel-bpom"/><item><title>1,2 Juta Vaksin Sinovac Sudah Dapat Stempel BPOM</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/04/320/2338701/1-2-juta-vaksin-sinovac-sudah-dapat-stempel-bpom</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/04/320/2338701/1-2-juta-vaksin-sinovac-sudah-dapat-stempel-bpom</guid><pubDate>Senin 04 Januari 2021 17:27 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/04/320/2338701/1-2-juta-vaksin-sinovac-sudah-dapat-stempel-bpom-YHIekVtbEB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Vaksin Covid-19 (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/04/320/2338701/1-2-juta-vaksin-sinovac-sudah-dapat-stempel-bpom-YHIekVtbEB.jpg</image><title>Vaksin Covid-19 (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menerbitkan lot release untuk 1,2 juta dosis vaksin yang sudah didatangkan pada 6 Desember 2020 lalu. Pengujian lot release dilakukan di laboratorium pusat pengembangan dan pengujian obat dan makanan nasional di BPOM.

Juru Bicara BPOM Lucia Rizka Andalusia mengatakan, lot release menjadi persyaratan penting lainnya yang harus diperhatikan untuk memastikan kualitas vaksin. Di mana, lot release merupakan persyaratan dari World Health Organization atau Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berupa proses evaluasi yang dilakukan oleh otoritas obat di setiap negara untuk menjamin mutu setiap lot atau setiap batch vaksin.
 
&amp;nbsp;Baca juga; Vaksin Covid-19 China Sudah Tiba di Daerah, Kapan Disuntiknya?
&quot;BPOM telah menerbitkan sertifikat lot release untuk 1,2 juta vaksin corona yang telah datang pada 6 Desember 2020. Persyaratan lain yang penting yang harus diperhatikan, dalam memastikan kualitas vaksin adalah lot release,&quot; ujar Lucia dalam konferensi pers, Senin (4/1/2021).


Sementara itu, BPOM terus mengawal proses penyediaan vaksin Covid-19 yang rencananya akan segera disuntikkan kepada masyarakat. Sejak kedatangan vaksin tersebut di Indonesia pada 6 Des 2020 dan 31 Des 2020, BPOM memastikan mutu dan keamanan vaksin terjaga dengan melakukan sampling dan pengujian vaksin.
Baca juga: Vaksinasi Covid-19, 3 Juta Dosis Vaksin Siap Disuntik ke Masyarakat RI
Pada proses penerimaan vaksin di Bandara, BPOM juga melakukan pengecekan kesesuaian dokumen serta kesesuaian suhu tempat penyimpanan vaksin di dalam envirotainer.Sedangkan untuk percepatan proses pemberian Emergency Use  Authorization (EUA), BPOM melakukan rolling submission,  di mana, data  yang dimiliki oleh industri farmasi dapat disampaikan secara bertahap.


&quot;BPOM telah melakukan evaluasi terhadap data uji pre klinik dan uji  klinik fase 1 dan fase 2 untuk menilai keamanan dan respons imun yang  dihasilkan dari penggunaan vaksin, dan juga uji klinik fase 3 yang  dipantau dalam periode 1 bulan setelah pemberian suntikan yang kedua,&quot;  kata dia.


Tentunya sesuai dengan persyaratan dari WHO, minimal pengamatan harus  dilakukan sampai 3 bulan untuk interim analysis yang digunakan untuk  mendapat data keamanan dan khasiat vaksin sebagai data dukung pemberian  EUA.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menerbitkan lot release untuk 1,2 juta dosis vaksin yang sudah didatangkan pada 6 Desember 2020 lalu. Pengujian lot release dilakukan di laboratorium pusat pengembangan dan pengujian obat dan makanan nasional di BPOM.

Juru Bicara BPOM Lucia Rizka Andalusia mengatakan, lot release menjadi persyaratan penting lainnya yang harus diperhatikan untuk memastikan kualitas vaksin. Di mana, lot release merupakan persyaratan dari World Health Organization atau Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berupa proses evaluasi yang dilakukan oleh otoritas obat di setiap negara untuk menjamin mutu setiap lot atau setiap batch vaksin.
 
&amp;nbsp;Baca juga; Vaksin Covid-19 China Sudah Tiba di Daerah, Kapan Disuntiknya?
&quot;BPOM telah menerbitkan sertifikat lot release untuk 1,2 juta vaksin corona yang telah datang pada 6 Desember 2020. Persyaratan lain yang penting yang harus diperhatikan, dalam memastikan kualitas vaksin adalah lot release,&quot; ujar Lucia dalam konferensi pers, Senin (4/1/2021).


Sementara itu, BPOM terus mengawal proses penyediaan vaksin Covid-19 yang rencananya akan segera disuntikkan kepada masyarakat. Sejak kedatangan vaksin tersebut di Indonesia pada 6 Des 2020 dan 31 Des 2020, BPOM memastikan mutu dan keamanan vaksin terjaga dengan melakukan sampling dan pengujian vaksin.
Baca juga: Vaksinasi Covid-19, 3 Juta Dosis Vaksin Siap Disuntik ke Masyarakat RI
Pada proses penerimaan vaksin di Bandara, BPOM juga melakukan pengecekan kesesuaian dokumen serta kesesuaian suhu tempat penyimpanan vaksin di dalam envirotainer.Sedangkan untuk percepatan proses pemberian Emergency Use  Authorization (EUA), BPOM melakukan rolling submission,  di mana, data  yang dimiliki oleh industri farmasi dapat disampaikan secara bertahap.


&quot;BPOM telah melakukan evaluasi terhadap data uji pre klinik dan uji  klinik fase 1 dan fase 2 untuk menilai keamanan dan respons imun yang  dihasilkan dari penggunaan vaksin, dan juga uji klinik fase 3 yang  dipantau dalam periode 1 bulan setelah pemberian suntikan yang kedua,&quot;  kata dia.


Tentunya sesuai dengan persyaratan dari WHO, minimal pengamatan harus  dilakukan sampai 3 bulan untuk interim analysis yang digunakan untuk  mendapat data keamanan dan khasiat vaksin sebagai data dukung pemberian  EUA.</content:encoded></item></channel></rss>
