<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>YLKI Minta BPOM Tak Gegabah soal Izin Penggunaan Darurat Vaksin Covid-19</title><description>Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) diminta untuk bekerja secara profesional dan independen.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/06/320/2339896/ylki-minta-bpom-tak-gegabah-soal-izin-penggunaan-darurat-vaksin-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/06/320/2339896/ylki-minta-bpom-tak-gegabah-soal-izin-penggunaan-darurat-vaksin-covid-19"/><item><title>YLKI Minta BPOM Tak Gegabah soal Izin Penggunaan Darurat Vaksin Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/06/320/2339896/ylki-minta-bpom-tak-gegabah-soal-izin-penggunaan-darurat-vaksin-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/06/320/2339896/ylki-minta-bpom-tak-gegabah-soal-izin-penggunaan-darurat-vaksin-covid-19</guid><pubDate>Rabu 06 Januari 2021 15:11 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/06/320/2339896/ylki-minta-bpom-tak-gegabah-soal-izin-penggunaan-darurat-vaksin-covid-19-asjsOPiGlt.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Virus Corona (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/06/320/2339896/ylki-minta-bpom-tak-gegabah-soal-izin-penggunaan-darurat-vaksin-covid-19-asjsOPiGlt.jpeg</image><title>Virus Corona (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) diminta untuk bekerja secara profesional dan independen dalam mengkaji izin pakai penggunaan darurat (emergency use authorization/ EUA) vaksin Covid-19.
&quot;Saya minta dengan sangat Badan POM bekerja secara profesional dan independen,&quot; kata Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi dalam keterangan tertulis kepada Okezone, Rabu (6/1/2021).
Baca Juga: Masyarakat Diminta Tak Termakan Hoax soal Vaksin Covid-19
 
Dia menyebut aspek keamanan dan keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas pertama dan utama. Kata dia, BPOM tidak boleh diburu-buru dan ditekan dalam bekerja.
&quot;Jangan sampai EUA dikeluarkan tapi hanya karena ada tekanan dari pihak tertentu, sehingga berpotensi mengabaikan profesionalitas dan aspek keamanan dan keselamatan menjadi taruhannya,&quot; ujarnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8wNi8xLzEyNjk4My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sebelumnya, sejak kedatangan vaksin tersebut di Indonesia, Badan POM selaku pihak yang berwenang untuk mengawal proses penyediaan vaksin diketahui telah melakukan 4 tahap quality control (QC) untuk memastikan mutu dan keamanan vaksin ini bisa terjaga dengan baik.
Mengutip siaran media yang diterbitkan Badan POM, Selasa (5/1/2021), berikut 4 tahap quality control terhadap vaksin CoronaVac yang telah dilakukan oleh Badan POM Indonesia.
Cek dokumen dan penyimpanan
Pada proses penerimaan vaksin di bandara, Badan POM melakukan  pengecekan kesesuaian dokumen serta kesesuaian suhu tempat penyimpanan  vaksin CoronaVac di dalam Envirotainer.
Sertifikat Lot Release
Dari keterangan Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito, Badan POM sudah  menerbitkan sertifikat Lot Release terhadap 1,2 juta vaksin CoronaVac  yang datang pada tanggal 6 Desember 2020. &amp;ldquo;Pengujian dalam rangka Lot  Release ini dilakukan di Laboratorium Pusat Pengembangan Pengujian Obat  dan Makanan Nasional,&amp;rdquo; jelas Penny.
Evaluasi data hasil uji pre-klinik
Badan POM sudah menggelar evaluasi terhadap data hasil uji pre-klinik  dan uji klinik fase 1 dan fase 2. Tujuannya untuk menilai keamanan dan  respons imun yang dihasilkan dari penggunaan vaksin.
Saat ini, Badan POM masih menunggu penyelesaian analisis data uji  klinik fase 3 untuk mengonfirmasi khasiat atau efikasi vaksin CoronaVac.  Data-data tersebut diperlukan dalam rangka penerbitan Persetujuan  Penggunaan Darurat/Emergency Use Authorization (EUA).
Cek mutu vaksin
Untuk menjamin mutu vaksin, Badan POM mengevaluasi data mutu vaksin,  yang mana data ini mencakup pengawasan berbagai aspek. Mulai dari soal  bahan baku, proses pembuatan hingga produk jadi vaksin sesuai dengan  standar penilaian mutu vaksin yang berlaku secara internasional.  Evaluasi mutu vaksin ini, salah satunya dilakukan dengan cara inspeksi  langsung ke sarana produksi vaksin CoronaVac.
&amp;ldquo;Berdasarkan hasil evaluasi mutu yang telah dilakukan, Badan POM  dapat memastikan bahwa vaksin ini tidak mengandung bahan-bahan yang  berbahaya,&amp;rdquo; jelas Penny Lukito.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) diminta untuk bekerja secara profesional dan independen dalam mengkaji izin pakai penggunaan darurat (emergency use authorization/ EUA) vaksin Covid-19.
&quot;Saya minta dengan sangat Badan POM bekerja secara profesional dan independen,&quot; kata Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi dalam keterangan tertulis kepada Okezone, Rabu (6/1/2021).
Baca Juga: Masyarakat Diminta Tak Termakan Hoax soal Vaksin Covid-19
 
Dia menyebut aspek keamanan dan keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas pertama dan utama. Kata dia, BPOM tidak boleh diburu-buru dan ditekan dalam bekerja.
&quot;Jangan sampai EUA dikeluarkan tapi hanya karena ada tekanan dari pihak tertentu, sehingga berpotensi mengabaikan profesionalitas dan aspek keamanan dan keselamatan menjadi taruhannya,&quot; ujarnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8wNi8xLzEyNjk4My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sebelumnya, sejak kedatangan vaksin tersebut di Indonesia, Badan POM selaku pihak yang berwenang untuk mengawal proses penyediaan vaksin diketahui telah melakukan 4 tahap quality control (QC) untuk memastikan mutu dan keamanan vaksin ini bisa terjaga dengan baik.
Mengutip siaran media yang diterbitkan Badan POM, Selasa (5/1/2021), berikut 4 tahap quality control terhadap vaksin CoronaVac yang telah dilakukan oleh Badan POM Indonesia.
Cek dokumen dan penyimpanan
Pada proses penerimaan vaksin di bandara, Badan POM melakukan  pengecekan kesesuaian dokumen serta kesesuaian suhu tempat penyimpanan  vaksin CoronaVac di dalam Envirotainer.
Sertifikat Lot Release
Dari keterangan Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito, Badan POM sudah  menerbitkan sertifikat Lot Release terhadap 1,2 juta vaksin CoronaVac  yang datang pada tanggal 6 Desember 2020. &amp;ldquo;Pengujian dalam rangka Lot  Release ini dilakukan di Laboratorium Pusat Pengembangan Pengujian Obat  dan Makanan Nasional,&amp;rdquo; jelas Penny.
Evaluasi data hasil uji pre-klinik
Badan POM sudah menggelar evaluasi terhadap data hasil uji pre-klinik  dan uji klinik fase 1 dan fase 2. Tujuannya untuk menilai keamanan dan  respons imun yang dihasilkan dari penggunaan vaksin.
Saat ini, Badan POM masih menunggu penyelesaian analisis data uji  klinik fase 3 untuk mengonfirmasi khasiat atau efikasi vaksin CoronaVac.  Data-data tersebut diperlukan dalam rangka penerbitan Persetujuan  Penggunaan Darurat/Emergency Use Authorization (EUA).
Cek mutu vaksin
Untuk menjamin mutu vaksin, Badan POM mengevaluasi data mutu vaksin,  yang mana data ini mencakup pengawasan berbagai aspek. Mulai dari soal  bahan baku, proses pembuatan hingga produk jadi vaksin sesuai dengan  standar penilaian mutu vaksin yang berlaku secara internasional.  Evaluasi mutu vaksin ini, salah satunya dilakukan dengan cara inspeksi  langsung ke sarana produksi vaksin CoronaVac.
&amp;ldquo;Berdasarkan hasil evaluasi mutu yang telah dilakukan, Badan POM  dapat memastikan bahwa vaksin ini tidak mengandung bahan-bahan yang  berbahaya,&amp;rdquo; jelas Penny Lukito.</content:encoded></item></channel></rss>
