<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Melonjak Hampir 5%</title><description>Harga minyak melonjak hampir lima persen pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/06/320/2339611/harga-minyak-melonjak-hampir-5</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/06/320/2339611/harga-minyak-melonjak-hampir-5"/><item><title>Harga Minyak Melonjak Hampir 5%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/06/320/2339611/harga-minyak-melonjak-hampir-5</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/06/320/2339611/harga-minyak-melonjak-hampir-5</guid><pubDate>Rabu 06 Januari 2021 08:27 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/06/320/2339611/harga-minyak-melonjak-hampir-5-afwJ622mOY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Minyak Mentah (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/06/320/2339611/harga-minyak-melonjak-hampir-5-afwJ622mOY.jpg</image><title>Minyak Mentah (Shutterstock)</title></images><description>NEW YORK - Harga minyak melonjak hampir lima persen pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), setelah diberitakan bahwa Arab Saudi akan melakukan pemotongan sukarela untuk produksi minyaknya, sementara ketegangan politik internasional membara atas penyitaan sebuah kapal Korea Selatan oleh Iran.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Maret terangkat USD2,51 atau 4,9 persen, menjadi menetap di USD53,60 per barel. Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) berakhir USD2,31 atau 4,9 persen lebih tinggi pada USD49,93 per barel.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Harga Minyak Anjlok 1%, OPEC Bahas Produksi 2021 
Arab Saudi akan melakukan pengurangan produksi minyak sukarela tambahan sebesar satu juta barel per hari (bph) pada Februari dan Maret. Pemotongan tersebut merupakan bagian dari kesepakatan untuk membujuk sebagian besar produsen dari grup yang terdiri dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya untuk mempertahankan produksi stabil di tengah kekhawatiran bahwa penguncian baru Virus Corona akan menekan permintaan.

OPEC dan sekutunya yang secara luas dikenal sebagai OPEC+, pada Selasa (5/1/2021) sepakat untuk sedikit meningkatkan produksi pada Februari dan Maret.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Harga Minyak Brent Turun 21,5% Selama 2020
Sebagian besar produsen OPEC+ akan mempertahankan produksi stabil dalam menghadapi penguncian baru Virus Corona dan dua anggota, Rusia dan Kazakhstan, akan diizinkan untuk meningkatkan produksi mereka dengan gabungan 75.000 barel per hari (bph) pada Februari dan 75.000 barel per hari lebih lanjut pada Maret, menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh kelompok tersebut pada akhir pertemuan menteri pertama tahun ini.

&quot;Arab Saudi meletakkan ceri di atas kue dan jika ada satu cara untuk menggambarkan apa arti pemotongan sukarela bagi pasar, happy hour adalah istilah yang cukup pas,&quot; kata Kepala Pasar Minyak Rystad Energy, Bjornar Tonhaugen.

OPEC+ melanjutkan pembicaraan pada Selasa (5/1/2021) setelah mencapai kebuntuan atas tingkat produksi minyak Februari minggu ini.Dokumen internal OPEC + tertanggal Senin dan dilihat oleh Reuters  menyoroti risiko bearish dan menekankan bahwa &quot;penerapan ulang tindakan  penahanan COVID-19 di seluruh benua, termasuk penguncian penuh, meredam  rebound permintaan minyak pada 2021&quot;.

Ketegangan berlanjut di sekitar penyitaan kapal Korea Selatan oleh  Iran yang juga anggota OPEC. Iran pada Selasa (5/1/2021) membantah telah  menggunakan kapal dan awaknya sebagai sandera, sehari setelah menangkap  kapal tanker di Teluk sambil mendesak Seoul untuk mencairkan dana tujuh  miliar dolar AS yang dibekukan di bawah sanksi AS.

Di Amerika Serikat, persediaan minyak mentah AS turun 1,7 juta barel  dalam sepekan hingga 1 Januari menjadi sekitar 491,3 juta barel,  sementara persediaan bensin dan distilasi naik, data dari kelompok  industri American Petroleum Institute (API) menunjukkan pada Selasa  (5/1/2021).

Penguncian baru Virus Corona, yang telah membebani permintaan bahan  bakar sejak awal tahun lalu, sudah dekat. Inggris memulai penguncian  COVID-19 ketiganya pada Selasa (5/1/2021).</description><content:encoded>NEW YORK - Harga minyak melonjak hampir lima persen pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), setelah diberitakan bahwa Arab Saudi akan melakukan pemotongan sukarela untuk produksi minyaknya, sementara ketegangan politik internasional membara atas penyitaan sebuah kapal Korea Selatan oleh Iran.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Maret terangkat USD2,51 atau 4,9 persen, menjadi menetap di USD53,60 per barel. Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) berakhir USD2,31 atau 4,9 persen lebih tinggi pada USD49,93 per barel.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Harga Minyak Anjlok 1%, OPEC Bahas Produksi 2021 
Arab Saudi akan melakukan pengurangan produksi minyak sukarela tambahan sebesar satu juta barel per hari (bph) pada Februari dan Maret. Pemotongan tersebut merupakan bagian dari kesepakatan untuk membujuk sebagian besar produsen dari grup yang terdiri dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya untuk mempertahankan produksi stabil di tengah kekhawatiran bahwa penguncian baru Virus Corona akan menekan permintaan.

OPEC dan sekutunya yang secara luas dikenal sebagai OPEC+, pada Selasa (5/1/2021) sepakat untuk sedikit meningkatkan produksi pada Februari dan Maret.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Harga Minyak Brent Turun 21,5% Selama 2020
Sebagian besar produsen OPEC+ akan mempertahankan produksi stabil dalam menghadapi penguncian baru Virus Corona dan dua anggota, Rusia dan Kazakhstan, akan diizinkan untuk meningkatkan produksi mereka dengan gabungan 75.000 barel per hari (bph) pada Februari dan 75.000 barel per hari lebih lanjut pada Maret, menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh kelompok tersebut pada akhir pertemuan menteri pertama tahun ini.

&quot;Arab Saudi meletakkan ceri di atas kue dan jika ada satu cara untuk menggambarkan apa arti pemotongan sukarela bagi pasar, happy hour adalah istilah yang cukup pas,&quot; kata Kepala Pasar Minyak Rystad Energy, Bjornar Tonhaugen.

OPEC+ melanjutkan pembicaraan pada Selasa (5/1/2021) setelah mencapai kebuntuan atas tingkat produksi minyak Februari minggu ini.Dokumen internal OPEC + tertanggal Senin dan dilihat oleh Reuters  menyoroti risiko bearish dan menekankan bahwa &quot;penerapan ulang tindakan  penahanan COVID-19 di seluruh benua, termasuk penguncian penuh, meredam  rebound permintaan minyak pada 2021&quot;.

Ketegangan berlanjut di sekitar penyitaan kapal Korea Selatan oleh  Iran yang juga anggota OPEC. Iran pada Selasa (5/1/2021) membantah telah  menggunakan kapal dan awaknya sebagai sandera, sehari setelah menangkap  kapal tanker di Teluk sambil mendesak Seoul untuk mencairkan dana tujuh  miliar dolar AS yang dibekukan di bawah sanksi AS.

Di Amerika Serikat, persediaan minyak mentah AS turun 1,7 juta barel  dalam sepekan hingga 1 Januari menjadi sekitar 491,3 juta barel,  sementara persediaan bensin dan distilasi naik, data dari kelompok  industri American Petroleum Institute (API) menunjukkan pada Selasa  (5/1/2021).

Penguncian baru Virus Corona, yang telah membebani permintaan bahan  bakar sejak awal tahun lalu, sudah dekat. Inggris memulai penguncian  COVID-19 ketiganya pada Selasa (5/1/2021).</content:encoded></item></channel></rss>
