<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kementan-Kemendag Harus Kompak Hilangkan Ketergantungan Impor Kedelai</title><description>Kementan dan Kemendag diminta untuk lebih gencar mengedukasi petani di Indonesia agar mau menanam kedelai di wilayah Tanah Air.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/05/320/2338763/kementan-kemendag-harus-kompak-hilangkan-ketergantungan-impor-kedelai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/05/320/2338763/kementan-kemendag-harus-kompak-hilangkan-ketergantungan-impor-kedelai"/><item><title>Kementan-Kemendag Harus Kompak Hilangkan Ketergantungan Impor Kedelai</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/05/320/2338763/kementan-kemendag-harus-kompak-hilangkan-ketergantungan-impor-kedelai</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/05/320/2338763/kementan-kemendag-harus-kompak-hilangkan-ketergantungan-impor-kedelai</guid><pubDate>Selasa 05 Januari 2021 05:38 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/04/320/2338763/kementan-kemendag-harus-kompak-hilangkan-ketergantungan-impor-kedelai-SIFK0wcueW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kacang Kedelai (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/04/320/2338763/kementan-kemendag-harus-kompak-hilangkan-ketergantungan-impor-kedelai-SIFK0wcueW.jpg</image><title>Kacang Kedelai (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) diminta untuk lebih gencar mengedukasi petani di Indonesia agar mau menanam kedelai di wilayah Tanah Air. Hal ini supaya Indonesia tak lagi bergantung dari luar negeri untuk mencukupi kebutuhan kedelai tersebut.

&quot;Pemerintah melalui kementerian terkait dalam hal ini Kemendag dan Kementan harus sama-sama bersinergi, agar kelangkaan dan kenaikan harga bisa dikendalikan,&quot; kata Ketua Bidang Organisasi DPP IKAPPI Muhammad Ainun Najib kepada Okezone, Selasa (5/1/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Mentan Butuh 200 Hari Lipat Gandakan Produksi Kedelai Lokal
Dia menilai memang sulit untuk mengurangi ketergantungan impor kedelai dari luar negeri tersebut. Namun, dengan adanya kerja keras dan sinergi antar lembaga, nantinya bisa mengurangi volume impor yang ada sekarang.

&quot;Ikappi telah mengimbau untuk lebih gencar menanam juga memetakan wilayah produksi kedelai mana saja yang cukup kuat,&quot; ujarnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Harga Kedelai Impor Naik akibat Ongkos Angkut Tinggi
Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyebut pihaknya, akan meningkatkan produksi kedelai lokal untuk mengurangi ketergantungan terhadap kedelai impor. Hal itu dikarenakan, harga kedelai impor sering melonjak.

Dia menjelaskan upaya menggenjot produksi kedelai lokal akan dilakukan dalam dua kali musim tanam hingga panen atau 200 hari. Maka itu, kebutuhan kedelai dalam negeri bisa dipenuhi dari kedelai lokal.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8wNC8xLzEyNjg5NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Jadi kami butuh 100 hari minimal kalau pertanaman. Di mana dua kali  100 hari bisa kita sikapi secara bertahap, sambil ada agenda seperti apa  mempersiapkan ketersediannya (kedelai),&quot; ujar dia di Gedung Ditjen  Tanaman dan Pangan Jakarta, Senin (4/1/2021).

Namun, lanjut dia, dirinya belum dapat memastikan seberapa besar  peningkatan produksi kedelai lokal kedepannya. Dia juga mengatakan,  Kementan telah melakukan koordinasi dengan integrator, pengembang  kedelai, pemda, dan kementerian terkait untuk mendorong produksi.

&quot;Memang saya tidak berbicara angka, namun tentu dengan langkah cepat  Kementan hari ini (berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait),  kami coba lipat gandakan kekuatan yang ada,&quot; ungkap dia.

Berdasarkan data yang ada, saat ini produksi kedelai lokal  diperkirakan 800.000 ton per tahun. Sedangkan kebutuhan nasional  terhadap kedelai sekitar 2,5 juta ton, terbanyak di serap industri tahu  dan tempe.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) diminta untuk lebih gencar mengedukasi petani di Indonesia agar mau menanam kedelai di wilayah Tanah Air. Hal ini supaya Indonesia tak lagi bergantung dari luar negeri untuk mencukupi kebutuhan kedelai tersebut.

&quot;Pemerintah melalui kementerian terkait dalam hal ini Kemendag dan Kementan harus sama-sama bersinergi, agar kelangkaan dan kenaikan harga bisa dikendalikan,&quot; kata Ketua Bidang Organisasi DPP IKAPPI Muhammad Ainun Najib kepada Okezone, Selasa (5/1/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Mentan Butuh 200 Hari Lipat Gandakan Produksi Kedelai Lokal
Dia menilai memang sulit untuk mengurangi ketergantungan impor kedelai dari luar negeri tersebut. Namun, dengan adanya kerja keras dan sinergi antar lembaga, nantinya bisa mengurangi volume impor yang ada sekarang.

&quot;Ikappi telah mengimbau untuk lebih gencar menanam juga memetakan wilayah produksi kedelai mana saja yang cukup kuat,&quot; ujarnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Harga Kedelai Impor Naik akibat Ongkos Angkut Tinggi
Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyebut pihaknya, akan meningkatkan produksi kedelai lokal untuk mengurangi ketergantungan terhadap kedelai impor. Hal itu dikarenakan, harga kedelai impor sering melonjak.

Dia menjelaskan upaya menggenjot produksi kedelai lokal akan dilakukan dalam dua kali musim tanam hingga panen atau 200 hari. Maka itu, kebutuhan kedelai dalam negeri bisa dipenuhi dari kedelai lokal.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8wNC8xLzEyNjg5NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Jadi kami butuh 100 hari minimal kalau pertanaman. Di mana dua kali  100 hari bisa kita sikapi secara bertahap, sambil ada agenda seperti apa  mempersiapkan ketersediannya (kedelai),&quot; ujar dia di Gedung Ditjen  Tanaman dan Pangan Jakarta, Senin (4/1/2021).

Namun, lanjut dia, dirinya belum dapat memastikan seberapa besar  peningkatan produksi kedelai lokal kedepannya. Dia juga mengatakan,  Kementan telah melakukan koordinasi dengan integrator, pengembang  kedelai, pemda, dan kementerian terkait untuk mendorong produksi.

&quot;Memang saya tidak berbicara angka, namun tentu dengan langkah cepat  Kementan hari ini (berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait),  kami coba lipat gandakan kekuatan yang ada,&quot; ungkap dia.

Berdasarkan data yang ada, saat ini produksi kedelai lokal  diperkirakan 800.000 ton per tahun. Sedangkan kebutuhan nasional  terhadap kedelai sekitar 2,5 juta ton, terbanyak di serap industri tahu  dan tempe.</content:encoded></item></channel></rss>
