<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PSBB Jawa-Bali Bikin IHSG Loyo</title><description>PSBB Jawa sampai Bali mempengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/06/278/2340019/psbb-jawa-bali-bikin-ihsg-loyo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/06/278/2340019/psbb-jawa-bali-bikin-ihsg-loyo"/><item><title>PSBB Jawa-Bali Bikin IHSG Loyo</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/06/278/2340019/psbb-jawa-bali-bikin-ihsg-loyo</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/06/278/2340019/psbb-jawa-bali-bikin-ihsg-loyo</guid><pubDate>Rabu 06 Januari 2021 17:30 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/06/278/2340019/psbb-jawa-bali-bikin-ihsg-loyo-zxaHOsC7D8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">IHSG (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/06/278/2340019/psbb-jawa-bali-bikin-ihsg-loyo-zxaHOsC7D8.jpg</image><title>IHSG (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kabar yang menyebutkan bahwa pemerintah akan melakukan pembatasan kegiatan masyarakat di seluruh Provinsi Jawa sampai Bali mempengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini. Indeks hari ini ditutup turun 71,66 poin atau 1,17% ke 6.065.

Branch Manager Jasa Utama Capital Sekuritas Batam Chris Apriliony mengatakan, selain kabar pembatasan kegiatan masyarakat di seluruh Provinsi Jawa sampai Bali, penurunan IHSG juga terpengaruh dari isu lockdown ketiga kalinya di London, Inggris.

&quot;Kalau kita lihat sepanjang hari IHSG mulai turun dikarenakan efek dari isu di London terhadap lockdown ketiga kali, kemudian di sesi kedua muncul berita bahwa PSBB yang akan diperketat mulai 11 Januari itu juga memicu kepanikan, tetapi di akhir sesi justru mengalami kenaikan dibanding awal pembukaan sesi kedua,&quot; ujar Chris dalam acara 2nd Session Closing Market IDX Channel, Rabu (6/1/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;355 Saham Kebakaran, IHSG Ditutup Anjlok 1,25% ke 6.066&amp;nbsp;
Dia menyebut, kekhawatiran investor sebenarnya lebih kepada headline berita pembatasan kegiatan tersebut. Padahal, operasional perusahaan tetap berjalan dengan penerapan bekerja dari rumah 75% dan bekerja dari kantor 25%.

&quot;Kalau kita lihat sebenarnya kekhawatiran lebih kepada short term, dimana kalau kita lihat dari sisi lebih dalem lagi bahwa operasional tetap berjalan, WFH tetap 25% di kantor dan 75% di rumah, kemudian konstruksi masih 100% dapat berjalan, mal-mal masih dapat dibuka hanya jamnya saja dibatasi,&quot; kata dia.

&quot;Jadi, menurut saya PSBB yang diperketat ini juga masih cenderung wajar dan dampaknya terhadap ekonomi tidak terlalu besar seperti dulu PSBB ketat,&quot; sambungnya.


Chris juga menyebut bahwa pandemi Covid-19 pada saat ini tidak terlalu mempengaruhi pergerakan investor. Sebab, dari sisi perkembangannya, pandemi ini sudah terprice-in.

&quot;Masyarakat juga sekarang di luaran sudah mulai banyak yang berani keluar tetapi tetap menggunakan protokol kesehatan dan isu Covid-19 ini sekarang lebih cenderung kurang dibanding awal-awal muncul,&quot; ucapnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Kabar yang menyebutkan bahwa pemerintah akan melakukan pembatasan kegiatan masyarakat di seluruh Provinsi Jawa sampai Bali mempengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini. Indeks hari ini ditutup turun 71,66 poin atau 1,17% ke 6.065.

Branch Manager Jasa Utama Capital Sekuritas Batam Chris Apriliony mengatakan, selain kabar pembatasan kegiatan masyarakat di seluruh Provinsi Jawa sampai Bali, penurunan IHSG juga terpengaruh dari isu lockdown ketiga kalinya di London, Inggris.

&quot;Kalau kita lihat sepanjang hari IHSG mulai turun dikarenakan efek dari isu di London terhadap lockdown ketiga kali, kemudian di sesi kedua muncul berita bahwa PSBB yang akan diperketat mulai 11 Januari itu juga memicu kepanikan, tetapi di akhir sesi justru mengalami kenaikan dibanding awal pembukaan sesi kedua,&quot; ujar Chris dalam acara 2nd Session Closing Market IDX Channel, Rabu (6/1/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;355 Saham Kebakaran, IHSG Ditutup Anjlok 1,25% ke 6.066&amp;nbsp;
Dia menyebut, kekhawatiran investor sebenarnya lebih kepada headline berita pembatasan kegiatan tersebut. Padahal, operasional perusahaan tetap berjalan dengan penerapan bekerja dari rumah 75% dan bekerja dari kantor 25%.

&quot;Kalau kita lihat sebenarnya kekhawatiran lebih kepada short term, dimana kalau kita lihat dari sisi lebih dalem lagi bahwa operasional tetap berjalan, WFH tetap 25% di kantor dan 75% di rumah, kemudian konstruksi masih 100% dapat berjalan, mal-mal masih dapat dibuka hanya jamnya saja dibatasi,&quot; kata dia.

&quot;Jadi, menurut saya PSBB yang diperketat ini juga masih cenderung wajar dan dampaknya terhadap ekonomi tidak terlalu besar seperti dulu PSBB ketat,&quot; sambungnya.


Chris juga menyebut bahwa pandemi Covid-19 pada saat ini tidak terlalu mempengaruhi pergerakan investor. Sebab, dari sisi perkembangannya, pandemi ini sudah terprice-in.

&quot;Masyarakat juga sekarang di luaran sudah mulai banyak yang berani keluar tetapi tetap menggunakan protokol kesehatan dan isu Covid-19 ini sekarang lebih cenderung kurang dibanding awal-awal muncul,&quot; ucapnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
