<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sepi Turis Asing dan Domestik, Tingkat Hunian Hotel Bali Nyungsep</title><description>Pandemi virus corona berdampak besar pada sektor pariwisata dan perhotelan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/06/470/2340000/sepi-turis-asing-dan-domestik-tingkat-hunian-hotel-bali-nyungsep</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/06/470/2340000/sepi-turis-asing-dan-domestik-tingkat-hunian-hotel-bali-nyungsep"/><item><title>Sepi Turis Asing dan Domestik, Tingkat Hunian Hotel Bali Nyungsep</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/06/470/2340000/sepi-turis-asing-dan-domestik-tingkat-hunian-hotel-bali-nyungsep</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/06/470/2340000/sepi-turis-asing-dan-domestik-tingkat-hunian-hotel-bali-nyungsep</guid><pubDate>Rabu 06 Januari 2021 17:07 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/06/470/2340000/sepi-turis-asing-dan-domestik-tingkat-hunian-hotel-bali-nyungsep-6Q25Tv6UT9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hotel (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/06/470/2340000/sepi-turis-asing-dan-domestik-tingkat-hunian-hotel-bali-nyungsep-6Q25Tv6UT9.jpg</image><title>Hotel (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pandemi virus corona berdampak besar pada sektor pariwisata dan perhotelan. Mengingat aktivitas masyarakat dibatasi selama pandemi untuk meminimalisir penyebaran virus corona (covid-19).
Senior Associate Director Collier Internasional Indonesia Ferry Salanto mengatakan, salah satu yang terkena dampak paling besar adalah sektor perhotel di Bali. Mengingat baik itu turis asing maupun dalam negeri mengalami penurunan yang drastis selama 2020.
Baca Juga: Okupansi Hotel di Bandung dan Puncak Capai 65% saat Libur Natal 2020
 
&quot;Selama 2020 baik itu turis domestik maupun turis asing mancanegara turun sangat drastis. Bahkan sangat drastis mencapai puluhan saja selama april mei juni juli,&quot; ujarnya dalam acara konferensi pers virtual, Rabu (16/1/2021).
Menurut Ferry, memang sempat ada kenaikan pada pasar domestik di Agustus menyusul pelonggaran yang mulai dilakukan pemerintah ketika itu. Sementara untuk pasar turis asing masih tetap flat dan belum menunjukan tanda-tanda peningkatan.
Baca Juga: Bali Sepi, Okupansi Hotel di Bandung Capai 65% saat Libur Natal
 
&quot;Sementara Agustus pasar domestik sudah mulai bergerak. Sedangkan turis asing masih flat, karena ada kendala kalau turis asing mau masuk ke Bali pikir-pikir dulu,&quot; jelasnya.
Meskipun begitu lanjut Ferry, tingkat hunian kamar hotel di Bali masih jauh dari kata ideal. Berdasarkan data dari April hingga November, tingkat hunian di Bali masih tetap berada di bawah 20%.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8wNi8xLzEyNjk4OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Ini sangat kontras dibandingkan tahun lalu. Dan tahun lalu ini  adalah pola-pola yang terjadi sama seperti tahun sebelumnya. Tingkat  hunian itu biasanya diatas 60-70% terutama sudah menjelang akhir tahun  meningkat cukup drastis,&quot; jelasnya.
Memang menurut Ferry, pihaknya belum merangkum data tingkat hunian  pada Desember 2020. Namun menurutnya, tingkat hunian pada libur natal  dan tahun baru ini akan tetap sama menyusul adanya himbauan dari  pemerintah berupa larangan untuk melakukan kegiatan kerumunan dan  perayaan akhir tahun.
&quot;Desember kemungkinan tidak akan signifikan karena memang ada  himbauan tidak melakukan akhir tahun secara berlebihan. Kemungkinan  kondisi akan terjadi sampai beberapa bulan ke depan,&quot; kata Ferry</description><content:encoded>JAKARTA - Pandemi virus corona berdampak besar pada sektor pariwisata dan perhotelan. Mengingat aktivitas masyarakat dibatasi selama pandemi untuk meminimalisir penyebaran virus corona (covid-19).
Senior Associate Director Collier Internasional Indonesia Ferry Salanto mengatakan, salah satu yang terkena dampak paling besar adalah sektor perhotel di Bali. Mengingat baik itu turis asing maupun dalam negeri mengalami penurunan yang drastis selama 2020.
Baca Juga: Okupansi Hotel di Bandung dan Puncak Capai 65% saat Libur Natal 2020
 
&quot;Selama 2020 baik itu turis domestik maupun turis asing mancanegara turun sangat drastis. Bahkan sangat drastis mencapai puluhan saja selama april mei juni juli,&quot; ujarnya dalam acara konferensi pers virtual, Rabu (16/1/2021).
Menurut Ferry, memang sempat ada kenaikan pada pasar domestik di Agustus menyusul pelonggaran yang mulai dilakukan pemerintah ketika itu. Sementara untuk pasar turis asing masih tetap flat dan belum menunjukan tanda-tanda peningkatan.
Baca Juga: Bali Sepi, Okupansi Hotel di Bandung Capai 65% saat Libur Natal
 
&quot;Sementara Agustus pasar domestik sudah mulai bergerak. Sedangkan turis asing masih flat, karena ada kendala kalau turis asing mau masuk ke Bali pikir-pikir dulu,&quot; jelasnya.
Meskipun begitu lanjut Ferry, tingkat hunian kamar hotel di Bali masih jauh dari kata ideal. Berdasarkan data dari April hingga November, tingkat hunian di Bali masih tetap berada di bawah 20%.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8wNi8xLzEyNjk4OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Ini sangat kontras dibandingkan tahun lalu. Dan tahun lalu ini  adalah pola-pola yang terjadi sama seperti tahun sebelumnya. Tingkat  hunian itu biasanya diatas 60-70% terutama sudah menjelang akhir tahun  meningkat cukup drastis,&quot; jelasnya.
Memang menurut Ferry, pihaknya belum merangkum data tingkat hunian  pada Desember 2020. Namun menurutnya, tingkat hunian pada libur natal  dan tahun baru ini akan tetap sama menyusul adanya himbauan dari  pemerintah berupa larangan untuk melakukan kegiatan kerumunan dan  perayaan akhir tahun.
&quot;Desember kemungkinan tidak akan signifikan karena memang ada  himbauan tidak melakukan akhir tahun secara berlebihan. Kemungkinan  kondisi akan terjadi sampai beberapa bulan ke depan,&quot; kata Ferry</content:encoded></item></channel></rss>
