<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Begini Nasib Perkantoran di CBD pada 2021-2024</title><description>Pada periode 2021-2024, diproyeksikan supply perkantoran dikawasan elite tersebut akan jauh berkurang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/06/470/2339893/begini-nasib-perkantoran-di-cbd-pada-2021-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/06/470/2339893/begini-nasib-perkantoran-di-cbd-pada-2021-2024"/><item><title>Begini Nasib Perkantoran di CBD pada 2021-2024</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/06/470/2339893/begini-nasib-perkantoran-di-cbd-pada-2021-2024</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/06/470/2339893/begini-nasib-perkantoran-di-cbd-pada-2021-2024</guid><pubDate>Rabu 06 Januari 2021 15:06 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/06/470/2339893/begini-nasib-perkantoran-di-cbd-pada-2021-2024-4IRle1DwI7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perkantoran (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/06/470/2339893/begini-nasib-perkantoran-di-cbd-pada-2021-2024-4IRle1DwI7.jpg</image><title>Perkantoran (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Colliers International melaporkan rata-rata supply perkantoran di kawasan Central Business District (CBD) sepanjang 2017-2020 sebanyak 357.361 meter persegi. Laporan tersebut merupakan hasil rekapitulasi riset properti di sektor perkantoran di DKI Jakarta sepanjang.


Sementara itu, pada periode 2021-2024, diproyeksikan supply perkantoran dikawasan elite tersebut akan jauh berkurang. Di mana, secara rata-rata menjadi 138.839 meter persegi.

Baca juga: &amp;nbsp; Ada WFH, Ruang Perkantoran Bakal Dibangun Lebih Kecil?
&quot;Sedangkan nanti di tahun 2021 sampai 2024, suplai itu sudah akan jauh berkurang secara rata-rata menjadi hanya 138.839 meter persegi,&quot; ujar Senior Associate Director Colliers, Ferry Salanto dalam Webinar, Rabu (6/1/2021).


Sedangkan rata-rata supply perkantoran di luar kawasan CBD pada tahun 2017-2020, rata-ratanya mencapai 145.456 meter persegi. Namun pada rentang tahun 2021 sampai 2024, diprediksi akan mengalami penurunan sekitar 93.161 meter persegi.

 
&amp;nbsp;Baca juga: Ada Corona, Proyek Perkantoran di Jakarta Belum Ada yang Beres
&quot;Jadi itu sudah lebih dari separuhnya berkurang, dan ini sebenarnya merupakan indikator yang bagus. Karena kita semua tahu bahwa sektor perkantoran ini mengalami over supply situation dalam beberapa tahun terakhir,&quot; ujar dia.Ferry menilai, pada tahun depan hingga 2024 mendatang, masih ada  beberapa proyek properti sektor perkantoran yang akan diselesaikan.  Khususnya di tahun 2021-2022 mendatang, dipastikan bahwa gedung-gedung  yang saat ini sudah hampir dalam tahap penyelesaian, juga akan segera  dirampungkan. &quot;Artinya memang sulit bagi mereka untuk tidak  menyelesaikan sesuai schedule-nya,&quot; kata Ferry.


Dia mengaku, hal itu dikarenakan adanya sedikit penurunan pada  tingkat kepercayaan para pengembang, mengingat kondisi pandemi Covid-19  yang masih berlangsung hingga saat ini.


Sehingga, kemungkinan dari sisi supplydi tahun 2021-2022, sektor  perkantoran di Jakarta tidak akan ada perubahan. Namun, untuk tahun  2023-2024 kondisi suplai sektor perkantoran di Ibu Kota diperkirakan  masih sangat mungkin bisa berubah.


&quot;Karena kita enggak tahu kalau ternyata di 2022 kondisi pandemi sudah  baik lagi, sehingga gedung-gedung yang tadinya direncanakan rampung di  2023-2024 bisa dikebut di tahun 2022 tersebut,&quot; katanya.


Sejak kuartal I-2020, pasokan sektor perkantoran di  CBD tercatat ada  empat gedung yang beroperasi secara bersamaan. Bahkan, telah menambah  stok baru pasokan di sektor perkantoran itu sebesar 212.247 meter  persegi. Total pasokan kumulatif mencapai 6,87 juta meter persegi, atau  tumbuh 3,2 persen secara year-on-year. Setelah itu, tidak ada lagi  tambahan pasokan baru hingga penghujung tahun lalu.


Sementara untuk supply perkantoran di luar kawasan CBD, tercatat ada  tiga gedung telah beroperasi dan membawa tambahan 85.000 meter persegi  pasokan baru selama kuartal IV-2020. Sehingga, total pasokan kumulatif  tercatat mencapai 3,58 juta meter persegi atau tumbuh 2,4 persen secara  year-on-year.</description><content:encoded>JAKARTA - Colliers International melaporkan rata-rata supply perkantoran di kawasan Central Business District (CBD) sepanjang 2017-2020 sebanyak 357.361 meter persegi. Laporan tersebut merupakan hasil rekapitulasi riset properti di sektor perkantoran di DKI Jakarta sepanjang.


Sementara itu, pada periode 2021-2024, diproyeksikan supply perkantoran dikawasan elite tersebut akan jauh berkurang. Di mana, secara rata-rata menjadi 138.839 meter persegi.

Baca juga: &amp;nbsp; Ada WFH, Ruang Perkantoran Bakal Dibangun Lebih Kecil?
&quot;Sedangkan nanti di tahun 2021 sampai 2024, suplai itu sudah akan jauh berkurang secara rata-rata menjadi hanya 138.839 meter persegi,&quot; ujar Senior Associate Director Colliers, Ferry Salanto dalam Webinar, Rabu (6/1/2021).


Sedangkan rata-rata supply perkantoran di luar kawasan CBD pada tahun 2017-2020, rata-ratanya mencapai 145.456 meter persegi. Namun pada rentang tahun 2021 sampai 2024, diprediksi akan mengalami penurunan sekitar 93.161 meter persegi.

 
&amp;nbsp;Baca juga: Ada Corona, Proyek Perkantoran di Jakarta Belum Ada yang Beres
&quot;Jadi itu sudah lebih dari separuhnya berkurang, dan ini sebenarnya merupakan indikator yang bagus. Karena kita semua tahu bahwa sektor perkantoran ini mengalami over supply situation dalam beberapa tahun terakhir,&quot; ujar dia.Ferry menilai, pada tahun depan hingga 2024 mendatang, masih ada  beberapa proyek properti sektor perkantoran yang akan diselesaikan.  Khususnya di tahun 2021-2022 mendatang, dipastikan bahwa gedung-gedung  yang saat ini sudah hampir dalam tahap penyelesaian, juga akan segera  dirampungkan. &quot;Artinya memang sulit bagi mereka untuk tidak  menyelesaikan sesuai schedule-nya,&quot; kata Ferry.


Dia mengaku, hal itu dikarenakan adanya sedikit penurunan pada  tingkat kepercayaan para pengembang, mengingat kondisi pandemi Covid-19  yang masih berlangsung hingga saat ini.


Sehingga, kemungkinan dari sisi supplydi tahun 2021-2022, sektor  perkantoran di Jakarta tidak akan ada perubahan. Namun, untuk tahun  2023-2024 kondisi suplai sektor perkantoran di Ibu Kota diperkirakan  masih sangat mungkin bisa berubah.


&quot;Karena kita enggak tahu kalau ternyata di 2022 kondisi pandemi sudah  baik lagi, sehingga gedung-gedung yang tadinya direncanakan rampung di  2023-2024 bisa dikebut di tahun 2022 tersebut,&quot; katanya.


Sejak kuartal I-2020, pasokan sektor perkantoran di  CBD tercatat ada  empat gedung yang beroperasi secara bersamaan. Bahkan, telah menambah  stok baru pasokan di sektor perkantoran itu sebesar 212.247 meter  persegi. Total pasokan kumulatif mencapai 6,87 juta meter persegi, atau  tumbuh 3,2 persen secara year-on-year. Setelah itu, tidak ada lagi  tambahan pasokan baru hingga penghujung tahun lalu.


Sementara untuk supply perkantoran di luar kawasan CBD, tercatat ada  tiga gedung telah beroperasi dan membawa tambahan 85.000 meter persegi  pasokan baru selama kuartal IV-2020. Sehingga, total pasokan kumulatif  tercatat mencapai 3,58 juta meter persegi atau tumbuh 2,4 persen secara  year-on-year.</content:encoded></item></channel></rss>
