<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bos BKPM Pede Investasi LG Rp142 Triliun Dongkrak Ekonomi Daerah</title><description>Mengawali tahun 2021 ini, Pemerintah Indonesia terus berupaya memulihkan dan membangkitkan perekonomian nasional.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/05/320/2339192/bos-bkpm-pede-investasi-lg-rp142-triliun-dongkrak-ekonomi-daerah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/05/320/2339192/bos-bkpm-pede-investasi-lg-rp142-triliun-dongkrak-ekonomi-daerah"/><item><title>Bos BKPM Pede Investasi LG Rp142 Triliun Dongkrak Ekonomi Daerah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/05/320/2339192/bos-bkpm-pede-investasi-lg-rp142-triliun-dongkrak-ekonomi-daerah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/05/320/2339192/bos-bkpm-pede-investasi-lg-rp142-triliun-dongkrak-ekonomi-daerah</guid><pubDate>Selasa 05 Januari 2021 14:29 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/05/320/2339192/bos-bkpm-pede-investasi-lg-rp142-triliun-dongkrak-ekonomi-daerah-9QDRsg5j3W.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/05/320/2339192/bos-bkpm-pede-investasi-lg-rp142-triliun-dongkrak-ekonomi-daerah-9QDRsg5j3W.jpg</image><title>Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Mengawali tahun 2021 ini, Pemerintah Indonesia terus berupaya memulihkan dan membangkitkan perekonomian nasional, khususnya melalui investasi.

Minggu lalu (30/12/2020), Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengumumkan secara resmi masuknya investasi senilai USD9,8 miliar atau sekitar Rp142 triliun dari perusahaan LG Energy Solution.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Investasi Raksasa dari Korsel, RI Punya Mobil Listrik di 2021
LG Energy Solution bekerja sama dengan konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana membangun industri sel baterai kendaraan listrik yang terintegrasi dengan pertambangan, peleburan (smelter), pemurnian (refining), serta industri prekursor dan katoda. Lokasi yang dipilih untuk pengembangan industri prekursor dan katoda adalah Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah. Begitu pula industri sel baterainya sedang didalami kemungkinan untuk berinvestasi juga di lokasi tersebut.

Bahlil menegaskan, bahwa kerja sama investasi ini adalah kolaborasi antara perusahaan asing, konsorsium BUMN, pengusaha nasional, pengusaha nasional di daerah, dan UMKM. Dengan demikian akan membawa dampak positif bagi perekonomian nasional, juga secara lokal di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Indonesia Bakal Produksi 14 Juta Kendaraan Listrik pada 2035
&amp;ldquo;Dalam kerja sama investasi ini semuanya ikut terlibat. Jadi tidak lagi bicara untuk sendiri-sendiri. Pengusaha lokal dan UMKM harus dilibatkan, karena tujuan investasi yaitu selain percepatan pertumbuhan ekonomi, juga pemerataan pertumbuhan ekonomi. Pemilihan lokasi di KIT Batang merupakan langkah tepat bagi investor. Pemerintah sudah menyiapkan lahan, sarana dan prasarana infrastrukturnya yang memadai, serta ketersediaan tenaga kerja yang diperlukan,&amp;rdquo; jelas Bahlil.Dia menuturkan bahwa menurut catatan BKPM, belum ada investasi dengan  nilai sebesar ini pasca reformasi di Indonesia. Hal ini merupakan  momentum bagi Indonesia, untuk membangun optimisme di tengah kondisi  pandemi Covid-19 yang masih dihadapi.

Rencana investasi LG disambut dengan antusias oleh Bupati Batang  Wihaji. Ia menyatakan optimismenya bahwa investasi LG Energy Solution  akan berdampak positif pada perekonomian daerah, menimbulkan multiplier  effects, serta membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.

&amp;ldquo;Kami tentunya sangat bersyukur dan pastinya investasi ini bermanfaat  untuk warga Batang dan sekitarnya. Dengan datangnya investasi tersebut,  insya Allah dapat menyerap tenaga kerja serta membantu pertumbuhan  ekonomi di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dan Indonesia tentunya,&amp;rdquo; ujar  Wihaji.

Pemerintah Indonesia terus mendorong transformasi ekonomi menuju visi  Indonesia Maju 2045. Salah satunya melalui hilirisasi sumber daya alam.  Melalui proyek kerja sama investasi ini, Indonesia akan naik kelas dari  produsen dan eksportir bahan mentah menjadi pemain penting pada rantai  pasok dunia untuk industri baterai kendaraan listrik.

Baterai listrik merupakan komponen utama mobil listrik, yang dapat  mencapai 40% dari total biaya mobil listrik. Dari sisi produksi baterai,  biaya material merupakan komponen utama dengan 50-60% dari total biaya  baterai. Pada tahun 2035 nanti, Indonesia mencanangkan untuk memproduksi  4 juta mobil listrik dan 10 juta motor listrik.</description><content:encoded>JAKARTA - Mengawali tahun 2021 ini, Pemerintah Indonesia terus berupaya memulihkan dan membangkitkan perekonomian nasional, khususnya melalui investasi.

Minggu lalu (30/12/2020), Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengumumkan secara resmi masuknya investasi senilai USD9,8 miliar atau sekitar Rp142 triliun dari perusahaan LG Energy Solution.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Investasi Raksasa dari Korsel, RI Punya Mobil Listrik di 2021
LG Energy Solution bekerja sama dengan konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana membangun industri sel baterai kendaraan listrik yang terintegrasi dengan pertambangan, peleburan (smelter), pemurnian (refining), serta industri prekursor dan katoda. Lokasi yang dipilih untuk pengembangan industri prekursor dan katoda adalah Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah. Begitu pula industri sel baterainya sedang didalami kemungkinan untuk berinvestasi juga di lokasi tersebut.

Bahlil menegaskan, bahwa kerja sama investasi ini adalah kolaborasi antara perusahaan asing, konsorsium BUMN, pengusaha nasional, pengusaha nasional di daerah, dan UMKM. Dengan demikian akan membawa dampak positif bagi perekonomian nasional, juga secara lokal di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Indonesia Bakal Produksi 14 Juta Kendaraan Listrik pada 2035
&amp;ldquo;Dalam kerja sama investasi ini semuanya ikut terlibat. Jadi tidak lagi bicara untuk sendiri-sendiri. Pengusaha lokal dan UMKM harus dilibatkan, karena tujuan investasi yaitu selain percepatan pertumbuhan ekonomi, juga pemerataan pertumbuhan ekonomi. Pemilihan lokasi di KIT Batang merupakan langkah tepat bagi investor. Pemerintah sudah menyiapkan lahan, sarana dan prasarana infrastrukturnya yang memadai, serta ketersediaan tenaga kerja yang diperlukan,&amp;rdquo; jelas Bahlil.Dia menuturkan bahwa menurut catatan BKPM, belum ada investasi dengan  nilai sebesar ini pasca reformasi di Indonesia. Hal ini merupakan  momentum bagi Indonesia, untuk membangun optimisme di tengah kondisi  pandemi Covid-19 yang masih dihadapi.

Rencana investasi LG disambut dengan antusias oleh Bupati Batang  Wihaji. Ia menyatakan optimismenya bahwa investasi LG Energy Solution  akan berdampak positif pada perekonomian daerah, menimbulkan multiplier  effects, serta membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.

&amp;ldquo;Kami tentunya sangat bersyukur dan pastinya investasi ini bermanfaat  untuk warga Batang dan sekitarnya. Dengan datangnya investasi tersebut,  insya Allah dapat menyerap tenaga kerja serta membantu pertumbuhan  ekonomi di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dan Indonesia tentunya,&amp;rdquo; ujar  Wihaji.

Pemerintah Indonesia terus mendorong transformasi ekonomi menuju visi  Indonesia Maju 2045. Salah satunya melalui hilirisasi sumber daya alam.  Melalui proyek kerja sama investasi ini, Indonesia akan naik kelas dari  produsen dan eksportir bahan mentah menjadi pemain penting pada rantai  pasok dunia untuk industri baterai kendaraan listrik.

Baterai listrik merupakan komponen utama mobil listrik, yang dapat  mencapai 40% dari total biaya mobil listrik. Dari sisi produksi baterai,  biaya material merupakan komponen utama dengan 50-60% dari total biaya  baterai. Pada tahun 2035 nanti, Indonesia mencanangkan untuk memproduksi  4 juta mobil listrik dan 10 juta motor listrik.</content:encoded></item></channel></rss>
