<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Menguat di Rp13.912/USD, Investor Menanti Hasil Pemilihan Senat AS</title><description>Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat tipis pada perdagangan hari.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/06/320/2339639/rupiah-menguat-di-rp13-912-usd-investor-menanti-hasil-pemilihan-senat-as</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/06/320/2339639/rupiah-menguat-di-rp13-912-usd-investor-menanti-hasil-pemilihan-senat-as"/><item><title>Rupiah Menguat di Rp13.912/USD, Investor Menanti Hasil Pemilihan Senat AS</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/06/320/2339639/rupiah-menguat-di-rp13-912-usd-investor-menanti-hasil-pemilihan-senat-as</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/06/320/2339639/rupiah-menguat-di-rp13-912-usd-investor-menanti-hasil-pemilihan-senat-as</guid><pubDate>Rabu 06 Januari 2021 09:28 WIB</pubDate><dc:creator>Reza Andrafirdaus</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/06/320/2339639/rupiah-menguat-di-rp13-912-usd-investor-menanti-hasil-pemilihan-senat-as-lvFLM28nw2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/06/320/2339639/rupiah-menguat-di-rp13-912-usd-investor-menanti-hasil-pemilihan-senat-as-lvFLM28nw2.jpg</image><title>Rupiah (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat tipis pada perdagangan hari. Rupiah kini berada level Rp13.900-an per USD.

Melansir Bloomberg Dollar Index, Rabu (6/1/2021) pada pukul 09.15 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange menguat tipis 2.5 poin atau 0,02% dan berada di level Rp13.912 per USD. Rupiah bergerak di kisaran Rp13.912 hingga Rp13.919 per USD.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Rupiah Kalah Kuat Lawan Dolar AS, Ini Penyebabnya
Sementara, dalam yahoofinance mencatat Rupiah berada di level Rp13.942 per USD. Di mana, dalam pergerakan harian Rp13.942-Rp13.942 per USD.

Analis Treasury MNC Bank menyatakan, Rupiah sempat terkoreksi pada perdagangan kemarin. Namun, Rupiah bakal bertahan di bawah level Rp14.000 per USD pada perdagangan hari ini.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Rupiah Tertekan Dolar AS ke Level Rp13.920/USD 
Berdasarkan data Bloomberg pada Selasa (5/1/2021), Rupiah ditutup terkoreksi 20 poin atau 0,14 persen menjadi Rp13.915 per dolar AS. Penurunan juga terjadi pada indeks dolar AS yang melemah 0,09 menuju 89,79.Pergerakan rupiah hari ini salah satunya dipengaruhi oleh sikap  pelaku pasar yang menunggu hasil pemilihan Senator putaran kedua di  negara bagian Georgia AS. Hasil pemilu tersebut akan menunjukkan  kemungkinan langkah-langkah stimulus AS lebih lanjut.

Selain itu, nilai rupiah juga dipengaruhi oleh lonjakan kasus positif  virus corona munculnya jenis virus corona yang telah bermutasi. Mutasi  tersebut membuat Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson kembali  memberlakukan kebijakan lockdown.

Pelaku pasar juga tengah menanti hasil risalah pertemuan bank sentral  AS, The Federal Reserve (The Fed) pada hari Rabu. Presiden Cleveland  Federal Reserve Bank Loretta Mester mengatakan pada hari Senin bahwa  kebijakan moneter akan tetap akomodatif untuk beberapa waktu menjelang  rilis.

Sementara itu, dari dalam negeri, pemerintah optimistis pemulihan  ekonomi akan terjadi pada tahun ini dan dapat mencapai 5 persen.

Optimisme pemerintah didasari pada sejumlah lembaga internasional  yang memprediksi tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 akan  berada di kisaran tersebut.

World Bank memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 4,4  persen, IMF memproyeksikan sebesar 6,1 persen,serta ADB memprediksikan  5,3 persen.

Selain itu, kabar distribusi vaksin virus corona yang telah  menjangkau seluruh Indonesia juga ikut menjadi salah satu sentimen yang  muncul dari dalam negeri.

Meski demikian, data Internal yang positif tidak mampu mengangkat  mata uang rupiah, karena data eksternal yang kurang bersahabat. Arus  modal asing pun kembali keluar dari indonesia, sehingga wajar kalau  rupiah ditutup melemah</description><content:encoded>JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat tipis pada perdagangan hari. Rupiah kini berada level Rp13.900-an per USD.

Melansir Bloomberg Dollar Index, Rabu (6/1/2021) pada pukul 09.15 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange menguat tipis 2.5 poin atau 0,02% dan berada di level Rp13.912 per USD. Rupiah bergerak di kisaran Rp13.912 hingga Rp13.919 per USD.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Rupiah Kalah Kuat Lawan Dolar AS, Ini Penyebabnya
Sementara, dalam yahoofinance mencatat Rupiah berada di level Rp13.942 per USD. Di mana, dalam pergerakan harian Rp13.942-Rp13.942 per USD.

Analis Treasury MNC Bank menyatakan, Rupiah sempat terkoreksi pada perdagangan kemarin. Namun, Rupiah bakal bertahan di bawah level Rp14.000 per USD pada perdagangan hari ini.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Rupiah Tertekan Dolar AS ke Level Rp13.920/USD 
Berdasarkan data Bloomberg pada Selasa (5/1/2021), Rupiah ditutup terkoreksi 20 poin atau 0,14 persen menjadi Rp13.915 per dolar AS. Penurunan juga terjadi pada indeks dolar AS yang melemah 0,09 menuju 89,79.Pergerakan rupiah hari ini salah satunya dipengaruhi oleh sikap  pelaku pasar yang menunggu hasil pemilihan Senator putaran kedua di  negara bagian Georgia AS. Hasil pemilu tersebut akan menunjukkan  kemungkinan langkah-langkah stimulus AS lebih lanjut.

Selain itu, nilai rupiah juga dipengaruhi oleh lonjakan kasus positif  virus corona munculnya jenis virus corona yang telah bermutasi. Mutasi  tersebut membuat Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson kembali  memberlakukan kebijakan lockdown.

Pelaku pasar juga tengah menanti hasil risalah pertemuan bank sentral  AS, The Federal Reserve (The Fed) pada hari Rabu. Presiden Cleveland  Federal Reserve Bank Loretta Mester mengatakan pada hari Senin bahwa  kebijakan moneter akan tetap akomodatif untuk beberapa waktu menjelang  rilis.

Sementara itu, dari dalam negeri, pemerintah optimistis pemulihan  ekonomi akan terjadi pada tahun ini dan dapat mencapai 5 persen.

Optimisme pemerintah didasari pada sejumlah lembaga internasional  yang memprediksi tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 akan  berada di kisaran tersebut.

World Bank memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 4,4  persen, IMF memproyeksikan sebesar 6,1 persen,serta ADB memprediksikan  5,3 persen.

Selain itu, kabar distribusi vaksin virus corona yang telah  menjangkau seluruh Indonesia juga ikut menjadi salah satu sentimen yang  muncul dari dalam negeri.

Meski demikian, data Internal yang positif tidak mampu mengangkat  mata uang rupiah, karena data eksternal yang kurang bersahabat. Arus  modal asing pun kembali keluar dari indonesia, sehingga wajar kalau  rupiah ditutup melemah</content:encoded></item></channel></rss>
